Skip to main content

Menunggu

Menunggu adalah manifestasi cinta tertinggi. Karena bagi seseorang yang menunggu, sabar saja tidaklah cukup. Ada banyak sekali permainan hati yang harus diuji ketika itu. Menenangkan diri dari kesedihan, menjauhkan pikiran buruk dan menjaga agar tetap bahagia,. apalagi jika seseorang itu tidak tahu apakah yang ditunggunya benar-benar akan datang atau tidak. 

Dunia tempat kita tinggali saat ini diciptakan dalam sistem yang sangat unik. Sistem tertutup, yang apapun seseorang lakukan akan berbalik kembali padanya, dan semua hal sudah digariskan. Manusia hanya disuruh menjalani, dengan ikhlas dan sabar apapun yang dibentangkan untuknya. Sambil sesekali diminta untuk berpikir, agar pikiran mau dan mampu mengakui kebesaran Tuhannya. 

Kenapa sulit sekali?

Hanya tinggal menunggu saja kok sulit. 
Hanya tinggal sabar saja kok sulit. 

***
Menunggu memang membosankan. Terlebih jika kita tidak tahu kapan akan berakhirnya, atau apakah akan berakhir atau tidak. Tidak tahu siapa yang ditunggu, dan tidak tahu bagaimana kisah tunggu-menunggu ini akan berujung. Semua teka-teki itu membuat khawatir, sehingga kadang orang mengambil tindakan impulsive dengan mengejar.. alih-alih menunggu.

Tapi menunggu tidak akan menjadi menjemukan, jika kita meyakini satu kalimat ajaib ini:

Aku adalah bagaimana prasangka hamba Ku terhadap-Ku.” karena yang berkata demikian adalah Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. 

Jika kalimat itu terus berulang-ulang kita bisikkan dalam hati, maka hati pun akan mampu tuk tetap tenang. Berprasangka baik pada-Nya agar Dia pun menghadiahimu kebahagiaan yang sepantasnya kau dapatkan.

Saat seseorang sedang menunggu sesuatu, artinya dia sedang tidak memiliki sesuatu yang ditunggu itu, sehingga hidupnya seperti ada lubang yang harus diisi agar lengkap. Orang yang bersedih akan selalu fokus pada lubang itu, lupa bahwa di sisi kanan dan kirinya terdapat banyak sekali sandaran empuk yang bisa dia nikmati. 

Padahal Allah menyuruhmu menunggu bukan karena Dia ingin membuatmu terus menerus berdiam diri dan menangis. Tapi Dia ingin kamu melihat sekeliling, melihat apa yang selama ini ada di sekitarmu tapi tidak kamu gubris karena terlalu sibuk dengan orang lain. Ada proses yang hilang jika seseorang tidak sempat menunggu apa yang dia idamkan, yaitu kesadaran. Ketika menunggu dalam diam, ada banyak pikiran yang melintas yang membuat seseorang tersadar akan hidup macam apa yang sedang dia jalani. 

Sabar saja tidak cukup. Seseorang yang tengah menunggu, perlu memperkaya dirinya dengan ilmu dan harta, agar waktu yang tidak bisa kembali ini, tidak berlalu dengan sia-sia. 

Baca buku, dengarkan ceramah, talkshow, perluas wawasan dengan menjelajah dunia maya, tonton film, lakukan apapun yang membuat dirimu naik satu tingkat setiap harinya. Siapa tahu.. sesuatu yang kamu sedang tunggu itu pun juga sudah menunggumu. Namun dia terlanjur sudah tinggi disana, dan tidak bisa menjemputmu ke bawah. Sehingga satu-satunya cara, adalah dengan kamu yang menghampirinya di sana. 

***

Jika menunggu adalah manifestasi cinta tertinggi, maka seorang perempuan yang sedang menunggu kehadiran pangeran pemberaninya tanpa tahu siapa pangeran itu, adalah seorang yang dipenuhi dengan cinta dan ketulusan teramat sangat. Kenapa? Karena ada sabar di dalamnya. Ada juga keyakinan, keteguhan hati luar biasa pada Tuhannya, bahwa Dia tidak akan pernah menyia-nyiakan keyakinan hamba-Nya. 

Seorang perempuan yang tengah menunggu, pada seseorang yang dia tidak tahu, sedang menyerahkan sepenuhnya kebahagiaan pada Sang Kuasa. Ada keikhlasan batin luar biasa, sehingga jika suatu saat yang ditunggunya telah tiba, dia akan menyambut dengan suka cita. Pada siapapun yang datang dengan gamblang, gagah dan juga berani tuk menyatakan, dia akan terima dengan bahagia. Karena dia yakin, itulah orang yang diutus oleh Tuhan untuknya. Inilah orang yang sudah Dia siapkan untuknya.

