Skip to main content

Baby Names

Four or five years ago, I started reading The Quran, after quiet a while drowned into some mundane-lame-activities. But my only intention was to find a baby name. Because I was about to get married and I want my kid to be named after some words in The Quran. Eventhough I was nothing of a religious person, I only have a few knowledge about Islam from highschool but not really absorbed it to my skin and bone.

I read the whole Quran and its translation, page by page, night after night and when I finished (or khatam), I found nothing. No names that I can use.. nothing. So I started to think of other way., (google included). Because of all the idea of marriages, the thought of having a baby and give him/her a name, is a lot more exciting.

I didn’t know then.. that the marriage didn’t happen. Nor that I would imagine that I would stay single for almost four years now. All I know is.. I have following a strange path.. which felt so familiar, that I cant help but to cry gracefully.

Hoping from one heartbreak to another, has led me to the most unexpected journey which again, bring me back to Quran. If four or five years ago I opened the Quran with intention to find baby names, now that I have a way to study the language of the Quran, the meanings and stories behind it.. and every incredible words I read or hear, are all inspire me to the beautiful baby names. Subhanallah. I dont have any intention to find baby names again (because I’m more eager to know the baby’s father name), but in this current path, I found lots of names to use.

I write this post after watching 2 episodes of Jesus in the Quran by Nouman Ali Khan, uploaded daily by Bayyinah Institute channel, and it elaborates the meaning of the names that’s in the Quran. Al-Imran, Maryam, Miriyam, Zakkariya, and Yahya.

I honoured those names, so that I wouldn’t use it to my children because they will carry such a great obligation only to mention the name (which actually great), but I’d rather to think of something else. Something that inspired from all those names and all those stories.

Little did I know, the intention I once made when first re-reading the Quran and the translation, has allowed me to a life that helped me learn to understand the Quran. The entirety of the Quran. Not that I understand it already, because I’m just starting. But the fact that I’m starting.. is already a big deal for me. (If you know me in the family, am the very least pious daughter which my parents would praise me highly if I can memorise Al Ikhlas, while my sisters have been forced to memorise the whole juzz, and brother.. well.. three at least).

It is amazing to think how Allah teach me, and if I would retrace my self as a rebellious young girl who refuses to pray, and how Allah make the change of my heart into loving His words, and how Allah allowed me to return to Him. If He isn’t the Most Mercifull.. I don’t know what will happen to me.

My point is, when we do something to Allah, even if the intention is so shallow that you become embarassed to admit, Allah always have His way to turn that intention into something bigger, purer, and you will get what you intended, in much much better form.

Comments

Popular posts from this blog

Travel Through Time to Raijua

Menuju Raijua.. bahkan perjalanannya adalah petualangan tersendiri. Kamu harus terbang ke Kota Kupang (atau Waingapu), tapi saya memilih Kupang, lalu berlayar dengan kapal cepat selama 5-7 jam untuk menuju Pulau Sabu. Sebenarnya ada beberapa pilihan untuk ke Pulau Sabu dari Kupang, yaitu dengan naik pesawat Susi Air selama kurang lebih 55 menit dengan harga sekitar 1,3 juta, atau naik kapal Ferry lambat dengan waktu tempuh selama 12-13 jam seharga Rp 80 - 120rb per orang, atau naik kapal Ferry cepat yang berangkatnya malam dan sampai di Pulau Sabu pagi (jadi kurang lebih 8 jam juga). Kapal cepat harganya berkisar di 200rb-an, saya sendiri memilih naik kapal Cantika Express kelas VIP seharga Rp 262 ribu.



Sebetulnya pilihan saya itu bukan pilihan yang tepat, karena orang lokal akan lebih memilih untuk naik kapal Ferry Funka yang berangkat malam dari Kupang dan tiba di Pulau Sabu pagi. Karena kapal kecil yang akan mengantar dari Pulau Sabu ke Pulau Raijua adanya pukul sepuluh pagi. Kala…

Definisi orang baik, dari alm Sri Wahyuningsih Djangko

"Mims, ngana kita mo tarek jadi informasi wa.. (Mim, kamu aku rekrut jadi bagian informasi ya)" ujarnya suatu hari. Kalimat tersebut menjadi awal dari pengalaman kelas sebelas ku yang penuh dengan kesibukan non-akademis. Berorganisasi di OP (Organisasi Pelajar, atau OSIS) sambil berjibaku dengan lomba-lomba debat bersama klub debat.

Entah apa yang membuatnya menarikku sebagai anggotanya di Sekbid Informasi, tapi yang jelas ku bersyukur sekali bisa dipilih sebagai partnernya.

"Yuk, torang baku pangge apa e? Dorang bahasa so baku pangge 'aner' ... (Yuk, nama panggilan kita apa nih, anak sekbid bahasa sudah punya panggilan sendiri yaitu 'aner')" kataku di hari yang lain jauh setelah pelantikan. Dari situ tercetus lah nama Parti alias Partner-Informasi. Aku panggil dia dengan Parti, dia panggil ku pun dengan Parti. Panggilan itu bertahan hingga dua belas tahun kemudian, sampai akhir hayatnya.

***

Namanya Yayuk, orang kenalnya dengan nama Yayuk Djangko k…

Pagar Batu dan Rumah Orang Raijua

Pertama kali menjejakkan kaki di Raijua, saya diajak oleh Pak Jesri (Kepala Desa Bellu) untuk ikut mengantar semen naik truk kecamatan ke sisi lain Raijua. Mereka sedang dalam program pembangunan jalan yang didanai oleh pemerintah. Kata Basa (kawan yang setahun tinggal di Raijua untuk Indonesia Mengajar), jalan itu nantinya akan menghubungkan area penghasil rumput laut untuk memudahkan pengangkutan. Kalau di Raijua, mereka menyebut rumput laut sebagai 'agar'.

Saat berkeliling dengan truk itulah saya bisa melihat langsung separuh Raijua, yang didominasi perbukitan dan bebatuan. Saya jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap pagar-pagar batu yang ditumpuk rapi dan mengelilingi tanah-tanah masyarakat yang luas. Ada juga bukit-bukit yang ditengahnya terdapat pagar batu membuat garis lurus memanjang, seolah membagi bukit tersebut menjadi dua bagian. Jika ada terasering di bukit yang curam, maka setiap undakannya pasti disangga dengan batu-batu yang ditumpuk rapi. Rasanya seperti …