Skip to main content

1 Syawal 1441 H

Terbangun pukul tiga pagi, karna lupa matikan alarm sahur.
Kembali tidur lagi, dan baru benar-benar bangun pukul lima pagi.
Solat subuh, lanjut mandi.
Bersiap, setrika baju yang sudah pernah di setrika tapi kusut lagi karna terlipat, sebelum mendapati pesan singkat:
“Mbak aku gajadi solat id di sebelah,, anakku nangis terus”
Baik.. tidak ada teman untuk pergi sama-sama, ku urungkan niat tuk solat berjamaah.
Sambil menunggu waktu solat, ku buka laptop.
Facetime pakai laptop lebih enak.
Call my Taurean sister tercinta
Ajak battle maen Magic Tiles 3
Katanya “solat dulu nanti ketagihan”
Ku insist dan dia manut
Haha

Lepas main, solat sebentar, berdoa, lalu facetime lagi.
Dilanjutkan dengan beberapa video call, zoom call, dan lain sebagainya sampai tetangga dari dua rumah sebelah mengirimi pesan singkat
“Kok belum ke sini? Ditunggu loh”
Wah iya..
Ku paling anti membuat orang menunggu.
Tanpa pikir panjang segera berganti baju, dandan sedikit lalu melesat.
Lupa bahwa ada mail blast yang harus dikirim.
Makan ketupat, opor, grecek., 
Disambangi beberapa tetangga lain, obrol seru di depan pagar.
Seputaran covid nineteen.
Kembali ke dalam, selesaikan makan,
Keluar lagi menyambangi yang tertua di blok,
Makan lagi,
Ngobrol
Dan terus ngobrol sampai lewat tengah hari
Sebelum ku pamit pulang karna sudah kehabisan energi.
Sampai di rumah, langsung solat dan tidur pulas hingga satu setengah jam kemudian.
Benar-benar pulas dan hanya suara hujan yang bisa membuat ku benar-benar bangun.
Solat lagi,
Sadar kalau mail blast belum terkirim
Buru-buru buka laptop.
Kirim mail blast
Membersihkan sampah-sampah digital
Bergaul bercengkrama melalui fitur chat dengan orang-orang yg berada di list teratas.,
Sesaat sebelum azan berkumandang,
Ku keluar kamar hendak menyalakan lampu teras..
Masya Allah langitnya..
Indah ku kejar keluar rumah.
Berganti baju seadanya menuju portal pembatas
Menjepret satu dua gambar langit, terutama di bagian Gunung Salak yg tertutup awan dengan sangat cantik
Cantik..

Tapi cantik itu tidak berguna kalau tidak punya adab.
Etika dan manner adalah kunci yang menjadikan perempuan punya harga diri.
Berbicara dengan santun pada yang lebih tua,
Tidak memandang rendah orang lain
Tidak menganggap diri sendiri lebih baik dari orang lain.
Berhenti berprasangka karna dunia bukan hanya tentang dirinya saja.
Menyapa dengan panggilan yang mengandung rasa hormat.

Sederhana sekali.
Sesederhana tahu diri, ketika seseorang mulai berbahasa santun, adalah mengindikasikan lakunya yang sudah jauh dari santun. 

***
Bogor, 24 Mei 2020
1 Syawal ku bahagia..
Semoga Syawalku juga

Comments

Popular posts from this blog

Travel Through Time to Raijua

Menuju Raijua.. bahkan perjalanannya adalah petualangan tersendiri. Kamu harus terbang ke Kota Kupang (atau Waingapu), tapi saya memilih Kupang, lalu berlayar dengan kapal cepat selama 5-7 jam untuk menuju Pulau Sabu. Sebenarnya ada beberapa pilihan untuk ke Pulau Sabu dari Kupang, yaitu dengan naik pesawat Susi Air selama kurang lebih 55 menit dengan harga sekitar 1,3 juta, atau naik kapal Ferry lambat dengan waktu tempuh selama 12-13 jam seharga Rp 80 - 120rb per orang, atau naik kapal Ferry cepat yang berangkatnya malam dan sampai di Pulau Sabu pagi (jadi kurang lebih 8 jam juga). Kapal cepat harganya berkisar di 200rb-an, saya sendiri memilih naik kapal Cantika Express kelas VIP seharga Rp 262 ribu. Di dalam kelas VIP Kapal Express Cantika, tapi jendelanya terlalu tinggi untuk bisa duduk lihat laut Tenang, ada jaket keselamatan. Tadinya saya mau bawa sendiri karena takut menyeberang selama tujuh jam. Tapi rupanya yang harus lebih dikhawatirkan itu menyeberang dua jam

Back to my nir-faedah kinda post.

I was on page 184 when a good friend of mine texted and she suddenly poured her mental state. I was frozen for a moment before picking up my self and texted her back with some rational-encouraging words that I wish could help. This is a tough time for us, especially her, with all burden on her shoulder and the recent loss that we've experienced. It's not easy and never getting any easier, so we just have to face it now, embrace the fact that she's gone and feel the stings for a couple years. I finished two books today, one that I read from weeks ago, and one that I just read and not really have much information that I need. When I decided to go on the third book, only when I was halfway distractions started to come. Alright, I put my book aside and try to attend to the only thing I should attend: life. It's been a week since I shut myself in the house. Not going outside, let alone spoke to another human being. I feel weird doing that especially when I used to talk

About being a strong woman.,

My product(s) are a means to show people that we could and should be happy in wherever we are, in whatever the circumstances. As a single person battling with all the worryness of who am I gonna end up with while dealing with work and life, I must admit that I am strong enough to do it all alone. Including being obedient to difficult father and grandfather. I am strong. But at the end of the day, when I got home after a very long Sunday and clean my self with cold water.. I still wish that I have somebody in this house... to open the hair serum for me. :( Kenceng banget 15 menit nyoba buka tutupnya gabisa2