Skip to main content

Liebe

Iblis sudah menjadi musuh bagi manusia sejak penciptaan manusia pertama di dunia ini. Kesombongannya menjadikan dia dan keturunannya terkutuk hingga hari akhir. Dan sungguh, hari akhir adalah pasti datangnya. Ketika Bumi diluluhlantakkan, dan langit diruntuhkan. Itulah janji-Nya yang pasti.

Namun dalam mengisi masa 'penantian' itu, adakah iblis diam dan menyesali perbuatan? Tentu tidak. Justru dia mengemban tugas yang penting. Tugas yang teramat penting, sehingga tanpanya, penciptaan manusia di muka bumi hanya tentang keindahan dan kebaikan. Tugas Iblis dan keturunannya adalah untuk menggoda manusia. Menghalangi mereka dari berbuat baik, dan mengikuti perintah Allah. Setiap hari, anak buah Iblis melapor padanya, tentang kejahatan serta tipu daya apa saja yang telah berhasil mereka lakukan.

Ada yang berhasil memperdaya manusia untuk durhaka pada orang tuanya, ada yang berhasil membuat seorang suami korupsi dan memberikan hasil korupsinya pada keluarganya sehingga anak istrinya memakan harta yang tidak berkah, ada yang berhasil membuat seorang istri membangkang pada suaminya,. dan semuanya itu dilaporkan untuk kemudian kembali bertugas, menggoda manusia.

Tapi ada satu tugas, yang merupakan pencapaian tertinggi bagi anak buah iblis. Yang apabila tugas itu berhasil ditunaikan, maka anak buah tersebut tidak perlu lagi kembali menggoda manusia dan diperkenankan tuk duduk di samping singgasana Iblis di bawah laut.

Tahu apa tugas itu?

Bercerai. Membuat suami dan istri berhasil bercerai.

Adalah pencapaian tertinggi bagi iblis, memisahkan dua orang yang telah menggetarkan Arsy Allah dengan akad. Bercerai adalah perbuatan yang paling tidak disukai oleh Allah. Bahkan Agama Katolik dengan lugas melarang adanya perceraian, bahwa apa yang telah disatukan oleh tuhan tidak boleh dipisahkan oleh manusia. 

***
Saya belum bisa sepenuhnya memahami pernikahan, tapi saya bisa memahami rasanya berada di dalam cerita yang salah. Rasa terjebak ketika hati ini dimiliki oleh seseorang, namun raga di miliki oleh orang lain. Jangan berdoa untuk bisa merasakannya, percayalah itu sungguh tidak enak.

Meski belum sampai di tahap pernikahan, saya pernah sempat berada di situasi yang sama.. merasa terjebak pada cerita yang salah, yang tidak ada cinta di dalamnya. Beruntung saya masih belum terikat oleh pernikahan saat itu, sehingga masih ada jalan keluar meski sakit luar biasa. Dulu saya pernah berdoa, agar jangan pernah lagi merasa terjebak. Jangan pernah lagi mengenal cinta yang salah. Cinta yang hanya manis di awal, hambar di belakang, dan hilang arah pada akhirnya.

Lalu saya dipertemukan dengan orang-orang yang mengalami hal serupa. Hidup bersama orang yang tidak dia cintai, sementara hatinya tertambat pada orang lain. Saya pun membaca satu dua tulisan dari mereka yang bercerita tentang kesepian,. yang hidup bersama orang yang salah.. cinta yang salah..

Padahal cinta tidak pernah salah. Manusianya yang terlalu banyak berharap.

Sampai disini saya ingin mengajak anda untuk membayangkan, rasanya terjebak dalam satu kehidupan yang tidak ada cinta di dalamnya. Hati yang anda miliki, tertambat pada orang lain yang anda tahu tidak akan pernah bisa anda miliki. Bayangkan.. selamanya sengsara dalam mendamba.. melihat dia bersama orang lain, tertawa bersama orang lain, bahagia.. sedangkan anda selalu merasa kurang. Ada lubang menganga di antara tawa berpura.. terjebak.

Bayangkan, betapa tidak enaknya situasi demikian. Menguras hati, tenaga dan pikiran.

***
Cinta tidak pernah salah.. sebagaimana Allah Sang Maha Cinta, menciptakan cinta untuk Adam kepada Hawa dan sebaliknya.

Seringkali cinta itu dikendarai oleh iblis, sebagai alat untuk menyesatkan manusia. Membuat manusia terburu-buru mengambil keputusan, menuruti hawa nafsu, menafikkan logika dan tidak lagi takut akan Tuhan.

Sungguh, cinta itu dekat sekali kaitannya dengan sabar. Dan sabar adalah perkara yang sangat besar dan berat. Bahkan Nabi Musa pun gagal ketika diuji kesabarannya oleh Nabi Khidir.

