Skip to main content

Dear Kak Mantan..

Oh.. Hi, there you come again. Rupanya orang-orang kantor masih sayang sama kamu, ya Kak. Walaupun mereka tahu se-nangis apa aku waktu itu, tapi mereka masih se-baik itu untuk tidak membiarkan kamu merasa terasing di grup yang aku adminin.

Hi, Kak apa kabar?
Tulisan ini bukan karena aku kangen loh ya, apalagi mengharap kamu kembali. Sungguh tidak sama sekali. Aku cuma terharu kemarin kamu muncul lagi, masih bisa ber-haha hihi dengan kawan-kawan lamamu, yang aku tahu pasti kamu kangen sama mereka. Terus udah mah kamu muncul lagi yah, malemnya di tonight show bintang tamunya pake baju yang ngingetin aku ke mantan kamu yang itu. Model kerudungnya dia dulu waktu awal-awal pake jilbab mirip sama yang dipake Inka Christy kemarin malam. Trus wajahnya juga rada mirip-mirip gimana gitu. Makanya aku keinget lagi.

Tapi aku gak akan mau nge-chat atau berkontak langsung. Seperti halnya chat mu terakhir waktu aku masuk rumah sakit empat tahun lalu yang sampai sekarang gak aku balas, karena buatku, sekali udah ya udah. Makanya aku nulis di sini aja,. somehow aku ngerasa, kamu masih berkeliaran di sekitar sini, entah itu kamunya langsung atau mungkin orang lain yang ada di dekatmu.

So how's marriage life? Apakah seindah yang kamu bayangkan dulu? Enggak ya? Lebih indah. Alhamdulillahh..

Aku pun senang kamu bisa membahagiakan seorang perempuan dengan sebegitu bahagia. Aku doakan, semoga kalian bisa terus sama-sama, utuh berdua dengan dikaruniai keturunan yang membahagiakan.

Maaf ya kalau dulu, atau beberapa bulan lalu, ada postinganku yang jahat banget. Yang nulis semua hal buruk tentang kamu. Sampai sekarang juga aku masih cari tulisan-tulisan lain yang ada kejelekan kamunya, untuk kuhapus-hapusin.

Aku banyak belajar sekarang, kak. Sejak itu aku mengerti banyak hal. Aku mengerti cara kamu dulu sayang sama aku, yang selalu aku tuntut dengan cara berbeda. Aku mengerti kalau aku sama sekali tidak tahu apa-apa tentang cinta, yang ku pikir aku tahu dengan nulis hal-hal romantis tentang kamu, atau selalu nyiapin kado ulang tahun buat kamu, padahal itu bukan cinta. Iya, memang benar. Egois sekali aku dulu, dan untuk itu, aku menyesal dan minta maaf sama Tuhan. Aku tidak menafikkan kalau ada orang bilang aku egois, buktinya, bahkan sampai hari ini pun aku masih saja egois.

Hari ini, aku baru dibikin kesal sama orang, Kak. Tapi setelah beberapa jam lewat, baru aku sadar, kalau yang salah itu aku. Jadi kan aku minta tolong dia desainin buat iklan training yang mau aku bikin, penting banget training itu buat aku kan kaak, trus orangnya udah mau desainin dari lima hari lalu. Tapi waktu itu aku ripuh banget, ngejar-ngejar kereta, hampir ketinggalan, trus training hari pertama sampe jam sepuluh malam. Yang mau ngedesain tuh udah siap dan udah minta bahan. Aku malah sibuk training, sambil mikir ya training yang mau diiklanin juga belum tentu bakal diterusin dengan adanya corona. Padahal mah kirim aja bahannya, biarin dia desain dulu, nanti kalau ubah tanggal kan bisa minta tolong siapa di kantor yang bisa buka aplikasi corel. Aku terlalu sibuk dengan diriku sendiri sampai lupa kalau orang yang ngedesain ini juga punya kehidupan, punya kerjaan lain, punya deadline lain yang harus dia penuhi. Segitu udah bagus kemarin aku minta satu desain dia langsung bikinin sampe jadi. Yang awalnya aku kesel sekarang nyesel......

