Skip to main content

A Bedtime Story

I think I can write a story, about a good wizard and a wicked witch.

Good wizard was once live in a peaceful village, where everyone looked up to her, love her, and obey her. Until a Wicked Witch came to destroy everything she had.

Of all her possession, one that she love so dearly, is a boy. It’s not her child, but she raised him since he was a baby. Changed every diaper (with magic, of course), soothed every tantrum. She loves him like her own child.

Long story short, the Wicked Witch stole the boy from her. Before she can even find him, the Witch already make the boy as her possession. The boy looks up to her, loves her, and obey her.

The world turned upside down.
The Wicked Witch has gone soft by watching the boy grow, and the Good Wizard was desperately destroyed everything that says she wouldn’t get the boy’s heart ever again.

“I’m HIS MOTHER!!” She screams like a thunder.

The Good Wizard is filled with vengeance that every step she take, only lead her to one goal: destroying happiness.

But this isn’t make her happy. She wandered through the land, and the more happiness she destroyed, the bigger void in her heart. She wants to find her boy, but he’s no longer a boy. He’s now has turn into a man. A Knight.

Good Wizard tells everyone how she gave birth to the Knight. How she fight hell and high water to bring him to this land. But none believes her. The villagers who loved her before, are now gone looking for another shelter. Finding protection from Good Wizard’s curse.

Good Wizard..
She used to have everything.
But she never feel content about it. She wants more.. more love she seeks.
She then had a child, a boy that she taught will forever love her.
But even if Wicked Witch stole the boy, she never stole his heart. The boy chose to whom he might gave his heart.
While the Good Wizard,
Complaining on every wrong things,
Trying to fix everything
Spent her whole life helping people, and busy announcing her kindness

She’s turning into the Dark Wizard..
With enviness and emptiness
With hatred and starved for love

If only..
If only she would stop and look around
And stop talking for a quiete second
She might see
That her world is enough
That she has enough

She doesn’t need the Wicked Witch to stole her boy just to see what she already had
She just have to open her eyes
To the beauty of the presence

-Good Night

***
Bogor, February 28
Tomorrow is March. 

Comments

Popular posts from this blog

Travel Through Time to Raijua

Menuju Raijua.. bahkan perjalanannya adalah petualangan tersendiri. Kamu harus terbang ke Kota Kupang (atau Waingapu), tapi saya memilih Kupang, lalu berlayar dengan kapal cepat selama 5-7 jam untuk menuju Pulau Sabu. Sebenarnya ada beberapa pilihan untuk ke Pulau Sabu dari Kupang, yaitu dengan naik pesawat Susi Air selama kurang lebih 55 menit dengan harga sekitar 1,3 juta, atau naik kapal Ferry lambat dengan waktu tempuh selama 12-13 jam seharga Rp 80 - 120rb per orang, atau naik kapal Ferry cepat yang berangkatnya malam dan sampai di Pulau Sabu pagi (jadi kurang lebih 8 jam juga). Kapal cepat harganya berkisar di 200rb-an, saya sendiri memilih naik kapal Cantika Express kelas VIP seharga Rp 262 ribu. Di dalam kelas VIP Kapal Express Cantika, tapi jendelanya terlalu tinggi untuk bisa duduk lihat laut Tenang, ada jaket keselamatan. Tadinya saya mau bawa sendiri karena takut menyeberang selama tujuh jam. Tapi rupanya yang harus lebih dikhawatirkan itu menyeberang dua jam

Definisi orang baik, dari alm Sri Wahyuningsih Djangko

"Mims, ngana kita mo tarek jadi informasi wa.. ( Mim, kamu aku rekrut jadi bagian informasi ya)" ujarnya suatu hari. Kalimat tersebut menjadi awal dari pengalaman kelas sebelas ku yang penuh dengan kesibukan non-akademis. Berorganisasi di OP (Organisasi Pelajar, atau OSIS) sambil berjibaku dengan lomba-lomba debat bersama klub debat. Entah apa yang membuatnya menarikku sebagai anggotanya di Sekbid Informasi, tapi yang jelas ku bersyukur sekali bisa dipilih sebagai partnernya. "Yuk, torang baku pangge apa e? Dorang bahasa so baku pangge 'aner' ... ( Yuk, nama panggilan kita apa nih, anak sekbid bahasa sudah punya panggilan sendiri yaitu 'aner' )" kataku di hari yang lain jauh setelah pelantikan. Dari situ tercetus lah nama Parti alias Partner-Informasi. Aku panggil dia dengan Parti, dia panggil ku pun dengan Parti. Panggilan itu bertahan hingga dua belas tahun kemudian, sampai akhir hayatnya. *** Namanya Yayuk, orang kenalnya dengan nama Yayuk

Pagar Batu dan Rumah Orang Raijua

P ertama kali menjejakkan kaki di Raijua, saya diajak oleh Pak Jesri (Kepala Desa Bellu) untuk ikut mengantar semen naik truk kecamatan ke sisi lain Raijua. Mereka sedang dalam program pembangunan jalan yang didanai oleh pemerintah. Kata Basa (kawan yang setahun tinggal di Raijua untuk Indonesia Mengajar), jalan itu nantinya akan menghubungkan area penghasil rumput laut untuk memudahkan pengangkutan. Kalau di Raijua, mereka menyebut rumput laut sebagai 'agar'. Saat berkeliling dengan truk itulah saya bisa melihat langsung separuh Raijua, yang didominasi perbukitan dan bebatuan. Saya jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap pagar-pagar batu yang ditumpuk rapi dan mengelilingi tanah-tanah masyarakat yang luas. Ada juga bukit-bukit yang ditengahnya terdapat pagar batu membuat garis lurus memanjang, seolah membagi bukit tersebut menjadi dua bagian. Jika ada terasering di bukit yang curam, maka setiap undakannya pasti disangga dengan batu-batu yang ditumpuk rapi. Rasanya sepert