Skip to main content

((Pamit))

Kemarin.. gelas di rumahku pecah.
Kubiarkan pecahannya berserak di meja,
Pikiranku sibuk berlarian kesana kemari
Akan kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi.

Walau sudah kuputuskan untuk berhenti,
Dan tertatih aku berhenti. Kusiapkan air, lalu kusiram seluruhnya ke wajahku. Agar bangun aku dari tidurku. Agar bisa ku membuka hati, agar tidak sulit aku mengerti.

Aku akan pergi. Kelak jika November telah pamit, aku akan mulai berkemas. Karena pergi sejatinya adalah keinginan yang tertanam sejak dulu.

Tapi sulit.
Kali ini bulat tekadku. Pecahan kaca yang berserak di meja, mulai kupunguti satu persatu. Agar tidak terluka jariku.
Pamit.

Comments

Popular posts from this blog

Tipiss.. (Beda antara sepaham dan salah paham di dunia kerja)

Kamu akan kaget kalau tahu betapa tipis beda antara sepaham dan salah paham. Bahwa uluran tangan yang kamu maksudkan baik, boleh jadi dianggap menghina.
Misal.. Ada rencana yang sudah disusun rapi. Kamu tidak terlibat di dalamnya, tapi kamu punya akses tuk mewujudkannya. Beberapa minggu setelah dicetuskan, si penyusun rencana ini diam seribu bahasa. Tiba-tiba menghilang dari peredaran. Lalu dengan rendah hati kamu mencoba menawarkan bantuan, seperti ini: “Hey, bagaimana rencana yang sudah kau susun itu? Mau diteruskan? Kalau mau besok akan kuhubungi pihak-pihak yang akan bekerjasama”
Penerimaan si orang yang ditawarkan bantuan, bisa jadi dua; pertama, dia menyambut senang karena merasa diperhatikan. Bahwa orang yang tidak terlibat saja mau repot-repot menawarkan bantuan, dan itu menandakan adanya kepedulian. Jika dia berpikir begini, maka reaksinya tentu baik dan dengan setulus ikhlas menyambut uluran tangan itu. Atau..
Reaksi kedua, yaitu si penerima sebetulnya diam karena tengah menyusun…

How to Love your Job in a Minimalist’s way:

Now that you’ve considered your self as a minimalist, we may need to move forward. To think beyond space. Not only that we need to mind the clutter and the possessions but also, we need to think about the way we live the day.
As you can see minimalists like to live their ‘now’. And how to live the ‘now’ if the current job you have is the one you least enjoyed.
I’ve googled some pages and talk videos with keywords: “how to love your job”. Got the answer I’ve already know. Not bad, because that’s the only answer ever exist. Be grateful, don’t compare, have positive energy, be enthusiastic. All the be’s came with a question: how.
Now that I have to dig deeper on what affected people in the office emotionally, I finally learned that mostly, its not the job that they hate. Its the people. Could be the boss, or the managers, or the coworkers. I know how frustrating it is to work with unprofessional people who made tons of excuses a day for their incomplete tasks, but their sigh of relieve once…

13 Days of Sweetness

Jadi laki-laki sebaiknya jangan suka menyakiti perempuan. Perempuan sudah mengalami sakit rutin, tanpa perlu kalian sakiti. Setiap bulan, menstruasi datang bagai siksaan. Ada yang sakit kepala, sakit perut, ada yang sampai muntah-muntah, bahkan ada yang sampai pingsan. Itu terjadi setidaknya satu minggu sebelum datang bulan. Belum lagi emotional pain yang melanda; perasaan sedih tiba-tiba tanpa ada alasan, mudah tersinggung, mudah merasa tersingkirkan, merasa tidak dipedulikan, kesepian tanpa alasan.. dan hal-hal yang sulit dijelaskan lain, yang mungkin menurut kalian sepele, tapi tidak bagi kami. Biasanya itu terjadi satu minggu atau tiga hari sebelum datang bulan.

Pada saat harinya tiba, ketika gumpalan darah keluar dari vagina, pada saat itulah kami tahu bahwa emosi cengeng yang kami rasakan kemarin adalah karena ini, sama sekali bukan karena kami lemah, tapi karena perubahan hormon semata. Rasa lega akan datang untuk sementara waktu, membuat kami bisa sedikit bernapas nikmat. Tapi…