Skip to main content

Laa Tasma’u fiiha laa ghiyah

Awalnya saya bingung, kenapa kalimat di atas disejajarkan dengan kalimat lain yang berisikan tentang keindahan surga secara fisik. Ujug-ujug ada janji bahwa di surga nanti di sana (kamu) tidak mendengar perkataan yang tidak berguna. Lalu kalimat selanjutnya menerangkan keindahan surga dengan mata air yang mengalir, dipan-dipan, gelas-gelas, bantal-bantal, dan permadani-permadani. Seolah-olah keindahan fisik yang nyata itu, tidak lebih utama dari kalimat pendahulunya : laa tasma’u fiiha laa ghiyah.

Allah menjawab rasa ingin tahu saya dengan mengirim seseorang yang senang sekali bercerita. Hobinya bercerita tentang apa saja. Dia bahkan tidak peduli jika ceritanya sangat tidak ada sangkut paut terhadap orang yang dia ceritakan. Semakin sering saya mendengar cerita-ceritanya, dan ditambah dengan perkataan orang lain yang tidak berguna (seperti celoteh rangorang di twitter tentang harga tiket pesawat), semakin saya paham dan merindukan tempat di mana ini semua tidak ada, yaitu surga.

Jadi di surga nanti, kita tidak akan dibuat sakit kepala dengan suara-suara bising yang tidak ada isi nya.

***

Malam ini ceramah Nouman Ali Khan bikin saya introspeksi level gawat darurat. Pasalnya, beliau menekankan bahwa poin utama dari komunikasi adalah keteraturan. Everything needs to be in order to be fully understood. Dan untuk bisa punya keteraturan, orang mesti punya rencana. Untuk bisa punya rencana, orang harus tau tujuannya apa. Define the goal, then the path, then the plan. Sedetil itu Allah menciptakan ini semua. Bahkan dalam ceramah itupun menyebutkan ciptaan Allah yang serba teratur walau nampak seolah tidak teratur. Mulai dari gugusan bintang, sampai DNA pengatur tubuh manusia. Semua keteraturan itu adalah kegeniusan yang hanya Allah yang punya.

Lalu saya jadi malu sendiri. Tulisan-tulisan di blog ini, rasanya amat tidak teratur, padahal kata NAK, “The more un-organized a person’s thought are, the more unintelligent we assume them to be” 

Haha!

Setelah ini saya berjanji akan berusaha untuk lebih teratur lagi. Mulai rapi-rapi, merapikan semuanya. Rumah, hidup., hati...

***

Bogor, 16 Mei 2019
Malam ini saya minta sama Allah, kalau nanti saya harus menikah, saya ingin orang yang bisa diajak berbincang tentang keteraturan. Dari segi apapun kita bicara, yang akan berujung pada menambah kekaguman kita pada-Nya. 

Comments

Popular posts from this blog

Travel Through Time to Raijua

Menuju Raijua.. bahkan perjalanannya adalah petualangan tersendiri. Kamu harus terbang ke Kota Kupang (atau Waingapu), tapi saya memilih Kupang, lalu berlayar dengan kapal cepat selama 5-7 jam untuk menuju Pulau Sabu. Sebenarnya ada beberapa pilihan untuk ke Pulau Sabu dari Kupang, yaitu dengan naik pesawat Susi Air selama kurang lebih 55 menit dengan harga sekitar 1,3 juta, atau naik kapal Ferry lambat dengan waktu tempuh selama 12-13 jam seharga Rp 80 - 120rb per orang, atau naik kapal Ferry cepat yang berangkatnya malam dan sampai di Pulau Sabu pagi (jadi kurang lebih 8 jam juga). Kapal cepat harganya berkisar di 200rb-an, saya sendiri memilih naik kapal Cantika Express kelas VIP seharga Rp 262 ribu. Di dalam kelas VIP Kapal Express Cantika, tapi jendelanya terlalu tinggi untuk bisa duduk lihat laut Tenang, ada jaket keselamatan. Tadinya saya mau bawa sendiri karena takut menyeberang selama tujuh jam. Tapi rupanya yang harus lebih dikhawatirkan itu menyeberang dua jam

Back to my nir-faedah kinda post.

I was on page 184 when a good friend of mine texted and she suddenly poured her mental state. I was frozen for a moment before picking up my self and texted her back with some rational-encouraging words that I wish could help. This is a tough time for us, especially her, with all burden on her shoulder and the recent loss that we've experienced. It's not easy and never getting any easier, so we just have to face it now, embrace the fact that she's gone and feel the stings for a couple years. I finished two books today, one that I read from weeks ago, and one that I just read and not really have much information that I need. When I decided to go on the third book, only when I was halfway distractions started to come. Alright, I put my book aside and try to attend to the only thing I should attend: life. It's been a week since I shut myself in the house. Not going outside, let alone spoke to another human being. I feel weird doing that especially when I used to talk

About being a strong woman.,

My product(s) are a means to show people that we could and should be happy in wherever we are, in whatever the circumstances. As a single person battling with all the worryness of who am I gonna end up with while dealing with work and life, I must admit that I am strong enough to do it all alone. Including being obedient to difficult father and grandfather. I am strong. But at the end of the day, when I got home after a very long Sunday and clean my self with cold water.. I still wish that I have somebody in this house... to open the hair serum for me. :( Kenceng banget 15 menit nyoba buka tutupnya gabisa2