Skip to main content

Save it for a rainy day??? Nih makan!

Miring. Bodoamat
Gw lagi ngunyah burger pas Vincent bilang “kalo sekolah di pesawat tu gimana boleh ga? Misal gurunya dibawa ke dalem gitu” padahal yg lagi dibahas adalah tentang sekolah penerbangan supaya bisa nerbangin pesawat. Hampir keselek dan gabisa nelen gara-garanya. Habis nelen baru deh ketawa ngakak.

Alhamdulillah.. ada juga yang bisa bikin ketawa hari ini. Setelah pagi yang bikin pusing soal team arrangement yang.. entah kenapa orang susah banget mau nge loop email. Padahal ga bayar juga.. trus panjang lebar dijelasin dengan kalimat tiga paragraf di grup whatsapp yang intinya biar nanya dulu.. 😌 men.. nanya sama di loop kan gampangan nge loop ya. Gw si kesel kalo bolak balik ditanya. Tapi yasudahlah. Orang beda-beda, kita ikuti saja.
Itu satu. Dua.. urusan tegur menegur. Tiga urusan hari H yang semakin dekat, time is ticking, tapi peserta sepi sepi aja. Ini yang paling bikin nervous habis sampe susah makan. Empat, orang yang gak pernah mengindahkan permintaan gw dan selalu menjadikan gw nomor sekian yang requestnya bisa disela kapan saja. Sedih si.. tapi ya mau gimana. Kalau misal gw bisa bikin sendiri ya bikin sendiri. Kalau bikin peta semudah jatuh cinta sih yaa...

***
Tulisan kali ini akan sangat random karna sumpah mood saat musim penghujan itu fragile sekali. Seperti lampu kristal diterbangin ke India. Mesti dibungkus berlapis-lapis.
Empat hari sudah gw tidur tanpa AC.. ini juga Alhamdulillah sih. Udah gitu masih mesti pakai selimut. Di rumah yang sekarang, tidur tanpa AC itu seperti kemustahilan yang nyata.. bahkan kalau hujan-hujan biasa aja pun tetap pakai AC. Minggu ini cuaca lagi agak mendung.. sedih mungkin dengan kelakuan orang jaman sekarang.

Ada orang meninggal, mereka malah nge tag akun instagramnya dengan foto atau video narsis mereka. Dengan akting yang jelek super jelek. Atau lebih parahnya.. jualan!! Ya Allah kok orang gak punya hati banget ya, tega gitu nge tag orang yang lagi meninggal..
Gw ga habis pikir.. seperti apa thought process dari orang yang ngetag orang meninggal di video yang dia post tiga bulan lalu! Ketauan banget aji mumpung kalo bagian tagged photo itu bakal diliat orang, dan dia.. ah sudahlah. Valentine memang bukan budaya kita. Budaya kita adalah ngetag video tiktok alay jijik ke akun orang meninggal.

***
Oiya satu lagi soalan yang bikin kesal; saat teguran yang dilayangkan atas bahan iklan yang gw bikin direspon oleh orang yang berpikir dia berhak merespon atau bertanggung jawab. Sebenarnya bagus sih inisiatifnya, tapi dia salah. Pertama dia salah karna minta maaf, karna gw berprinsip kuat bahwa minta maaf hanya untuk kasus yang kita memang salah, dan menyakiti orang lain. Kalau cuma salah tulis dan tidak menyinggung sih diralat saja. Kedua, dia minta maaf on my behalf. Ini gw pengen teriak rasanya. I CAN SPEAK FOR MYSELF, THANKS! Gak perlulah orang minta maaf on my behalf. Gw akan lakukan sendiri kalau memang gw salah dan orang itu pantas menerima permohonan maaf gw. Ketiga, dia salah tangkap. Hal yang dia minta maafin bukanlah kesalahan yang gw bikin. Jadi udah minta maaf, salah pula.
Tapi gapapa. Maksudnya baik. Niatnya baik. Kita harus hargai.
Walau memang gak semua niat baik itu berujung baik.

Belum selesai sampai di situ, sepulang ke rumah sore-sore, gw dapati pakcoy kecil muda mulus gw lagi ditiban sama siput. Asli itu gw kesel. Akhirnya terungkap sebab pakcoy gede gw yang mekar nyaris sempurna hilang gitu aja. Pakcoy muda gw ini tadi siang sebelum berangkat sempat gw tengok dan gw tatap dengan penuh sayang. Suka banget liat daunnya yang masih warna ijo muda.. mulus pula. Pulang-pulang dia udah tinggal separuh dengan sisi daun bergerigi. 😭

Which.. remind me again to Bunga Citra Lestari. Dia baru pulang jam 2 pagi waktu suaminya meninggal jam 3 pagi. 1 jam terakhir dia habiskan untuk bersihin muka dan balesin email kerjaan.. lalu suaminya sudah gak ada. Jujur ya gw sedih banget dengan kepergian almarhum. Sedih liat Bunga dan anaknya. Sambil berdoa dalam hati, semoga ini jadi titik balik buat Bunga. Kalau dia benar cinta sama suaminya, biar dia mencintai dengan cara yang benar. Memang manusia bukan tempat menghakimi salah benar, tapi manusia dibekali buku panduan. Dalam kitab tertera jelas bahkan tanpa tafsir pun bisa dimengerti bahwa menutup aurat adalah salah satu kunci ketaatan. Dan istri adalah tanggung jawab suami, maka suami akan ditanyai tentang dosa istri. Seberat itu tanggung jawab seorang suami..

