Skip to main content

Bintang Jatuh dan Laylatul Qadr

Ada satu tayangan di youtube yang barusan saya tonton. Tentang tanda Laylatul Qadr berdasarkan hadits nabi, bahwa adanya pada malam-malam ganjil, dan pada malam itu tidak diperkenankan bintang jatuh. (Dalam Islam, bintang yang jatuh adalah tanda bahwa malaikat sedang melempari Iblis yang berusaha mencuri rahasia langit).

Tayangan dalam video itu menampilkan langit malam ke dua puluh tiga, dua puluh lima, dua puluh tujuh dan dua puluh sembilan. Dengan slow speed dapat terlihat malam-malam yang terdapat bintang jatuh.. kecuali pada malam ke dua puluh sembilan. Begitupun pagi harinya matahari terbit dengan teduh seperti purnama, tidak terlalu terik tidak juga gelap.

Dan saya sedih..
Karena pada malam ke-29 itu, adalah hari kedua saya dapat halangan lagi. Malam itu saya lewatkan dengan sakit haid sedemikian rupa.. sehingga lupa untuk beramal. Tidak bersedekah. Apalagi sholat dan membaca Al-Quran.

:(

Semoga kita semua termasuk orang-orang yang merindukan Ramadan, dan memaksimalkan malam-malam di bulan Ramadan untuk beristighfar memohon ampun pada Allah. Menjadi orang-orang yang senantiasa berburu Laylatul Qadr, dan menjadikan mendapat malam tersebut sebagai salah satu tujuan hidup.

Ya Allah.. Ramadan kali ini lagi-lagi belum maksimal..

***
Merauke, 6 Juni 2019
Ada orang-orang yang terlalu cinta dengan Ramadan, sehingga ketika dia datang.. mereka buru-buru pergi sebelum ditinggalkan oleh Ramadan. Heart and prayer goes to those who leave this world during this holy month.. Salah satunya yaitu Ust Arifin Ilham dan Ibu Ani Yudhoyono.

Comments

Popular posts from this blog

Travel Through Time to Raijua

Menuju Raijua.. bahkan perjalanannya adalah petualangan tersendiri. Kamu harus terbang ke Kota Kupang (atau Waingapu), tapi saya memilih Kupang, lalu berlayar dengan kapal cepat selama 5-7 jam untuk menuju Pulau Sabu. Sebenarnya ada beberapa pilihan untuk ke Pulau Sabu dari Kupang, yaitu dengan naik pesawat Susi Air selama kurang lebih 55 menit dengan harga sekitar 1,3 juta, atau naik kapal Ferry lambat dengan waktu tempuh selama 12-13 jam seharga Rp 80 - 120rb per orang, atau naik kapal Ferry cepat yang berangkatnya malam dan sampai di Pulau Sabu pagi (jadi kurang lebih 8 jam juga). Kapal cepat harganya berkisar di 200rb-an, saya sendiri memilih naik kapal Cantika Express kelas VIP seharga Rp 262 ribu. Di dalam kelas VIP Kapal Express Cantika, tapi jendelanya terlalu tinggi untuk bisa duduk lihat laut Tenang, ada jaket keselamatan. Tadinya saya mau bawa sendiri karena takut menyeberang selama tujuh jam. Tapi rupanya yang harus lebih dikhawatirkan itu menyeberang dua jam

Back to my nir-faedah kinda post.

I was on page 184 when a good friend of mine texted and she suddenly poured her mental state. I was frozen for a moment before picking up my self and texted her back with some rational-encouraging words that I wish could help. This is a tough time for us, especially her, with all burden on her shoulder and the recent loss that we've experienced. It's not easy and never getting any easier, so we just have to face it now, embrace the fact that she's gone and feel the stings for a couple years. I finished two books today, one that I read from weeks ago, and one that I just read and not really have much information that I need. When I decided to go on the third book, only when I was halfway distractions started to come. Alright, I put my book aside and try to attend to the only thing I should attend: life. It's been a week since I shut myself in the house. Not going outside, let alone spoke to another human being. I feel weird doing that especially when I used to talk

Definisi orang baik, dari alm Sri Wahyuningsih Djangko

"Mims, ngana kita mo tarek jadi informasi wa.. ( Mim, kamu aku rekrut jadi bagian informasi ya)" ujarnya suatu hari. Kalimat tersebut menjadi awal dari pengalaman kelas sebelas ku yang penuh dengan kesibukan non-akademis. Berorganisasi di OP (Organisasi Pelajar, atau OSIS) sambil berjibaku dengan lomba-lomba debat bersama klub debat. Entah apa yang membuatnya menarikku sebagai anggotanya di Sekbid Informasi, tapi yang jelas ku bersyukur sekali bisa dipilih sebagai partnernya. "Yuk, torang baku pangge apa e? Dorang bahasa so baku pangge 'aner' ... ( Yuk, nama panggilan kita apa nih, anak sekbid bahasa sudah punya panggilan sendiri yaitu 'aner' )" kataku di hari yang lain jauh setelah pelantikan. Dari situ tercetus lah nama Parti alias Partner-Informasi. Aku panggil dia dengan Parti, dia panggil ku pun dengan Parti. Panggilan itu bertahan hingga dua belas tahun kemudian, sampai akhir hayatnya. *** Namanya Yayuk, orang kenalnya dengan nama Yayuk