Dulu juga aku sering begini kan ya kak, sering aku yang salah, aku yang marah, tapi gak mau minta maaf. Iya emang egois banget akutuh.

Makanya aku bersyukur banget kamu sudah dapat pendampingmu yang lebih baik untukmu,. kurasa dia jauh lebih sabar, dewasa, lebih bisa manjain kamu, dan memenuhi semua kriteria kamu tentang pendamping hidup yang mandiri dan bisa apa-apa sendiri. Salah sih aku dulu sempet nyama-nyamain karakternya dengan karakter ku yang dulu yang waktu awal-awal kita pacaran. Mungkin iya ada kesamaannya dikit kalau dilihat hanya dari postingan instagram dan cara bikin caption, tapi ya itu hanya sepersekian lah, gak menggambarkan keseluruhan. Dia pasti punya keunikan dan kebaikannya sendiri yang aku gak punya, dan aku pun begitu. Kalau menurutmu dia jauh lebih baik ya silakan, gak perlu juga aku nyama-nyamain atau berusaha menyetarakan standarku dengan dia, karena kita punya jalur dan standar masing-masing.

Isi blog ini memang kebanyakan tentang marah dan sedih, karena di dua emosi itulah aku bisa nulis dengan lancar. Kalau lagi happy susah sekali mau duduk ngetik. Makanya maafkan kalau banyak isi postingan di sini yang kalau ada kamunya tentang yang jelek-jelek doang. Padahal banyak kok kebaikanmu yang seharusnya layak dikenang. Ya salah satunya itu, kamu bisa hadir di hidup seseorang, dan menjadikan dirimu sendiri sebagai kado terindah buat orang itu. Mungkin itu yang dirasakan istrimu sekarang.

Walaupun begitu, aku gak akan bisa berteman dengan mu, Kak. Gak bisa kita ber haha-hihi seperti yang kamu lakukan dengan mantanmu yang dulu. Selain karena.. buat apa juga.. aku pun yakin pasti itu akan bikin istrimu cemburu. Mungkin dia memang tidak akan bilang dia cemburu, tapi pasti ada di hatinya perasaan insecure dan mulai membanding-bandingkan, dan perlahan tapi pasti itu akan menggerogoti rasa kepercayaan dirinya. Trust me, itu terjadi di aku waktu dulu kamu dengan si mantan yang satu lagi.

Lima tahun waktu yang kita jalani sama-sama, buat aku sekarang nyaris tidak berbekas. Aku bisa nongkrong di rumah makan tempat dulu kita mau menikah tanpa sedikit pun rasa sedih karena pernah berencana menghias balkonnya dengan lampion warna-warni. Kalau teringat ya pastilah ingat, gak mungkin semudah itu bisa lupa. Yang jadi soal kan bukan ingatannya, tapi emosi yang timbul saat merespon ingatan itu.

Lewat tulisan ini, aku juga mau berterima kasih.
Terima kasih karena sudah menunjukkan ke aku caranya menyayangi, mengalah, dan aku baru tahu sekarang betapa dua hal itu tidak akan pernah benar-benar dilakukan kalau orang itu serius mencintai kita. Akunya aja yang terlalu sibuk melihat ke atas, menuntut untuk dicintai dengan cara berbeda, tapi sekarang aku mengerti. Kamu waktu itu sudah ada di level aku yang sekarang, sedangkan aku masih jauh di bawah, dan butuh lima tahun untuk aku bisa sampai di levelmu yang ini.

Terima kasih karena dulu kamu tidak pernah menyerah, sesulit apapun aku dihadapi, kamu selalu sabar. Mungkin itu memang super power yang kamu punya; sabar. Dan dengan itu pula Allah uji kamu untuk setiap apa yang ingin kamu dapatkan sekarang, aku turut bantu doa dari sini supaya impianmu lekas terwujud.

