Skip to main content

Muslim Minimalist

Tadi malam saya menulis sebuah postingan, tentang someone to love. Yang kemudian saya hapus pagi tadi saat sahur, karena tersindir oleh sebuah postingan di instagram, begini kutipannya
There's something so peaceful about Ramadan. It is important to forgive and forget. Let go of all grudges and remember that this month is a special month between you and Your Lord. So put down the distractions and take that first step to becoming a better Muslim and a better person.
Kenapa tersindir?

Well, Kuncinya ada di 'distraction'. Look! It's true that we all need someone to love, and be loved by someone. But those are distractions!

Tulisan ini saya tujukan khusus untuk yang masih single dan sedang menunggu pujaan hatinya datang 'menjemput'.

Di Ramadan kali ini, biarlah doa-doa kamu taburkan dalam setiap sujud, dalam setiap hening sepertiga malam terakhir. Pikiranmu dipenuhi dengan bayangan tentang sang pujaan, tak henti berharap agar dia lah yang menjadi jodohmu. Benar bahwa itu bukan sesuatu yang salah untuk dilakukan. Menggantungkan harap agar dia yang kau cintai membalas perasaanmu, berulang kali meminta Tuhan agar mendengar dan mengabulkannya... Tapi..

Tidakkah kau pikir itu adil?

Kau pikir kau sedang berdoa, sedang mendekat pada Tuhan, tetapi apa sebenarnya yang sedang kau lakukan?

Kau sedang mendikte Tuhanmu agar melakukan sesuatu untukmu. Karena kau anggap ini adalah bulan penuh rahmat dan ampunan, berulang kali kau pinta sesuatu yang bukan milikmu agar menjadi milikmu.

Tidak. Bukan begitu cara Ramadan bekerja.

Kau tidak meminta sesuatu melainkan ampunan. This month is between you and your God. Ini adalah bulan di mana langit menurunkan jutaan kebaikan untuk hamba yang meminta. Ampunan. Ridha. Dari Sang Maha Pencipta.

Mungkin sekali dua Tuhanmu akan mengabulkan permohonanmu itu, keinginan terdalam yang kau simpan dalam diam. Lalu kau pikir, Tuhanmu sedang memuliakanmu.. padahal Dia sesungguhnya sedang mengujimu. Dengan terkabulnya keinginan itu.. akankah kau masih mau kembali memohon kepadanya? Masih mau mendekat, merangkak, bersujud sebanyak yang kau lakukan ketika keinginanmu masih sebatas angan?

No.. my dear.. Don't.

Pintalah ampun. Ini adalah bulan bagimu memohonkan ampun atas dosa yang setiap hari kau lakukan. Setiap hari yang kau lewati selama sebelas bulan belakangan. Ini adalah bulan bagimu tuk meminta, agar Tuhanmu jangan marah padamu. Karena mungkin, setiap harinya ada hati yang tersakiti akibat ulahmu. Ada luka yang tergores akibat tawamu. Ada air mata yang diusap diam-diam akibat ucapanmu. Kau tidak pernah tahu.. dan tanpa ampunan Tuhanmu., kemanan nanti kau akan menuju?

Jika dalam gelap ruang sempit peristirahatan terakhir semua umat manusia sudah kau inapi, siapa yang kan kau jadikan tempat mengadu?

Ramadan adalah tentang kau dan Tuhanmu.

Coba.. balikkan cara berpikirmu itu. Tentang keinginan yang sedang kau pendam dalam diam. Pada harap yang kau peluk erat-erat, coba balikkan logikamu sebentar saja.

Bagaimana jika.. ternyata Tuhanmu sudah siapkan semua itu untukmu. Kau ingin pasangan hidup? Dia sudah siapkan pasangan terbaik-Nya untukmu, siap datang melamar. Kau ingin rumah tuk berteduh? Dia sudah siapkan rizki terbaik-Nya untukmu, siap tuk kau sambut. Kau ingin kendaraan mewah? Dia sudah siapkan pasukan-Nya tuk mengantarkannya padamu.

Bayangkan betapa mudahnya semua yang kau inginkan itu, bagi Tuhan Sang Pencipta Semesta. Dia yang menciptakan langit dan bumi, gugusan bintang, planet dan galaksi. Keinginan mu itu hanya berjarak satu kata 'kun' Maka Jadilah. Tanpa perlu kau pikirkan terus menerus. tanpa perlu kau pintakan terus menerus.

Jika semua itu Dia kehendaki tuk terjadi.. apakah kau sudah siap?