Seorang istri yang menunggu suaminya tanpa harus pergi ke tempat lain ketika sang suami keluar kota berhari-hari, itulah sabar. Dia yang menunggu suaminya datang agar bisa menyambut suaminya dengan tangan terbuka dan tempat tidur yang hangat, itulah sabar. Padahal bisa jadi sendirian di rumah adalah ketakutan terbesarnya. Ketika seorang istri sanggup menahan takut, menahan kantuk, melawan lelah agar bisa menenangkan suaminya yang telah berjuang berhari-hari melawan ombak dan hutan.. ketika itulah cinta menampakkan wujudnya.

Kadang saya kasihan dengan rekan kerja, yang telah berjuang berhari-hari di tanah antah berantah, lalu pulang mendapati rumahnya kosong ditinggal pergi karena sang istri tidak berani ditinggal sendiri. Dia yang lelah, ingin air hangat untuk membersihkan diri, justru harus membersihkan rumah dari kotoran hewan peliharaan yang terabaikan karena pemiliknya pergi. Dia yang sudah rindu hangat pelukan perempuan yang dia sayangi, justru harus melalui satu malam yang lebih dingin daripada malam-malam yang dia habiskan selama berminggu ketika dia pergi.

Namun disitu saya juga bisa melihat, bahwa cinta datangnya dari dua arah. Kerelaan suami melepaskan istrinya pergi mengungsi selama dia pergi, dengan resiko bahwa ketika dia kembali sang istri mungkin masih belum bisa turut kembali.. adalah ikhlas yang juga datangnya dari sabar.

Dan itu semua hanya bisa didapat.. ketika seseorang berada pada jalan cerita yang benar. Jalan cerita yang memang diperuntukkan baginya. Jika terjebak, maka habislah sudah emosi meluap. Mereka yang berada dalam jalan cinta yang semestinya, akan diberkahi oleh Allah dengan kesabaran dan keikhlasan yang luasnya tidak terukur. Tidak dapat digambar, bahkan dengan skala peta sekecil apapun.

***

Untukmu yang masih menunggu..
Jangan takut jika dia terlambat datang. Karena cinta tidak pernah datang terlambat. Takutlah jika engkau terjebak. Takutlah jika engkau terperdaya tipuan setan, sehingga memaksakan diri untuk berjodoh dengan sembarang orang, tanpa memperhatikan latar belakang, agama, dan karakternya. Takutlah berada di jalan cerita yang salah, karena suatu saat ketika seseorang yang lebih baik dan lebih tepat hadir di antara kalian.. disitulah awal muasal kesengsaraan hati yang bisa membawa api neraka jatuh ke pangkuanmu.

Sandarkan pilihan hanya pada apa yang Allah sukai. Mengejar cinta pun dengan cara yang Allah sukai. Jika apapun yang kamu lakukan adalah untuk menghindar dari amarah Allah, maka pasti Allah akan menggantinya dengan sesuatu yang jauh lebih baik.

Jika kamu telah menunggu demikian lama, lalu datang seorang pemuda yang cerdas serta mapan ingin menikahimu, namun kamu tahu dia tidak mengakui keberadaan-Nya.. setan akan terus memperdaya mu tuk menerima pemuda itu. Setan hadirkan ketakutan dalam hatimu, bahwa kamu mungkin tidak akan mendapati seseorang yang pas untukmu, bahwa kamu akan berakhir sendirian, bahwa umurmu sudah terbilang tua untuk menolak yang kini hadir.. Jika itu terjadi.. aku ingin kau kuatkan hatimu. Serahkan semua pada-Nya. Karena jika Dia menghendaki, pastilah jalan kalian bertemu. Meskipun pemuda itu tetap tidak percaya pada Allah, jika Allah menghendaki, sekuat apapun kau tolak pasti dia akan datang kembali, begitupun sebaliknya.

Jangan pernah ragu tuk menitipkan hati, perasaan, serta pilihan pada Allah. Jika Dia yang membantumu memilih, yakinlah kau akan terhindar dari ketakutan terbesar perempuan di muka bumi; menikahi orang yang salah.

Dan jika kamu meninggalkan pemuda itu oleh karena ketidaktaatannya, bisa jadi Allah akan segera menggantinya dengan yang jauh lebih baik untukmu. Tunggu saja. Engkau hanya harus bersabar, sedikit lagi.

Allah sedang menyiapkan jodohmu, menjadi seseorang yang sempurna melengkapimu. Itulah kenapa Dia membutuhkan waktu sedikit lebih lama dan membuatmu menunggu sedikit lebih lama. Ada hal-hal yang bisa kita dapati dengan instan, lebih murah harganya ketimbang sesuatu yang kita bayar mahal dan harus menunggu lama. Proses pembuatan berlian tidak secepat pembuatan perak. Sesuatu yang istimewa, memang biasanya datang belakangan.

Sekarang tinggal bagaimana kamu menenangkan hati dan pikiranmu. Karena Allah pernah berjanji... Aku adalah bagaimana prasangka hamba-Ku kepada-Ku. Mulai yakini dalam hati bahwa jodohmu kelak istimewa. Ceritamu kelak istimewa. Untuk kau hanya perlu bersabar sedikit lagi.. Sedikit lagi.

