Skip to main content

Oooooppssss...... 🙊

Sebagai orang yang pernah egois, dicintai tapi tidak mau mengerti, dikasihi tapi tidak pernah mau mengalah, aku bisa paham sekali tentang emosi.

Biarlah yang lalu tetap jadi lalu, yang pernah kubuat sakit hati, I sincerelly apologize. Maafkan jika pernah ada dalam tulisan ini yang menyakitkan hati mereka yang pernah mampir. Itu ku tulis simply untuk membuat diriku sendiri supaya bisa feeling better tanpa mempertimbangkan kemungkinan yang bersangkutan akan mampir ke sini.

Kalau nanti suatu waktu ku scroll tulisan lamaku dan mendapati ada konten negatif yang menyinggung, pasti akan kuhapus. Kalimat klise ini berlaku di sini; it’s not you, it’s me. Orang yang berkata hal buruk tentang orang lain, biasanya karena itulah yang dia rasakan terhadap dirinya sendiri. Insecurity bisa se-membunuh karakter itu sih, and I don’t wanna carry any hatred in my heart. So.. yeah.. for that.. I sincerelly apologize.

Karena..
Belakangan ini ku belajar banyak tentang menyalurkan hanya energi positif saja, dan betapa menakjubkan rasanya ketika energi itu datang kembali ke kita. Nagih sih..

So on this day forward, I’m just gonna write something good, something berfaedah, karna kuingin menginspirasi sebagaimana hari ini aku menginspirasi Ka Nita dengan sertifikat time out nya di ig story 🤣.

Anyway.,
Hujan sehariaaan., tapi masih sempet jemur baju 1 batch tadi pagi. Tadinya udh mau giling batch ke-dua, tapi matahari keburu mundur teratur. Baiklah. Seenggaknya hari ini gak lagi buru-buru lari buat mindahin jemuran dan kepeleset di depan pintu. 😌

***
Apakah yang menarik hari ini?

Hmm lemme think..

Selain hari ini home office (which.. isn’t special at all karna corona ataupun tidak corona ku sangat rajin home office), masak cumi dan sayur oyong, trus haha hihi dengan penghuni whatsapp.. udah sih itu doang.
Mau cerita kemarin Bandung, tapi terlalu seru utk ditulis. Bisa-bisa tiap kalimat udh beda ceritanya saking banyaknya yang mau diceritain.
Mmm mungkin mau cerita kalau hujan seharian jadi cita-citanya aku mau tidur tanpa ac tapi tiba-tiba banyak nyamuk yang walaupun udh nge diffuse YL lavender ttp aja nyamuknya terbang ke sana sini.. jadi akhirnya terpaksa nyalain ac lagi padahal di luar masih hujan.
Eh tapi ga penting juga.

Yaudahlah ya.,
Mungkin hari-hari ini tidak banyak hal penting untuk ditulis.
Tapi biar gak pada kangen, ya aku nulis. 🤣

***
Bogor, 16 Maret 2020
Iya aku pernah egois, dan ku belajar dari kesalahan itu.
Iya aku pernah rapuh, tapi ku belajar untuk menyusun diriku sendiri.
And I promise you now, org yg sedang kubangun sekarang ini, adalah orang baru yang anti negatif negatif club.
People made mistakes, dan aku belajar dari SEMUA kesalahan itu.
Karena satu per satu semesta menghadirkan orang-orang yang jadi cerminan diriku yg dulu untuk kemudian bikin aku ngebatin ‘oalah so this is what they felt about me’ 😆😑.
I appreciate those who stay, y’all be forever in my heart, on top of my list that whenever you need me, I’LL BE THERE FOR YOUUU

Comments

Popular posts from this blog

Travel Through Time to Raijua

Menuju Raijua.. bahkan perjalanannya adalah petualangan tersendiri. Kamu harus terbang ke Kota Kupang (atau Waingapu), tapi saya memilih Kupang, lalu berlayar dengan kapal cepat selama 5-7 jam untuk menuju Pulau Sabu. Sebenarnya ada beberapa pilihan untuk ke Pulau Sabu dari Kupang, yaitu dengan naik pesawat Susi Air selama kurang lebih 55 menit dengan harga sekitar 1,3 juta, atau naik kapal Ferry lambat dengan waktu tempuh selama 12-13 jam seharga Rp 80 - 120rb per orang, atau naik kapal Ferry cepat yang berangkatnya malam dan sampai di Pulau Sabu pagi (jadi kurang lebih 8 jam juga). Kapal cepat harganya berkisar di 200rb-an, saya sendiri memilih naik kapal Cantika Express kelas VIP seharga Rp 262 ribu.



Sebetulnya pilihan saya itu bukan pilihan yang tepat, karena orang lokal akan lebih memilih untuk naik kapal Ferry Funka yang berangkat malam dari Kupang dan tiba di Pulau Sabu pagi. Karena kapal kecil yang akan mengantar dari Pulau Sabu ke Pulau Raijua adanya pukul sepuluh pagi. Kala…

Definisi orang baik, dari alm Sri Wahyuningsih Djangko

"Mims, ngana kita mo tarek jadi informasi wa.. (Mim, kamu aku rekrut jadi bagian informasi ya)" ujarnya suatu hari. Kalimat tersebut menjadi awal dari pengalaman kelas sebelas ku yang penuh dengan kesibukan non-akademis. Berorganisasi di OP (Organisasi Pelajar, atau OSIS) sambil berjibaku dengan lomba-lomba debat bersama klub debat.

Entah apa yang membuatnya menarikku sebagai anggotanya di Sekbid Informasi, tapi yang jelas ku bersyukur sekali bisa dipilih sebagai partnernya.

"Yuk, torang baku pangge apa e? Dorang bahasa so baku pangge 'aner' ... (Yuk, nama panggilan kita apa nih, anak sekbid bahasa sudah punya panggilan sendiri yaitu 'aner')" kataku di hari yang lain jauh setelah pelantikan. Dari situ tercetus lah nama Parti alias Partner-Informasi. Aku panggil dia dengan Parti, dia panggil ku pun dengan Parti. Panggilan itu bertahan hingga dua belas tahun kemudian, sampai akhir hayatnya.

***

Namanya Yayuk, orang kenalnya dengan nama Yayuk Djangko k…

Pagar Batu dan Rumah Orang Raijua

Pertama kali menjejakkan kaki di Raijua, saya diajak oleh Pak Jesri (Kepala Desa Bellu) untuk ikut mengantar semen naik truk kecamatan ke sisi lain Raijua. Mereka sedang dalam program pembangunan jalan yang didanai oleh pemerintah. Kata Basa (kawan yang setahun tinggal di Raijua untuk Indonesia Mengajar), jalan itu nantinya akan menghubungkan area penghasil rumput laut untuk memudahkan pengangkutan. Kalau di Raijua, mereka menyebut rumput laut sebagai 'agar'.

Saat berkeliling dengan truk itulah saya bisa melihat langsung separuh Raijua, yang didominasi perbukitan dan bebatuan. Saya jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap pagar-pagar batu yang ditumpuk rapi dan mengelilingi tanah-tanah masyarakat yang luas. Ada juga bukit-bukit yang ditengahnya terdapat pagar batu membuat garis lurus memanjang, seolah membagi bukit tersebut menjadi dua bagian. Jika ada terasering di bukit yang curam, maka setiap undakannya pasti disangga dengan batu-batu yang ditumpuk rapi. Rasanya seperti …