Apa yang sudah kau lakukan untuk menyambut doa-doa mu yang terkabul itu? Apa yang sudah kau siapkan, seandainya Tuhanmu benar mengirimkan jodoh untukmu hari ini juga, dan ternyata kau sudah resmi dinikahi olehnya minggu depan? Apakah kau sudah melatih dirimu membuatkannya sarapan setiap pagi? Menyiapkan segala keperluannya sebelum dia berangkat ke kantor? Apa kau sudah terlatih untuk tidak berkumpul bersama teman-teman di kafe setiap Jumat malam, dan menghabiskan pagi di kamar sampai siang? Apa kau sudah siap ditinggal sendirian di rumah jika ternyata dia harus bepergian keluar kota demi mencari nafkah untukmu?

Apa kau sudah benar-benar mempersiapkan diri untuk menyambut apa yang kau pinta itu?

Karena Tuhanmu tahu, setiap doa yang terkabul akan datang dengan segenap tanggung jawab yang harus kau pikul. Apakah kau benar-benar sudah mempersiapkan diri?

Jika belum..

Ada baiknya kau persiapkan dulu dirimu untuk semua tanggung jawab itu. Marriage comes with responsibility. Man and woman, have their own responsibility. Latih dirimu untuk menanggung tanggung jawab itu dengan hati senang, karena itulah yang akan kau jalan selama separuh sisa hidupmu kelak (right at the moment you wave goodbye to the single life).

Jika kau ingin rumah, latih dirimu untuk merawat tempat tinggal yang kau tempati saat ini. Ciptakan kebiasaan baru, agar nanti tak canggung ketika harus menempati dan merawat rumahmu sendiri. Agar tidak kaget dengan sejumlah hal kecil yang justru mengganggu, yang tak pernah terpikir selama ini seperti rumput liar yang terus tumbuh, atap yang tiba-tiba bocor, tukang sampah yang tidak mau menutup tempat sampah. 

Lebih dari itu, Tuhanmu tahu apa yang kau inginkan. Dia hanya sedang melihatmu bersiap. Bersungguh-sungguh dalam menerima tanggung jawab yang hendak Dia embankan kepadamu.

Sementara menunggu.. mendekatkan diri kepada-Nya bukan hal yang sulit-sulit amat. Kau hanya perlu duduk lebih lama dari biasanya, mengakui segala kesalahan dan dosa, tak apa menangis, karena Dia suka orang-orang yang bertaubat dan menyesali perbuatannya. Kau hanya perlu memohon ampunan-Nya. Meminta agar dijadikan salah satu hamba yang berhak diberi ampunan. Karena meskipun Allah Maha Pemurah, Dia hanya akan memberi ampun pada mereka yang dikehendaki.

Pintalah agar kau menjadi salah satu orang yang Dia kehendaki.

Dalam pekerjaan yang kau jalani sehari-hari, pernahkah kau menjadi seorang 'karyawan kesayangan bos'? Tahukah rasanya menjadi 'anak emas' staf terbaik yang melakukan pekerjaan dengan sangat baik? Tentu saja jika bos mu sayang padamu, dia akan mengabulkan apa saja yang kau pinta, dan kau pun sebagai anak emas tentu akan berhati-hati dalam meminta sehingga tidak melampaui batas.

Bayangkan jika itu terjadi antara kau dan Tuhanmu.

Bayangkan jika kau menjadi hamba yang disayang oleh Tuhanmu. Pemilik Seluruh Alam menyayangimu, apa yang tidak akan kau dapat? Pemilik Semesta meridaimu,. apa yang akan melukaimu?

Tentu tidak ada..

Ketahuilah, semakin kita diberi keleluasaan tuk meminta, semakin itu pula kita semakin sedikit meminta. Hal-hal yang kita pinta pun akan semakin jauh dari materiil. And that's the point of being a minimalist. 

Saya ingin kita semua tahu, bahwa menjadi seorang minimalist bukanlah hal yang baru dalam Islam. Meskipun konsepnya lebih banyak didengungkan oleh mereka dari negara Barat, tapi Rasulullah SAW sejak dahulu sudah menerapkan dalam kehidupannya sehari-hari.

Kekasih Allah yang tiada pintanya yang tidak dikabulkan. Yang namanya disebut dalam Al-Quran dan doa setiap umat. Kita mungkin tidak bisa meniru seluruh cara hidup beliau, namun setidaknya ada bagian-bagian yang bisa kita terapkan, dan setidaknya berusaha untuk menerapkan keseluruhannya.

***

Dalam Ramadan ini, simpan dulu angan tentang sang pujaan hati. Biarkan Tuhanmu bekerja dalam cara dan waktunya yang sempurna. Karena ini adalah waktu yang tepat, untukmu meruntuhkan dinding kokohmu, topeng tegarmu yang kau pakai di depan manusia,. di hadapan Tuhanmu.