***

Cinta tidak pernah salah.
Manusianya saja yang seringkali salah memilih cerita. Terburu-buru memasuki satu cerita, tanpa melihat adakah namanya tertulis disitu.

Cinta akan selalu sabar.
Ketika lima- sepuluh tahun kalian habiskan tuk hidup bersama, cinta bisa saja pudar. Tapi tidak dengan bagi sabar.

Kudoakan kamu agar mendapati cinta mu yang sebenar-benarnya. Cerita yang memang diperuntukkan untukmu. Agar kau tidak kesepian di usia tua, ketika anak-anak tak lagi terlihat batang hidungnya, sibuk ditelan dunia. Agar kau kelak tetap dapat tertawa bercanda, meski usia mengharuskanmu tuk mengenakan lilitan selang hanya agar bisa bernapas.

Kudoakan kamu agar dapat menggenggam tangan yang memberimu perlindungan dan ketenangan. Bukan saja genggaman yang menginginkanmu telanjang.

Kudoakan agar penantianmu ini berujung manis, agar kelak kau dapat tersenyum dan berterimakasih pada-Nya atas cerita-cerita gagal yang tidak pernah kau miliki.

Comments

Popular posts from this blog

Travel Through Time to Raijua

Menuju Raijua.. bahkan perjalanannya adalah petualangan tersendiri. Kamu harus terbang ke Kota Kupang (atau Waingapu), tapi saya memilih Kupang, lalu berlayar dengan kapal cepat selama 5-7 jam untuk menuju Pulau Sabu. Sebenarnya ada beberapa pilihan untuk ke Pulau Sabu dari Kupang, yaitu dengan naik pesawat Susi Air selama kurang lebih 55 menit dengan harga sekitar 1,3 juta, atau naik kapal Ferry lambat dengan waktu tempuh selama 12-13 jam seharga Rp 80 - 120rb per orang, atau naik kapal Ferry cepat yang berangkatnya malam dan sampai di Pulau Sabu pagi (jadi kurang lebih 8 jam juga). Kapal cepat harganya berkisar di 200rb-an, saya sendiri memilih naik kapal Cantika Express kelas VIP seharga Rp 262 ribu. Di dalam kelas VIP Kapal Express Cantika, tapi jendelanya terlalu tinggi untuk bisa duduk lihat laut Tenang, ada jaket keselamatan. Tadinya saya mau bawa sendiri karena takut menyeberang selama tujuh jam. Tapi rupanya yang harus lebih dikhawatirkan itu menyeberang dua jam

Definisi orang baik, dari alm Sri Wahyuningsih Djangko

"Mims, ngana kita mo tarek jadi informasi wa.. ( Mim, kamu aku rekrut jadi bagian informasi ya)" ujarnya suatu hari. Kalimat tersebut menjadi awal dari pengalaman kelas sebelas ku yang penuh dengan kesibukan non-akademis. Berorganisasi di OP (Organisasi Pelajar, atau OSIS) sambil berjibaku dengan lomba-lomba debat bersama klub debat. Entah apa yang membuatnya menarikku sebagai anggotanya di Sekbid Informasi, tapi yang jelas ku bersyukur sekali bisa dipilih sebagai partnernya. "Yuk, torang baku pangge apa e? Dorang bahasa so baku pangge 'aner' ... ( Yuk, nama panggilan kita apa nih, anak sekbid bahasa sudah punya panggilan sendiri yaitu 'aner' )" kataku di hari yang lain jauh setelah pelantikan. Dari situ tercetus lah nama Parti alias Partner-Informasi. Aku panggil dia dengan Parti, dia panggil ku pun dengan Parti. Panggilan itu bertahan hingga dua belas tahun kemudian, sampai akhir hayatnya. *** Namanya Yayuk, orang kenalnya dengan nama Yayuk

Pagar Batu dan Rumah Orang Raijua

P ertama kali menjejakkan kaki di Raijua, saya diajak oleh Pak Jesri (Kepala Desa Bellu) untuk ikut mengantar semen naik truk kecamatan ke sisi lain Raijua. Mereka sedang dalam program pembangunan jalan yang didanai oleh pemerintah. Kata Basa (kawan yang setahun tinggal di Raijua untuk Indonesia Mengajar), jalan itu nantinya akan menghubungkan area penghasil rumput laut untuk memudahkan pengangkutan. Kalau di Raijua, mereka menyebut rumput laut sebagai 'agar'. Saat berkeliling dengan truk itulah saya bisa melihat langsung separuh Raijua, yang didominasi perbukitan dan bebatuan. Saya jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap pagar-pagar batu yang ditumpuk rapi dan mengelilingi tanah-tanah masyarakat yang luas. Ada juga bukit-bukit yang ditengahnya terdapat pagar batu membuat garis lurus memanjang, seolah membagi bukit tersebut menjadi dua bagian. Jika ada terasering di bukit yang curam, maka setiap undakannya pasti disangga dengan batu-batu yang ditumpuk rapi. Rasanya sepert