Bagi mereka yang masih dalam teka-teki, berdiri di dalam sepi, jangan pernah kamu berhenti. 
Jangan pernah menyerahkan isi hati, pada mereka yang hanya mampir tak peduli, 
Lorong ini seperti gelap dan panjang, kamu hanya perlu terus berjalan.
Semakin melangkah, pasti akan semakin mendekat. 
Yakinlah bahwa apapun yang Tuhanmu siapkan untukmu, apapun, adalah hal terbaik bagimu
Jikalah dia jodoh, maka bahagiamu karena-Nya, 
Jikalah dia ajal, maka bahagiamu bertemu dengan-Nya


Tidak ada keyakinan yang sia-sia selagi seseorang menunggu. Asalkan dia pasrahkan, dan serahkan itu pada Sang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. 

Comments

Popular posts from this blog

Travel Through Time to Raijua

Menuju Raijua.. bahkan perjalanannya adalah petualangan tersendiri. Kamu harus terbang ke Kota Kupang (atau Waingapu), tapi saya memilih Kupang, lalu berlayar dengan kapal cepat selama 5-7 jam untuk menuju Pulau Sabu. Sebenarnya ada beberapa pilihan untuk ke Pulau Sabu dari Kupang, yaitu dengan naik pesawat Susi Air selama kurang lebih 55 menit dengan harga sekitar 1,3 juta, atau naik kapal Ferry lambat dengan waktu tempuh selama 12-13 jam seharga Rp 80 - 120rb per orang, atau naik kapal Ferry cepat yang berangkatnya malam dan sampai di Pulau Sabu pagi (jadi kurang lebih 8 jam juga). Kapal cepat harganya berkisar di 200rb-an, saya sendiri memilih naik kapal Cantika Express kelas VIP seharga Rp 262 ribu.



Sebetulnya pilihan saya itu bukan pilihan yang tepat, karena orang lokal akan lebih memilih untuk naik kapal Ferry Funka yang berangkat malam dari Kupang dan tiba di Pulau Sabu pagi. Karena kapal kecil yang akan mengantar dari Pulau Sabu ke Pulau Raijua adanya pukul sepuluh pagi. Kala…

Definisi orang baik, dari alm Sri Wahyuningsih Djangko

"Mims, ngana kita mo tarek jadi informasi wa.. (Mim, kamu aku rekrut jadi bagian informasi ya)" ujarnya suatu hari. Kalimat tersebut menjadi awal dari pengalaman kelas sebelas ku yang penuh dengan kesibukan non-akademis. Berorganisasi di OP (Organisasi Pelajar, atau OSIS) sambil berjibaku dengan lomba-lomba debat bersama klub debat.

Entah apa yang membuatnya menarikku sebagai anggotanya di Sekbid Informasi, tapi yang jelas ku bersyukur sekali bisa dipilih sebagai partnernya.

"Yuk, torang baku pangge apa e? Dorang bahasa so baku pangge 'aner' ... (Yuk, nama panggilan kita apa nih, anak sekbid bahasa sudah punya panggilan sendiri yaitu 'aner')" kataku di hari yang lain jauh setelah pelantikan. Dari situ tercetus lah nama Parti alias Partner-Informasi. Aku panggil dia dengan Parti, dia panggil ku pun dengan Parti. Panggilan itu bertahan hingga dua belas tahun kemudian, sampai akhir hayatnya.

***

Namanya Yayuk, orang kenalnya dengan nama Yayuk Djangko k…

Pagar Batu dan Rumah Orang Raijua

Pertama kali menjejakkan kaki di Raijua, saya diajak oleh Pak Jesri (Kepala Desa Bellu) untuk ikut mengantar semen naik truk kecamatan ke sisi lain Raijua. Mereka sedang dalam program pembangunan jalan yang didanai oleh pemerintah. Kata Basa (kawan yang setahun tinggal di Raijua untuk Indonesia Mengajar), jalan itu nantinya akan menghubungkan area penghasil rumput laut untuk memudahkan pengangkutan. Kalau di Raijua, mereka menyebut rumput laut sebagai 'agar'.

Saat berkeliling dengan truk itulah saya bisa melihat langsung separuh Raijua, yang didominasi perbukitan dan bebatuan. Saya jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap pagar-pagar batu yang ditumpuk rapi dan mengelilingi tanah-tanah masyarakat yang luas. Ada juga bukit-bukit yang ditengahnya terdapat pagar batu membuat garis lurus memanjang, seolah membagi bukit tersebut menjadi dua bagian. Jika ada terasering di bukit yang curam, maka setiap undakannya pasti disangga dengan batu-batu yang ditumpuk rapi. Rasanya seperti …