Jadi semoga Bunga setelah ini mencintai Ashraf dengan sebenar-benarnya cinta, dengan tidak membebani jalannya. Selama kepercayaan yang dia anut adalah Islam, suka atau tidak begitulah aturan yang berlaku dan tidak ada excuse dalam pelaksanaannya. Terlepas dari pikiran orang tentang hak asasi dan kebebasan berekspresi. Bagi seorang muslim, tidak ada bebas yang benar-benar bebas selama masih di dunia. Dan muslim, tidak akan menginginkan kebebasan di dunia karna dia tahu ini cuma sementara. Bebas yang paling lapang adalah di sana nanti.. tempat di mana rasa sedih dan sepi tidak ada lagi.

***
Ini tanggal cantik, dan Bogor hujan seharian.
Ada bunyi rintik, yang aku dengar sendirian.

Ea.

***
Bogor, 20-02-2020
Tanggal cantik ternyata bukan berarti lu bakal ditembak. Apalagi dilamar.
Yowess

Comments

Popular posts from this blog

Travel Through Time to Raijua

Menuju Raijua.. bahkan perjalanannya adalah petualangan tersendiri. Kamu harus terbang ke Kota Kupang (atau Waingapu), tapi saya memilih Kupang, lalu berlayar dengan kapal cepat selama 5-7 jam untuk menuju Pulau Sabu. Sebenarnya ada beberapa pilihan untuk ke Pulau Sabu dari Kupang, yaitu dengan naik pesawat Susi Air selama kurang lebih 55 menit dengan harga sekitar 1,3 juta, atau naik kapal Ferry lambat dengan waktu tempuh selama 12-13 jam seharga Rp 80 - 120rb per orang, atau naik kapal Ferry cepat yang berangkatnya malam dan sampai di Pulau Sabu pagi (jadi kurang lebih 8 jam juga). Kapal cepat harganya berkisar di 200rb-an, saya sendiri memilih naik kapal Cantika Express kelas VIP seharga Rp 262 ribu.



Sebetulnya pilihan saya itu bukan pilihan yang tepat, karena orang lokal akan lebih memilih untuk naik kapal Ferry Funka yang berangkat malam dari Kupang dan tiba di Pulau Sabu pagi. Karena kapal kecil yang akan mengantar dari Pulau Sabu ke Pulau Raijua adanya pukul sepuluh pagi. Kala…

Definisi orang baik, dari alm Sri Wahyuningsih Djangko

"Mims, ngana kita mo tarek jadi informasi wa.. (Mim, kamu aku rekrut jadi bagian informasi ya)" ujarnya suatu hari. Kalimat tersebut menjadi awal dari pengalaman kelas sebelas ku yang penuh dengan kesibukan non-akademis. Berorganisasi di OP (Organisasi Pelajar, atau OSIS) sambil berjibaku dengan lomba-lomba debat bersama klub debat.

Entah apa yang membuatnya menarikku sebagai anggotanya di Sekbid Informasi, tapi yang jelas ku bersyukur sekali bisa dipilih sebagai partnernya.

"Yuk, torang baku pangge apa e? Dorang bahasa so baku pangge 'aner' ... (Yuk, nama panggilan kita apa nih, anak sekbid bahasa sudah punya panggilan sendiri yaitu 'aner')" kataku di hari yang lain jauh setelah pelantikan. Dari situ tercetus lah nama Parti alias Partner-Informasi. Aku panggil dia dengan Parti, dia panggil ku pun dengan Parti. Panggilan itu bertahan hingga dua belas tahun kemudian, sampai akhir hayatnya.

***

Namanya Yayuk, orang kenalnya dengan nama Yayuk Djangko k…

Pagar Batu dan Rumah Orang Raijua

Pertama kali menjejakkan kaki di Raijua, saya diajak oleh Pak Jesri (Kepala Desa Bellu) untuk ikut mengantar semen naik truk kecamatan ke sisi lain Raijua. Mereka sedang dalam program pembangunan jalan yang didanai oleh pemerintah. Kata Basa (kawan yang setahun tinggal di Raijua untuk Indonesia Mengajar), jalan itu nantinya akan menghubungkan area penghasil rumput laut untuk memudahkan pengangkutan. Kalau di Raijua, mereka menyebut rumput laut sebagai 'agar'.

Saat berkeliling dengan truk itulah saya bisa melihat langsung separuh Raijua, yang didominasi perbukitan dan bebatuan. Saya jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap pagar-pagar batu yang ditumpuk rapi dan mengelilingi tanah-tanah masyarakat yang luas. Ada juga bukit-bukit yang ditengahnya terdapat pagar batu membuat garis lurus memanjang, seolah membagi bukit tersebut menjadi dua bagian. Jika ada terasering di bukit yang curam, maka setiap undakannya pasti disangga dengan batu-batu yang ditumpuk rapi. Rasanya seperti …