Skip to main content

Into the Unknown

Kabut asap menyambut begitu kami menyentuh landasan dengan guncangan hebat. Badan pesawat sempat oleng, membuat sebagian penumpang memekik tertahan. Tapi aku tidak. Karena aku sudah berlatih untuk selalu biasa saja. Ah.. biasa saja. Toh paling mati. Mati kan pasti. Begitu yang ada di pikiranku, sembari membisikkan kalimat oengingat kepada-Nya.

Ada rencana yang tidak sesuai dengan kenyataan,
Ada kendala yang tidak diperhitungkan,
Segalanya seolah tumpuk carut marut membuat saya bertanya sendiri.. ini ada apa?
Kenapa seolah-olah semuanya seperti menekan emosi saya seperti pressed juice yang sedang mengeluarkan sari dan membuang sepah?
Lalu kabut asap mulai menggerogoti fisik saya. Demam tertahan, kepala berat seperti dihantam godam, harus saya tutupi semua dibalik pipi memerah oleh blush on yang hampir habis.
Apa ini, ada apa?

Rupa-rupanya jika saya sigap membaca,
Ini adalah tanda perumpamaan. A parable for the thinkers.
This is what life looked like.
Rencana yang dibayangkan akan begitu indah, tersusun rapi dan begitu sempurna,
Bisa terpatahkan begitu saja oleh maskapai yang mogok terbang karena dispute. 
Perjalanan panjang yang harus ditempuh dalam satu hari, menjadi dua hari hanya karena urusan injeksi mobil yang terganggu.
Rencana ini dan itu untuk dilakukan sesampai di lokasi, buyar total hanya karena perilaku sombong dari makhluk Tuhan yang paling entahlah.

Begitu.

***
Rimbo Bujang, Jumat 18 Okt 2019
Tapi aku suka merencanakan segala sesuatu

Comments

Popular posts from this blog

Travel Through Time to Raijua

Menuju Raijua.. bahkan perjalanannya adalah petualangan tersendiri. Kamu harus terbang ke Kota Kupang (atau Waingapu), tapi saya memilih Kupang, lalu berlayar dengan kapal cepat selama 5-7 jam untuk menuju Pulau Sabu. Sebenarnya ada beberapa pilihan untuk ke Pulau Sabu dari Kupang, yaitu dengan naik pesawat Susi Air selama kurang lebih 55 menit dengan harga sekitar 1,3 juta, atau naik kapal Ferry lambat dengan waktu tempuh selama 12-13 jam seharga Rp 80 - 120rb per orang, atau naik kapal Ferry cepat yang berangkatnya malam dan sampai di Pulau Sabu pagi (jadi kurang lebih 8 jam juga). Kapal cepat harganya berkisar di 200rb-an, saya sendiri memilih naik kapal Cantika Express kelas VIP seharga Rp 262 ribu. Di dalam kelas VIP Kapal Express Cantika, tapi jendelanya terlalu tinggi untuk bisa duduk lihat laut Tenang, ada jaket keselamatan. Tadinya saya mau bawa sendiri karena takut menyeberang selama tujuh jam. Tapi rupanya yang harus lebih dikhawatirkan itu menyeberang dua jam

Definisi orang baik, dari alm Sri Wahyuningsih Djangko

"Mims, ngana kita mo tarek jadi informasi wa.. ( Mim, kamu aku rekrut jadi bagian informasi ya)" ujarnya suatu hari. Kalimat tersebut menjadi awal dari pengalaman kelas sebelas ku yang penuh dengan kesibukan non-akademis. Berorganisasi di OP (Organisasi Pelajar, atau OSIS) sambil berjibaku dengan lomba-lomba debat bersama klub debat. Entah apa yang membuatnya menarikku sebagai anggotanya di Sekbid Informasi, tapi yang jelas ku bersyukur sekali bisa dipilih sebagai partnernya. "Yuk, torang baku pangge apa e? Dorang bahasa so baku pangge 'aner' ... ( Yuk, nama panggilan kita apa nih, anak sekbid bahasa sudah punya panggilan sendiri yaitu 'aner' )" kataku di hari yang lain jauh setelah pelantikan. Dari situ tercetus lah nama Parti alias Partner-Informasi. Aku panggil dia dengan Parti, dia panggil ku pun dengan Parti. Panggilan itu bertahan hingga dua belas tahun kemudian, sampai akhir hayatnya. *** Namanya Yayuk, orang kenalnya dengan nama Yayuk

Back to my nir-faedah kinda post.

I was on page 184 when a good friend of mine texted and she suddenly poured her mental state. I was frozen for a moment before picking up my self and texted her back with some rational-encouraging words that I wish could help. This is a tough time for us, especially her, with all burden on her shoulder and the recent loss that we've experienced. It's not easy and never getting any easier, so we just have to face it now, embrace the fact that she's gone and feel the stings for a couple years. I finished two books today, one that I read from weeks ago, and one that I just read and not really have much information that I need. When I decided to go on the third book, only when I was halfway distractions started to come. Alright, I put my book aside and try to attend to the only thing I should attend: life. It's been a week since I shut myself in the house. Not going outside, let alone spoke to another human being. I feel weird doing that especially when I used to talk