Maafkan tulisan ku kalau pernah menyakiti perasaan kamu, yang soal level kesadaran - perubahan - dan segala macemnya, I was young, and stupid, dan aku belajar untuk tidak lagi menjadi egois.

Dari kamu, aku belajar banyak hal. Dan aku juga percaya bahwa setiap orang yang melintas di hidup kita, itu karena dia membawa tujuannya masing-masing. Tujuan mu di hidupku sudah kamu tunaikan dengan mengenalkan aku ke pekerjaan yang sekarang aku cintai, dan tujuanku di hidup mu.. mungkin bisa jadi untuk memisahkan kamu dengan mantanmu yang itu, supaya kamu bisa jadi anugerah terindah untuk perempuan yang sangat mencintaimu sekarang. Jujur ya aku sampai sekarang masih merasa bersalah pernah memisahkan kalian berdua, bahkan di detik terakhir waktu kamu iseng mencoba ngelamar dia lewat chat facebook, juga aku gagalkan. Padahal kayaknya kakak itu juga mau lagi sama kamu. Tapi aku kan dulu ga tega ya denger gimana kamu ngejar-ngejar dia, daripada kamu se-bucin itu tapi dianya se-dingin itu, mending kamu sama aku yang jelas-jelas bisa lebih sayang ke kamu dari dia. Makanya sekarang tahu kamu punya istri yang lebih sayang lagi ke kamu ya aku bisa bilang kalau aku lega lah.. am happy for you, tho.

Doain ya kak biar aku juga bisa menemukan orang yang bisa mengimbangi aku. Kalau kamu kan memperlakukan aku kayak anak kecil, makanya aku manja dan egois gak ketulungan, jadi aku sekarang berharap dapat orang yang bisa memperlakukan aku layaknya perempuan dewasa, karena sekarang.. aku bisa packing sendiri. Packing ringkas pula. Kita gak pernah bisa jadi teman sejak dulu, makanya sekarang aku berharap bisa dapat pasangan yang juga bisa jadi teman. Dulu kan kamu roaming kalau aku ajak maen kaskus, kamu gak twitteran, kamu juga gak terlalu suka nonton film. Apalagi soalan lagu, beda banget kan selera musik kita. Memang sih, kalau beda itu lebih berirama, tapi aku butuh partner yang bisa nyanyi bareng kalau roadtrip panjang kayak Bogor-Yogya gitu. Makanya bagus kan kita gak bareng-bareng. Lebih bagus lagi kan kamu bisa dapet orang yang mencintai perbedaanmu dengan dirinya. Pokoknya itu semua Allah sudah atur.

Oiya, satu lagi.
Kamu harus tahu bahwa tidak selalu terbuka itu bagus.
Kamu punya masa lalu, dan istrimu pun begitu. Tidak perlu diceritakan tentang siapa-siapa saja perempuan yang pernah hadir di hatimu. Please for the love of God, jangan pernah ceritakan apa-apa tentang mereka (kami) ke dia. Meskipun dia bilang 'gapapa aku pingin tahu' 'gak kok aku gak cemburu', please jangan.
Karena aku tahu bagaimana tidak mampu-nya kamu me-manuver perempuan yang sudah kehilangan rasa percaya dirinya ketika membandingkan dirinya sendiri dengan mantan-mantanmu. Aku tahu kamu bangga pernah pacaran dengan sang dokter, atau siapa tuh yang cantik banget yang nikah sama polisi. Kamu selalu cerita tentang mereka seolah itu tidak menyakiti perasaanku. Tapi gak perlu kamu cerita-ceritain ke dia.

