Skip to main content

Gosip artis atau siapa saja

Kupernah bertanya-tanya sendiri, kenapa channel tv kalo jam makan siang tu nayanginnya gosip. Walaupun kutahu secara teori, itu jam istirahat, enak duduk sambil makan dan ngomongin orang.. but I never really get the feeling of why do people need it so much.

Sampai hari ini...
Dari pagi bangun tidur kusudah langsung duduk di kursi panas. Laptop di depan, kopi di sebelah kanan, dua biji donat kentang di sebelah kiri. Langsung ngulik data sekian kabupaten dan puluhan kecamatan demi menjawab satu pertanyaan dari Quality Panel HCVRN.

Hal ini sudah berlangsung dari kemarin, makanya pas jam makan siang tadi rasa bosannya benar-benar terasa. Sebelum masak buat makan siang, kuputuskan tuk rebahan sebentar. Nengok hape yang gak ditengok dari pagi.

Scrolling..
Scrolling..
Scrolling..

Gak ada yang menarik. Ig isinya bayi semua, facebook ga jelas dan twitter.. well.. isinya orang marah dan saling cerca semua. Oh how I miss the old twitter.. twitter yang empat tahun lalu ditinggalkan penghuninya, dan kubalik lagi ke sana karna habis putus.. dan yg melintas di feed kalo bukan update-an otomatisnya kompas, detikcom, atau tvone.

Akhirnya kuputuskan ke youtube.
Tapi gak selera banget liat isi youtube. Otakku tentu menolak ceramah TED talk., apalagi talkshow robot robot.. apalagi ceramah agama.. pingin yang receh dan menggelitik kalbu..

Dan disitulah kubuka laman trending. Dan tadaa..
Syahrini pakai sepatu ke dalam rumah BCL ada di urutan tiga.
Kutonton..
Eh enak..

Lanjut..
Laudya Cintya Bella hapusin foto suami dan unfollow ig nya..
Dian Sastrowadoyo anaknya autis dan dia berjuang sendiri membiayai terapi yang mahal itu karna suaminya ga dukung..

Hmm...

Enak.
Oh ternyata itu ya..
Jam 12 bagi pekerja keras adalah jam nya memberhentikan otak secara fungsional.
Kehidupan selebritis adalah cemilan enak untuk otak yang berhenti bekerja.,
Sampai tahu-tahu sudah jam 1 dan kubelum masak apalagi solat zuhur.

***

Urusan romansa dan percintaan insan manusia, memanglah pengalaman paling membahagiakan dan didamba semua orang. Itu bisa jadi anugerah terindah atau musibah terbesar ketika benturan demi benturan harus dihadapi dan gak punya mekanisme perlindungan diri.

Bella menikah dengan pria kaya, mapan, cakep juga, ternyata tidak menjamin dia bahagia dan bisa mendapat ‘teman’ seperti yang dia angankan. Dian Sastro yang punya semua atensi warga +62, menikah dengan pria kaya, tinggi, dan secara fisik tidak kekurangan apapun. Tapi kemudian mereka diuji dengan anak berkebutuhan khusus, dan dua otak manusia yang sama keras ini diadu oleh semesta. Dian tetap memilih melakukan cara yang dia yakini benar, padahal kalau secara Islam, istri gak nurut suami itu dosa besar...

Makanya penting banget menikah dengan orang yang bisa kita percayai keputusannya.. biar gampang gitu nurutnya. Kan susah kalau kita merasa kita lebih pintar dari dia, jadinya apa apa yang dia putuskan kita punya keputusan sendiri.

Dan Bunga..
Well.. kumasih ngepoin mereka hari ini. Adam Sinclair ngepost insta story keluarga besar mereka solat jamaah di rumah Bunga.. kebayang..
Kebayang perasaan hancurnya Bunga, mungkin sampai sekarang dia masih berpikir bahwa suaminya itu cuma pergi bentar doang.. nanti juga pulang lagi. Tapi kemudian dia tersadar kalau suaminya gak akan pernah pulang lagi dan pasti dia nangis tiap kesadaran itu muncul..

Kebayang bagaimana perasaan ibunya Bunga melihat anaknya ditinggal pergi suami begitu cepat.. pasti ibu nya juga gak kalah hancur perasaannya..

Jadi ya,
Buat kalian ni para lelaki., bersyukurlah.
Kalian itu paling bisa membawa arus deras perasaan ke sebuah keluarga yang tidak kalian kenal sebelumnya.
Mulai dari ketika kalian memutuskan melamarnya, pasti keluarga perempuan itu sangat sangat bahagia, lega, dan bersyukur atas kehadiran kalian.
Pun kalau kalian menyakitinya atau mungkin meninggal duluan kayak alm Ashraf,
Gelombang perasaan sedih itu dirasakan dengan sama besar sebagaimana yang keluarga kalian juga rasakan.

