Skip to main content

Kode

Seseorang mengabulkan keinginanmu, tanpa kamu minta. Padahal dengan sengaja kamu menyebut-nyebut keinginanmu itu di depannya, berharap agar dia menangkap kode mu dan dia wujudkan. Kamu bahagia karena merasa tidak meminta, padahal boleh jadi dia memberi pun karena keberatan.

***

Kode.
Kenapa perempuan suka sekali main kode-kodean. Ingin beli tas, bilangnya duh tas aku udah mau copot resletingnya, berharap si laki-laki mendengarnya sebagai beliin aku tas dong, dan menganggap itu adalah cara tersantun.

Katamu itu santun, kataku itu bahlul.

Islam tidak mengajarkan umatnya untuk menjadi peminta-minta, bahkan di dalam bahasa sekarang, minta ditraktir, minta dibayarin nonton, minta oleh-oleh pun sebetulnya tidak boleh. Pun meminta dalam bahasa kode. Apalagi meminta dalam bahasa kode. Nyusahinnya dobel itu.. sudah minta dia mengerti, memaknai, lalu membelikan keinginan kita. Islam tidak ingin umatnya menjadi umat yang menyusahkan.

***

Tegas. Perempuan pun harus bisa tegas. Kalaupun tidak ingin meminta dengan lugas, gunakan bahasa yang santun, lembut namun jelas. Aku boleh beli tas gak? Tas ku sudah rusak,. pertanyaan begitu apa susahnya sih? Kenapa? Takut ditolak? Ya makanya kalau lagi minta, isi kepala jangan diisi dengan keyakinan bahwa permintaan itu akan dikabulkan. Cukup hanya Allah saja yang pantas untuk dibegitukan, yang lain jangan. Nanti kamu kecewa. Kan sayang.

Saya heran masih saja ada orang suka main kode-kodean berharap dibelikan. Merasa di sayang banyak orang sehingga apa yang dia ucapkan akan terwujud menjadi kenyataan. Be straight forward! It won't make you less valuable to ask what you want. The world today is too busy to understand deeper meaning. It's okay to do that with your spouse, but not to other people in general even if they're your friend. I hate when people start telling me what they want, and in deeper meaning I can see that they're trying to ask me that thing that they want, but I refuse to understand unless they say it straight forwardly. I'm a straight forward person, I do small talk sometimes when needed, but for the essential things in life, I do straight forward. 

But if you don't want to ask, because you don't want people to think less about you.. then don't!

Only do coding if you're an IT and develop a software. 


Comments

Popular posts from this blog

Travel Through Time to Raijua

Menuju Raijua.. bahkan perjalanannya adalah petualangan tersendiri. Kamu harus terbang ke Kota Kupang (atau Waingapu), tapi saya memilih Kupang, lalu berlayar dengan kapal cepat selama 5-7 jam untuk menuju Pulau Sabu. Sebenarnya ada beberapa pilihan untuk ke Pulau Sabu dari Kupang, yaitu dengan naik pesawat Susi Air selama kurang lebih 55 menit dengan harga sekitar 1,3 juta, atau naik kapal Ferry lambat dengan waktu tempuh selama 12-13 jam seharga Rp 80 - 120rb per orang, atau naik kapal Ferry cepat yang berangkatnya malam dan sampai di Pulau Sabu pagi (jadi kurang lebih 8 jam juga). Kapal cepat harganya berkisar di 200rb-an, saya sendiri memilih naik kapal Cantika Express kelas VIP seharga Rp 262 ribu. Di dalam kelas VIP Kapal Express Cantika, tapi jendelanya terlalu tinggi untuk bisa duduk lihat laut Tenang, ada jaket keselamatan. Tadinya saya mau bawa sendiri karena takut menyeberang selama tujuh jam. Tapi rupanya yang harus lebih dikhawatirkan itu menyeberang dua jam

Definisi orang baik, dari alm Sri Wahyuningsih Djangko

"Mims, ngana kita mo tarek jadi informasi wa.. ( Mim, kamu aku rekrut jadi bagian informasi ya)" ujarnya suatu hari. Kalimat tersebut menjadi awal dari pengalaman kelas sebelas ku yang penuh dengan kesibukan non-akademis. Berorganisasi di OP (Organisasi Pelajar, atau OSIS) sambil berjibaku dengan lomba-lomba debat bersama klub debat. Entah apa yang membuatnya menarikku sebagai anggotanya di Sekbid Informasi, tapi yang jelas ku bersyukur sekali bisa dipilih sebagai partnernya. "Yuk, torang baku pangge apa e? Dorang bahasa so baku pangge 'aner' ... ( Yuk, nama panggilan kita apa nih, anak sekbid bahasa sudah punya panggilan sendiri yaitu 'aner' )" kataku di hari yang lain jauh setelah pelantikan. Dari situ tercetus lah nama Parti alias Partner-Informasi. Aku panggil dia dengan Parti, dia panggil ku pun dengan Parti. Panggilan itu bertahan hingga dua belas tahun kemudian, sampai akhir hayatnya. *** Namanya Yayuk, orang kenalnya dengan nama Yayuk

Back to my nir-faedah kinda post.

I was on page 184 when a good friend of mine texted and she suddenly poured her mental state. I was frozen for a moment before picking up my self and texted her back with some rational-encouraging words that I wish could help. This is a tough time for us, especially her, with all burden on her shoulder and the recent loss that we've experienced. It's not easy and never getting any easier, so we just have to face it now, embrace the fact that she's gone and feel the stings for a couple years. I finished two books today, one that I read from weeks ago, and one that I just read and not really have much information that I need. When I decided to go on the third book, only when I was halfway distractions started to come. Alright, I put my book aside and try to attend to the only thing I should attend: life. It's been a week since I shut myself in the house. Not going outside, let alone spoke to another human being. I feel weird doing that especially when I used to talk