Skip to main content

The Real Deal of Duaa

LOL!

I just found my old blog, dan itu judulnya. Scrolling ke tulisan-tulisan jaman belum nemu minimalism., man, I am a dreamer! LOL!

Ngakak, tapi terharu juga. Nemu satu tulisan yg post-note nya berisi doa yg menyesali hubungan pacaran, dan pingin memulai kembali dari awal. Tiba-tiba saya jadi ingat perasaan waktu menuliskan itu. Dua bulan sebelum wisuda, dan my ex and I lagi renggang-renggangnya. Mesti diakui waktu itu rasanya sebel banget tiap liat dia, bahkan dia gak salah pun sebel. Mungkin itu karna dosa. Tapi kita gak bisa pisah. Karena terlanjur sudah kenal keluarga masing-masing. Waktu itu mikirnya dangkal.. kita sudah sejauh ini saling mengenal, males mulai baru lagi. Lagian apa masih ada yang mau ama gue., begitulah kurang lebih.

Eh siapa sangka tiga bulan kemudian saya mendapat tawaran pekerjaan yang saya idam idamkan. Bulan berikutnya saya diminta tuk jadi pegawai tetap. Lalu masuk ke tahun baru, saya memutuskan untuk menikmati karir ini dulu. Hubungan yang memang sudah renggang itu akhirnya putus. Dan saya melambaikan tangan dengan bahagia.

Sampai sekarang.

HAHA!

Lucu ya kalau diingat-ingat ke belakang. Kadang keinginan kita yang bahkan tidak kita sadari kita ingini, justru terwujud dan membimbing langkah kita jauh ke kehidupan lain yang amat berbeda. And all for the best. 

Nyambung dengan ceramah lama nya Nouman Ali Khan yang baru saya dengar kemarin saat perjalanan ke kantor, tentang cara Doa bekerja.

Doa bukan untuk mempermudah hidup supaya semua keinginan dikabul. Karena sejatinya Allah Maha Tahu dan Maha Memberi., kamu gak minta pun Allah sudah tahu apa yang kamu mau.

Doa adalah sarana untuk mengakrabkan diri dengan Sang Pencipta. And Allah loves if His servant is showing dependancy to Him., He loves it more than anything.. kita ini makhluk lemah, rapuh, yang dibungkus dengan pikiran besar. Kita bisa memilih untuk menghamba, atau menyombongkan diri. Yang artinya, apapun yang kita lakukan adalah karena pilihan kita sendiri. Hebat bukan? Bahkan malaikatpun tidak diberi pilihan selain untuk selalu patuh menjalankan tugasnya.

Seperti Allah selalu bilang .. bahwa Dia punya rencana untuk kita., tinggal jalani saja, yakin dan percaya bahwa semua yang terjadi adalah yang terbaik. #ea

***
Lewat pintu minimalism saya belajar mengenal diri sendiri, yang berujung pada Yang Menciptakan saya. Mengenal-Nya, jatuh cinta kepada-Nya, dan meskipun semua ini masih teka-teki, saya sudah tidak takut lagi. Saya yakin kini., tidak ada teka-teki yang tidak bisa terjawab.

***
Bogor, 10 May 2019
Tadi sore hujan deras, saya jongkok di teras rumah, melihat ke langit luas. Katanya di langit ada malaikat.

Comments

Popular posts from this blog

Definisi orang baik, dari alm Sri Wahyuningsih Djangko

"Mims, ngana kita mo tarek jadi informasi wa.. ( Mim, kamu aku rekrut jadi bagian informasi ya)" ujarnya suatu hari. Kalimat tersebut menjadi awal dari pengalaman kelas sebelas ku yang penuh dengan kesibukan non-akademis. Berorganisasi di OP (Organisasi Pelajar, atau OSIS) sambil berjibaku dengan lomba-lomba debat bersama klub debat. Entah apa yang membuatnya menarikku sebagai anggotanya di Sekbid Informasi, tapi yang jelas ku bersyukur sekali bisa dipilih sebagai partnernya. "Yuk, torang baku pangge apa e? Dorang bahasa so baku pangge 'aner' ... ( Yuk, nama panggilan kita apa nih, anak sekbid bahasa sudah punya panggilan sendiri yaitu 'aner' )" kataku di hari yang lain jauh setelah pelantikan. Dari situ tercetus lah nama Parti alias Partner-Informasi. Aku panggil dia dengan Parti, dia panggil ku pun dengan Parti. Panggilan itu bertahan hingga dua belas tahun kemudian, sampai akhir hayatnya. *** Namanya Yayuk, orang kenalnya dengan nama Yayuk

Travel Through Time to Raijua

Menuju Raijua.. bahkan perjalanannya adalah petualangan tersendiri. Kamu harus terbang ke Kota Kupang (atau Waingapu), tapi saya memilih Kupang, lalu berlayar dengan kapal cepat selama 5-7 jam untuk menuju Pulau Sabu. Sebenarnya ada beberapa pilihan untuk ke Pulau Sabu dari Kupang, yaitu dengan naik pesawat Susi Air selama kurang lebih 55 menit dengan harga sekitar 1,3 juta, atau naik kapal Ferry lambat dengan waktu tempuh selama 12-13 jam seharga Rp 80 - 120rb per orang, atau naik kapal Ferry cepat yang berangkatnya malam dan sampai di Pulau Sabu pagi (jadi kurang lebih 8 jam juga). Kapal cepat harganya berkisar di 200rb-an, saya sendiri memilih naik kapal Cantika Express kelas VIP seharga Rp 262 ribu. Di dalam kelas VIP Kapal Express Cantika, tapi jendelanya terlalu tinggi untuk bisa duduk lihat laut Tenang, ada jaket keselamatan. Tadinya saya mau bawa sendiri karena takut menyeberang selama tujuh jam. Tapi rupanya yang harus lebih dikhawatirkan itu menyeberang dua jam

Camping, for some reason..

Camping is a pretty handful thing. You pack a bag filled with your life for a day or two, all these efforts, all these mess, just to sleep in a stranger's place, inconveniently, without any certainty if the weather will always be clear. Terus terang saya sebetulnya bukan tipe yang bersemangat kalau ada acara kantor yang melibatkan keluarga. Tapi kali ini justru berbeda, pertama kali ajakan camping ini datang, saya langsung iyakan tanpa berpikir terlalu panjang meskipun saya tahu ini melibatkan keluarga. Padahal saya sudah meninggalkan dunia per-camping-an sejak enam tahun lalu, sejak semua peralatan camping saya bagi-bagi ke orang terdekat.  Kami berangkat tanpa kendala yang signifikan, semua lancar, tenang, bahagia, bahkan saya bisa bilang 'I had one of the best sleeps during pandemic' di dalam tenda malam itu. Sebagai seorang single sejati, tentu saya bawa tenda single juga (minjem punya si Ale), which already filled with my bagage (literally). Rasanya familiar ketika mal