Skip to main content

Another Boring Content.. Sorry Guys,

Went to the store at three pm, bought five cans of paint after two hours of picking colours.. and went back to an empty house.

Para tukang sudah pulang. Besok mestinya mereka nge cat dan finishing touch. Setelah benteng saya jadi, saya akan cerita semua prosesnya, dari cara pilih tukang, bahan material, sampai cat-cat yang bikin saya bolak balik ke toko bangunan. Cat adalah yang utama, karena saya tidak mau salah pilih warna. Insya Allah warna yg saya pilih ini benar, Aamiin.

But for tonight..
I don’t have anything special to share. Its monday but I work from home. Raining all day, only see a little Sun. This house is getting colder.

I have a wall now. Surrounded by real wall, making me feel safe but scared at once.. safe for knowing that its a strong tough wall., but scared for realising that I’m all alone inside.
***

All in my head now is about parenting. If you wonder why.. because I’ve learnt this thing my whole life. I even took classes on holistic education, character building, children psychology, back in campus. Why? Because I want to be a mother. That was my dream since middle school. 

But really.. how to be a good mother?
Is there some clue or guidance or what?

You guys.. seriously. If you know where to take a course on how to be a mother with feeling but not overwhelmingly worry to her child but also protective and educative,. Please let me know. But if you’re a mother already.. please.. please don’t underestimate your value and your role and trade it with a nine to five job that can’t even buy you a diamond ring.

***
By the way, everytime I went to the home-decor store.. got me thinking.. how will I spend money for a wedding if building materials are these pricy?

Nikah di KUA memang pilihan paling realistis kalau tahu mahalnya membuat hunian nyaman (walau sederhana dan minimalist).

Comments

Popular posts from this blog

Tipiss.. (Beda antara sepaham dan salah paham di dunia kerja)

Kamu akan kaget kalau tahu betapa tipis beda antara sepaham dan salah paham. Bahwa uluran tangan yang kamu maksudkan baik, boleh jadi dianggap menghina.
Misal.. Ada rencana yang sudah disusun rapi. Kamu tidak terlibat di dalamnya, tapi kamu punya akses tuk mewujudkannya. Beberapa minggu setelah dicetuskan, si penyusun rencana ini diam seribu bahasa. Tiba-tiba menghilang dari peredaran. Lalu dengan rendah hati kamu mencoba menawarkan bantuan, seperti ini: “Hey, bagaimana rencana yang sudah kau susun itu? Mau diteruskan? Kalau mau besok akan kuhubungi pihak-pihak yang akan bekerjasama”
Penerimaan si orang yang ditawarkan bantuan, bisa jadi dua; pertama, dia menyambut senang karena merasa diperhatikan. Bahwa orang yang tidak terlibat saja mau repot-repot menawarkan bantuan, dan itu menandakan adanya kepedulian. Jika dia berpikir begini, maka reaksinya tentu baik dan dengan setulus ikhlas menyambut uluran tangan itu. Atau..
Reaksi kedua, yaitu si penerima sebetulnya diam karena tengah menyusun…

Pagar Batu dan Rumah Orang Raijua

Pertama kali menjejakkan kaki di Raijua, saya diajak oleh Pak Jesri (Kepala Desa Bellu) untuk ikut mengantar semen naik truk kecamatan ke sisi lain Raijua. Mereka sedang dalam program pembangunan jalan yang didanai oleh pemerintah. Kata Basa (kawan yang setahun tinggal di Raijua untuk Indonesia Mengajar), jalan itu nantinya akan menghubungkan area penghasil rumput laut untuk memudahkan pengangkutan. Kalau di Raijua, mereka menyebut rumput laut sebagai 'agar'.

Saat berkeliling dengan truk itulah saya bisa melihat langsung separuh Raijua, yang didominasi perbukitan dan bebatuan. Saya jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap pagar-pagar batu yang ditumpuk rapi dan mengelilingi tanah-tanah masyarakat yang luas. Ada juga bukit-bukit yang ditengahnya terdapat pagar batu membuat garis lurus memanjang, seolah membagi bukit tersebut menjadi dua bagian. Jika ada terasering di bukit yang curam, maka setiap undakannya pasti disangga dengan batu-batu yang ditumpuk rapi. Rasanya seperti …

How to Love your Job in a Minimalist’s way:

Now that you’ve considered your self as a minimalist, we may need to move forward. To think beyond space. Not only that we need to mind the clutter and the possessions but also, we need to think about the way we live the day.
As you can see minimalists like to live their ‘now’. And how to live the ‘now’ if the current job you have is the one you least enjoyed.
I’ve googled some pages and talk videos with keywords: “how to love your job”. Got the answer I’ve already know. Not bad, because that’s the only answer ever exist. Be grateful, don’t compare, have positive energy, be enthusiastic. All the be’s came with a question: how.
Now that I have to dig deeper on what affected people in the office emotionally, I finally learned that mostly, its not the job that they hate. Its the people. Could be the boss, or the managers, or the coworkers. I know how frustrating it is to work with unprofessional people who made tons of excuses a day for their incomplete tasks, but their sigh of relieve once…