Skip to main content

Adalah Cinta

Ada dua masa, di mana menulis menjadi terasa mudah: saat sedang jatuh hati, atau patah hati.

Adalah cinta, yang membuat dunia menjadi lebih berwarna. Melambungkan angan, memimpikan indah. Adalah cinta, yang membuat Adam merasa sepi di Surga yang tanpa tepi.

Aku beruntung pernah mengalami keduanya, dan memetik pelajaran di sela-selanya. Allah seperti sedang menyiapkanku untuk menghadapi satu anugerah yang selalu ku damba. Maka Dia hadirkan cinta yang semu, bahagia yang palsu, lalu Dia tarik semua itu hingga berlalu. Menyisakan remuk, hancur dan sendu. Lalu Allah hadirkan cinta. Dalam teka-teki yang tidak pernah bisa aku tebak. Datang dengan indahnya, namun hanya hening yang bisa ku sapa. Kita begitu dekat, namun dinding pemisah itu begitu tampak nyata. Tidak bisa lagi kutebak apa yang dia rasa. Membuatku berpasrah, memasrahkan hati dan takdir hanya pada Dia yang kuasa.

Waktu berlalu, aku semakin sadar bahwa revolusi Bumi tidak berpusat pada diriku. Aku berhenti mengaitkan semua kejadian, hanya tentangku. Aku menarik diri, menepi dan berhenti. Kalau boleh, aku bahkan ingin sendiri. Hingga nanti, hingga aku mengerti, mengapa ini semua terjadi.

Tapi tidak demikian cara sistem semesta bekerja.
Silih berganti, orang datang dan pergi. Aku terpapar tujuan yang selama ini tidak kusadari. Lalu seperti tertampar, suara bening itu berkata.. kau hanya sebentar saja di sini! Jangan terlena dalam mimpi!

Adalah cinta..
Yang mengenalkanku pada dunia,
Tentang manusia,
Tentang Tuhan dan Semesta

Tegaklah berjajar, namun jangan terlalu dekat
Pohon jati serta pohon cemara, tiada tumbuh dalam bayangan masing-masing. -Kahlil Gibran

Adalah cinta,
Yang kita damba
Melekat pada usia,
Melebur dalam canda

Adalah cinta,
Yang membuat waktu seakan tiada berharga
Terlampaui detik menit bagai kilat cahaya
Ingin terus bersama, tuk melepas dahaga

Adalah cinta,
Aku.. kamu.. menjadi kita

***
Bogor, 8 Desember 2018
22.18
Selepas demam seharian, and all I did was mangan turu on repeat

Comments

Popular posts from this blog

Travel Through Time to Raijua

Menuju Raijua.. bahkan perjalanannya adalah petualangan tersendiri. Kamu harus terbang ke Kota Kupang (atau Waingapu), tapi saya memilih Kupang, lalu berlayar dengan kapal cepat selama 5-7 jam untuk menuju Pulau Sabu. Sebenarnya ada beberapa pilihan untuk ke Pulau Sabu dari Kupang, yaitu dengan naik pesawat Susi Air selama kurang lebih 55 menit dengan harga sekitar 1,3 juta, atau naik kapal Ferry lambat dengan waktu tempuh selama 12-13 jam seharga Rp 80 - 120rb per orang, atau naik kapal Ferry cepat yang berangkatnya malam dan sampai di Pulau Sabu pagi (jadi kurang lebih 8 jam juga). Kapal cepat harganya berkisar di 200rb-an, saya sendiri memilih naik kapal Cantika Express kelas VIP seharga Rp 262 ribu. Di dalam kelas VIP Kapal Express Cantika, tapi jendelanya terlalu tinggi untuk bisa duduk lihat laut Tenang, ada jaket keselamatan. Tadinya saya mau bawa sendiri karena takut menyeberang selama tujuh jam. Tapi rupanya yang harus lebih dikhawatirkan itu menyeberang dua jam

Back to my nir-faedah kinda post.

I was on page 184 when a good friend of mine texted and she suddenly poured her mental state. I was frozen for a moment before picking up my self and texted her back with some rational-encouraging words that I wish could help. This is a tough time for us, especially her, with all burden on her shoulder and the recent loss that we've experienced. It's not easy and never getting any easier, so we just have to face it now, embrace the fact that she's gone and feel the stings for a couple years. I finished two books today, one that I read from weeks ago, and one that I just read and not really have much information that I need. When I decided to go on the third book, only when I was halfway distractions started to come. Alright, I put my book aside and try to attend to the only thing I should attend: life. It's been a week since I shut myself in the house. Not going outside, let alone spoke to another human being. I feel weird doing that especially when I used to talk

Definisi orang baik, dari alm Sri Wahyuningsih Djangko

"Mims, ngana kita mo tarek jadi informasi wa.. ( Mim, kamu aku rekrut jadi bagian informasi ya)" ujarnya suatu hari. Kalimat tersebut menjadi awal dari pengalaman kelas sebelas ku yang penuh dengan kesibukan non-akademis. Berorganisasi di OP (Organisasi Pelajar, atau OSIS) sambil berjibaku dengan lomba-lomba debat bersama klub debat. Entah apa yang membuatnya menarikku sebagai anggotanya di Sekbid Informasi, tapi yang jelas ku bersyukur sekali bisa dipilih sebagai partnernya. "Yuk, torang baku pangge apa e? Dorang bahasa so baku pangge 'aner' ... ( Yuk, nama panggilan kita apa nih, anak sekbid bahasa sudah punya panggilan sendiri yaitu 'aner' )" kataku di hari yang lain jauh setelah pelantikan. Dari situ tercetus lah nama Parti alias Partner-Informasi. Aku panggil dia dengan Parti, dia panggil ku pun dengan Parti. Panggilan itu bertahan hingga dua belas tahun kemudian, sampai akhir hayatnya. *** Namanya Yayuk, orang kenalnya dengan nama Yayuk