Jujurlah pada-Nya tentang apa yang kau rasa. Tentang apa yang kau takutnya. Dan tentang apa yang telah kau perbuat. Meskipun Dia Tahu segalanya. Memohon ampunan dan ridha nya lah yang terpenting. Berusaha mencintai-Nya agar Dia pun mencintaimu. Agar setelah bulan ini berlalu, kau tahu apa makna 'Ramadan' yang sesungguhnya.

Jangan lelah meminta ampunan. Dosamu sebegitu banyak untuk kau tangisi hanya dalam sebulan. Jangan mengeluh jika matamu bengkak. Dosamu lebih banyak dari sekedar dua kantung mata.

Kita tidak pernah tahu sampai kapan matahari bersinar. Selagi masih ada waktu, sibukkan diri menyambut impian yang akan terwujud nanti. Sembari memohon agar Dia tidak pernah meninggalkanmu, dan tidak pernah membiarkanmu tersesat. Lagi.

Comments

Popular posts from this blog

Travel Through Time to Raijua

Menuju Raijua.. bahkan perjalanannya adalah petualangan tersendiri. Kamu harus terbang ke Kota Kupang (atau Waingapu), tapi saya memilih Kupang, lalu berlayar dengan kapal cepat selama 5-7 jam untuk menuju Pulau Sabu. Sebenarnya ada beberapa pilihan untuk ke Pulau Sabu dari Kupang, yaitu dengan naik pesawat Susi Air selama kurang lebih 55 menit dengan harga sekitar 1,3 juta, atau naik kapal Ferry lambat dengan waktu tempuh selama 12-13 jam seharga Rp 80 - 120rb per orang, atau naik kapal Ferry cepat yang berangkatnya malam dan sampai di Pulau Sabu pagi (jadi kurang lebih 8 jam juga). Kapal cepat harganya berkisar di 200rb-an, saya sendiri memilih naik kapal Cantika Express kelas VIP seharga Rp 262 ribu. Di dalam kelas VIP Kapal Express Cantika, tapi jendelanya terlalu tinggi untuk bisa duduk lihat laut Tenang, ada jaket keselamatan. Tadinya saya mau bawa sendiri karena takut menyeberang selama tujuh jam. Tapi rupanya yang harus lebih dikhawatirkan itu menyeberang dua jam

Definisi orang baik, dari alm Sri Wahyuningsih Djangko

"Mims, ngana kita mo tarek jadi informasi wa.. ( Mim, kamu aku rekrut jadi bagian informasi ya)" ujarnya suatu hari. Kalimat tersebut menjadi awal dari pengalaman kelas sebelas ku yang penuh dengan kesibukan non-akademis. Berorganisasi di OP (Organisasi Pelajar, atau OSIS) sambil berjibaku dengan lomba-lomba debat bersama klub debat. Entah apa yang membuatnya menarikku sebagai anggotanya di Sekbid Informasi, tapi yang jelas ku bersyukur sekali bisa dipilih sebagai partnernya. "Yuk, torang baku pangge apa e? Dorang bahasa so baku pangge 'aner' ... ( Yuk, nama panggilan kita apa nih, anak sekbid bahasa sudah punya panggilan sendiri yaitu 'aner' )" kataku di hari yang lain jauh setelah pelantikan. Dari situ tercetus lah nama Parti alias Partner-Informasi. Aku panggil dia dengan Parti, dia panggil ku pun dengan Parti. Panggilan itu bertahan hingga dua belas tahun kemudian, sampai akhir hayatnya. *** Namanya Yayuk, orang kenalnya dengan nama Yayuk

Pagar Batu dan Rumah Orang Raijua

P ertama kali menjejakkan kaki di Raijua, saya diajak oleh Pak Jesri (Kepala Desa Bellu) untuk ikut mengantar semen naik truk kecamatan ke sisi lain Raijua. Mereka sedang dalam program pembangunan jalan yang didanai oleh pemerintah. Kata Basa (kawan yang setahun tinggal di Raijua untuk Indonesia Mengajar), jalan itu nantinya akan menghubungkan area penghasil rumput laut untuk memudahkan pengangkutan. Kalau di Raijua, mereka menyebut rumput laut sebagai 'agar'. Saat berkeliling dengan truk itulah saya bisa melihat langsung separuh Raijua, yang didominasi perbukitan dan bebatuan. Saya jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap pagar-pagar batu yang ditumpuk rapi dan mengelilingi tanah-tanah masyarakat yang luas. Ada juga bukit-bukit yang ditengahnya terdapat pagar batu membuat garis lurus memanjang, seolah membagi bukit tersebut menjadi dua bagian. Jika ada terasering di bukit yang curam, maka setiap undakannya pasti disangga dengan batu-batu yang ditumpuk rapi. Rasanya sepert