Skip to main content

Cerita Hari Ini

Lagi nyuci piring sudah kepikiran mau nulis apa.. bahkan kalimat intronya pun sudah tahu.. kata per kata.
Beres nyuci piring lanjut ke lain-lain, bersihin kompor, lantai, and all..

Begitu selesai semua.. lupa tadi mau nulis apa. Jangankan kalimat intro, topiknya aja lupa.

***
Heavy headache again today. You know.. period. Tapi saya berhasil tidak minum obat. Bangun tidur mata masih merah, berencana beberes nyapu ngepel nyetrika masak dan ternyata yang terwujud cuma nyapu ngepel, bonus nyuci kamar mandi.

Baru di sore hari kepala mereda, setelah facetime denga Caca itu juga. My Taurean sister yang kok kayak jadi kakak gitu buat saya.. cuma nanya mau makan apa di facetime.

***
Sangat gabut.
Sembari menyusun kalimat per kalimat utk disampaikan ke atasan besok..
Duh rasanya kayak mau mutusin cowok. 
But am always good with ending a relationship. Tak usah diragukan lagi lah itu.

***
Jadi apa nih yang oke hari ini?
Well.. video chat with an old friend, perdana nyobain pake hangout yang ternyata sangat memenuhi kaidah islam, yaitu (pardon the writing) ghazul bashar .. kalo bener nulisnya.. alias menundukkan pandangan. Lucu ih itu google hangout, jadi bikin kita ngobrol tapi ga tatap2an.

Sembari menemani another friend, a confused wife yang karir suaminya tengah menanjak.. amin.. Allah sayang sekali mereka itu, dikasih berkah di tengah pandemi begini. Di saat di mana orang-orang pada kehilangan mata pencaharian.. memang ya rejeki orang menikah tu ada aja.

Juicing tonite terganti dengan blending. Bikin triple gitu tiga lapis yang berhasil ngapung. Saya pikir akan gagal karna konsentrat lapisan kedua jadi banyak airnya.

Setiap kali ditanya “lu gak kepikiran nikah Mim?” Jawaban saya selalu sama., “gak pengen mikirin itu di tengah pandemi begini.” Kan dont fall in love during quarantine., the feeling may be temporary because people just lonely.

Tapi ya mau lah nikah., siapa sih yang gak mau.

Raisa bikin foto, minta di edit sama warga twitter, ga kuat liat replyannya ketawa sampe sesak napas padahal belum sampe tengah scrollingnya.

Derby di hayday akan berakhir dalam 13 jam, artinya malam ini saya harus finish the task supaya house kita jadi juara satu! Kalau iya maka ini perdana kita juara satu! Saya yang sudah ditetapkan sebagai co-leader oleh leader of the house harus memacu kuda sekencang mungkin karna perolehan skor saat ini dgn yg juara satu masih sama! Semoga task saya ini jadi penentu kita juara.

Dapat 2 email dari yg tertarik untuk jadi pembicara, dua2 nya peserta dari Global Landscape Forum. Tektokannya cepet banget ga banyak basa basi langsung nentuin judul dan tanggal. Enak banget lah kerja ama bule.
Saya ga pingin sih nikah sama bule, tapi pingin juga yang tektokannya bisa cepet gitu, gausah pake banyak basa basi. Bisa ga ya..

Sekian breaking news hari ini
Terima kasih sudah mampir,
Semoga sehat-sehat selalu, dan kuat besok menghadapi seninnya. ;)

***
Bogor, 7 Juni 2020
Kata Cika “coba kasih loose dulu, jangan tetapkan dulu pokoknya maunya sama dia, atau tidak mau sama dia, coba lepasin dulu”.

Comments

Popular posts from this blog

Travel Through Time to Raijua

Menuju Raijua.. bahkan perjalanannya adalah petualangan tersendiri. Kamu harus terbang ke Kota Kupang (atau Waingapu), tapi saya memilih Kupang, lalu berlayar dengan kapal cepat selama 5-7 jam untuk menuju Pulau Sabu. Sebenarnya ada beberapa pilihan untuk ke Pulau Sabu dari Kupang, yaitu dengan naik pesawat Susi Air selama kurang lebih 55 menit dengan harga sekitar 1,3 juta, atau naik kapal Ferry lambat dengan waktu tempuh selama 12-13 jam seharga Rp 80 - 120rb per orang, atau naik kapal Ferry cepat yang berangkatnya malam dan sampai di Pulau Sabu pagi (jadi kurang lebih 8 jam juga). Kapal cepat harganya berkisar di 200rb-an, saya sendiri memilih naik kapal Cantika Express kelas VIP seharga Rp 262 ribu.



Sebetulnya pilihan saya itu bukan pilihan yang tepat, karena orang lokal akan lebih memilih untuk naik kapal Ferry Funka yang berangkat malam dari Kupang dan tiba di Pulau Sabu pagi. Karena kapal kecil yang akan mengantar dari Pulau Sabu ke Pulau Raijua adanya pukul sepuluh pagi. Kala…

Definisi orang baik, dari alm Sri Wahyuningsih Djangko

"Mims, ngana kita mo tarek jadi informasi wa.. (Mim, kamu aku rekrut jadi bagian informasi ya)" ujarnya suatu hari. Kalimat tersebut menjadi awal dari pengalaman kelas sebelas ku yang penuh dengan kesibukan non-akademis. Berorganisasi di OP (Organisasi Pelajar, atau OSIS) sambil berjibaku dengan lomba-lomba debat bersama klub debat.

Entah apa yang membuatnya menarikku sebagai anggotanya di Sekbid Informasi, tapi yang jelas ku bersyukur sekali bisa dipilih sebagai partnernya.

"Yuk, torang baku pangge apa e? Dorang bahasa so baku pangge 'aner' ... (Yuk, nama panggilan kita apa nih, anak sekbid bahasa sudah punya panggilan sendiri yaitu 'aner')" kataku di hari yang lain jauh setelah pelantikan. Dari situ tercetus lah nama Parti alias Partner-Informasi. Aku panggil dia dengan Parti, dia panggil ku pun dengan Parti. Panggilan itu bertahan hingga dua belas tahun kemudian, sampai akhir hayatnya.

***

Namanya Yayuk, orang kenalnya dengan nama Yayuk Djangko k…

Pagar Batu dan Rumah Orang Raijua

Pertama kali menjejakkan kaki di Raijua, saya diajak oleh Pak Jesri (Kepala Desa Bellu) untuk ikut mengantar semen naik truk kecamatan ke sisi lain Raijua. Mereka sedang dalam program pembangunan jalan yang didanai oleh pemerintah. Kata Basa (kawan yang setahun tinggal di Raijua untuk Indonesia Mengajar), jalan itu nantinya akan menghubungkan area penghasil rumput laut untuk memudahkan pengangkutan. Kalau di Raijua, mereka menyebut rumput laut sebagai 'agar'.

Saat berkeliling dengan truk itulah saya bisa melihat langsung separuh Raijua, yang didominasi perbukitan dan bebatuan. Saya jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap pagar-pagar batu yang ditumpuk rapi dan mengelilingi tanah-tanah masyarakat yang luas. Ada juga bukit-bukit yang ditengahnya terdapat pagar batu membuat garis lurus memanjang, seolah membagi bukit tersebut menjadi dua bagian. Jika ada terasering di bukit yang curam, maka setiap undakannya pasti disangga dengan batu-batu yang ditumpuk rapi. Rasanya seperti …