Kalau perempuan kayaknya gak akan se dahsyat itu efeknya ke keluarga kalian. Percaya deh.

So...
Siapa kah keluarga beruntung yang akan kamu bahagiakan itu?
I bet she must be very grateful., she’s lucky to have you.

***
Bogor, 23 Feb 2020

Dibalik resep yang sukses pasti ada serangkaian resep gagal yang harus ditelan oleh sang pemasak. Hhaa.
Nyoba bikin makaroni goreng hari ini dan gatot karna capek bo nyemplungin makroninya satu-satu.
Akhirnya direbus dan dikasih saos lafonte kayak biasa, tambahin sosi dan hmm.... ga seenak indomie.. 😭. Kupingin indomie.. atau kalo boleh.. pingin pop mie pedas goreng 😭 besok Senin

Comments

Popular posts from this blog

Travel Through Time to Raijua

Menuju Raijua.. bahkan perjalanannya adalah petualangan tersendiri. Kamu harus terbang ke Kota Kupang (atau Waingapu), tapi saya memilih Kupang, lalu berlayar dengan kapal cepat selama 5-7 jam untuk menuju Pulau Sabu. Sebenarnya ada beberapa pilihan untuk ke Pulau Sabu dari Kupang, yaitu dengan naik pesawat Susi Air selama kurang lebih 55 menit dengan harga sekitar 1,3 juta, atau naik kapal Ferry lambat dengan waktu tempuh selama 12-13 jam seharga Rp 80 - 120rb per orang, atau naik kapal Ferry cepat yang berangkatnya malam dan sampai di Pulau Sabu pagi (jadi kurang lebih 8 jam juga). Kapal cepat harganya berkisar di 200rb-an, saya sendiri memilih naik kapal Cantika Express kelas VIP seharga Rp 262 ribu.



Sebetulnya pilihan saya itu bukan pilihan yang tepat, karena orang lokal akan lebih memilih untuk naik kapal Ferry Funka yang berangkat malam dari Kupang dan tiba di Pulau Sabu pagi. Karena kapal kecil yang akan mengantar dari Pulau Sabu ke Pulau Raijua adanya pukul sepuluh pagi. Kala…

Definisi orang baik, dari alm Sri Wahyuningsih Djangko

"Mims, ngana kita mo tarek jadi informasi wa.. (Mim, kamu aku rekrut jadi bagian informasi ya)" ujarnya suatu hari. Kalimat tersebut menjadi awal dari pengalaman kelas sebelas ku yang penuh dengan kesibukan non-akademis. Berorganisasi di OP (Organisasi Pelajar, atau OSIS) sambil berjibaku dengan lomba-lomba debat bersama klub debat.

Entah apa yang membuatnya menarikku sebagai anggotanya di Sekbid Informasi, tapi yang jelas ku bersyukur sekali bisa dipilih sebagai partnernya.

"Yuk, torang baku pangge apa e? Dorang bahasa so baku pangge 'aner' ... (Yuk, nama panggilan kita apa nih, anak sekbid bahasa sudah punya panggilan sendiri yaitu 'aner')" kataku di hari yang lain jauh setelah pelantikan. Dari situ tercetus lah nama Parti alias Partner-Informasi. Aku panggil dia dengan Parti, dia panggil ku pun dengan Parti. Panggilan itu bertahan hingga dua belas tahun kemudian, sampai akhir hayatnya.

***

Namanya Yayuk, orang kenalnya dengan nama Yayuk Djangko k…

Pagar Batu dan Rumah Orang Raijua

Pertama kali menjejakkan kaki di Raijua, saya diajak oleh Pak Jesri (Kepala Desa Bellu) untuk ikut mengantar semen naik truk kecamatan ke sisi lain Raijua. Mereka sedang dalam program pembangunan jalan yang didanai oleh pemerintah. Kata Basa (kawan yang setahun tinggal di Raijua untuk Indonesia Mengajar), jalan itu nantinya akan menghubungkan area penghasil rumput laut untuk memudahkan pengangkutan. Kalau di Raijua, mereka menyebut rumput laut sebagai 'agar'.

Saat berkeliling dengan truk itulah saya bisa melihat langsung separuh Raijua, yang didominasi perbukitan dan bebatuan. Saya jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap pagar-pagar batu yang ditumpuk rapi dan mengelilingi tanah-tanah masyarakat yang luas. Ada juga bukit-bukit yang ditengahnya terdapat pagar batu membuat garis lurus memanjang, seolah membagi bukit tersebut menjadi dua bagian. Jika ada terasering di bukit yang curam, maka setiap undakannya pasti disangga dengan batu-batu yang ditumpuk rapi. Rasanya seperti …