Bye, Kak.
Aku harap ini tulisanku yang ada kamu-nya yang terakhir.
Thanks for the memories
(and the lessons)

ciao
***

Bogor, 17 Maret 2020

Comments

Popular posts from this blog

Travel Through Time to Raijua

Menuju Raijua.. bahkan perjalanannya adalah petualangan tersendiri. Kamu harus terbang ke Kota Kupang (atau Waingapu), tapi saya memilih Kupang, lalu berlayar dengan kapal cepat selama 5-7 jam untuk menuju Pulau Sabu. Sebenarnya ada beberapa pilihan untuk ke Pulau Sabu dari Kupang, yaitu dengan naik pesawat Susi Air selama kurang lebih 55 menit dengan harga sekitar 1,3 juta, atau naik kapal Ferry lambat dengan waktu tempuh selama 12-13 jam seharga Rp 80 - 120rb per orang, atau naik kapal Ferry cepat yang berangkatnya malam dan sampai di Pulau Sabu pagi (jadi kurang lebih 8 jam juga). Kapal cepat harganya berkisar di 200rb-an, saya sendiri memilih naik kapal Cantika Express kelas VIP seharga Rp 262 ribu.



Sebetulnya pilihan saya itu bukan pilihan yang tepat, karena orang lokal akan lebih memilih untuk naik kapal Ferry Funka yang berangkat malam dari Kupang dan tiba di Pulau Sabu pagi. Karena kapal kecil yang akan mengantar dari Pulau Sabu ke Pulau Raijua adanya pukul sepuluh pagi. Kala…

Definisi orang baik, dari alm Sri Wahyuningsih Djangko

"Mims, ngana kita mo tarek jadi informasi wa.. (Mim, kamu aku rekrut jadi bagian informasi ya)" ujarnya suatu hari. Kalimat tersebut menjadi awal dari pengalaman kelas sebelas ku yang penuh dengan kesibukan non-akademis. Berorganisasi di OP (Organisasi Pelajar, atau OSIS) sambil berjibaku dengan lomba-lomba debat bersama klub debat.

Entah apa yang membuatnya menarikku sebagai anggotanya di Sekbid Informasi, tapi yang jelas ku bersyukur sekali bisa dipilih sebagai partnernya.

"Yuk, torang baku pangge apa e? Dorang bahasa so baku pangge 'aner' ... (Yuk, nama panggilan kita apa nih, anak sekbid bahasa sudah punya panggilan sendiri yaitu 'aner')" kataku di hari yang lain jauh setelah pelantikan. Dari situ tercetus lah nama Parti alias Partner-Informasi. Aku panggil dia dengan Parti, dia panggil ku pun dengan Parti. Panggilan itu bertahan hingga dua belas tahun kemudian, sampai akhir hayatnya.

***

Namanya Yayuk, orang kenalnya dengan nama Yayuk Djangko k…

Pagar Batu dan Rumah Orang Raijua

Pertama kali menjejakkan kaki di Raijua, saya diajak oleh Pak Jesri (Kepala Desa Bellu) untuk ikut mengantar semen naik truk kecamatan ke sisi lain Raijua. Mereka sedang dalam program pembangunan jalan yang didanai oleh pemerintah. Kata Basa (kawan yang setahun tinggal di Raijua untuk Indonesia Mengajar), jalan itu nantinya akan menghubungkan area penghasil rumput laut untuk memudahkan pengangkutan. Kalau di Raijua, mereka menyebut rumput laut sebagai 'agar'.

Saat berkeliling dengan truk itulah saya bisa melihat langsung separuh Raijua, yang didominasi perbukitan dan bebatuan. Saya jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap pagar-pagar batu yang ditumpuk rapi dan mengelilingi tanah-tanah masyarakat yang luas. Ada juga bukit-bukit yang ditengahnya terdapat pagar batu membuat garis lurus memanjang, seolah membagi bukit tersebut menjadi dua bagian. Jika ada terasering di bukit yang curam, maka setiap undakannya pasti disangga dengan batu-batu yang ditumpuk rapi. Rasanya seperti …