Skip to main content

Jatuh Cinta, (jika) Tanpa Kata

Love is crazy. Everyone knows, everyone agrees, but no one could stop the craziness of people in love. Including me. There are zillion of theories on why love is crazy, and what love really is,. and here I am.. about to tell you something, that's been bothering me for weeks.

***
Beberapa minggu belakangan ini saya sedang 'menemani' dua orang sahabat jarak jauh, yang sedang bergulat dengan urusan hati. Kinda reminds me of my self thousand of years ago. Uniknya, keduanya mempunyai soalan yang amat bertolak belakang, yang satu sedang patah hati karena putus cinta - atau nyaris putus cinta - dan yang satu lagi sedang tergila-gila karena jatuh cinta. Keduanya membuat saya seolah merasakan jatuh cinta dan putus cinta sekaligus, dan itu.. yah.. agak aneh untuk dirasakan.

Saya ikut sedih ketika teman saya menangis via telpon, mengutarakan niatnya yang sebaiknya mengakhiri hidup saja, karena seseorang yang dia cinta, sepertinya tidak begitu membalas perasaannya. Laki-laki yang dia gantungkan harap, kini seperti robot kaku yang bertahan dalam hubungan itu hanya karena telah terbiasa. No sparks, no joy,. Sahabat saya merasa dirinya seolah tidak dihargai. Namun tidak ada yang bisa saya lakukan selain mendengar isaknya. Karena percuma. Saat saya mengalami hal serupa -dua setengah tahun lalu- sahabat saya pun melakukan hal yang sama. Mendengar saya menangis pukul dua pagi, mendengar saya menangis pukul dua siang, dan hanya itu yang dia lakukan namun bisa membuat saya kembali kuat berdiri lagi.

Maka saya lakukan hal yang sama, tanpa merasa perlu tuk menasihatinya tentang hidup, apalagi tentang cinta.

Saya ikut bahagia, ketika teman saya yang lain meletupkan antusiasmenya ketika sang pujaan akhirnya mengajaknya makan berdua. Kami tertawa, berteriak sambil merapal doa-doa yang diaminkan segera. Oh tuan.. jatuh cinta.. bahagianya betul-betul menular.

Keduanya terlalu membingungkan, karena.. entah apakah hidup memang harus punya rasa, sehingga.. saat seseorang sedang menjalankan hidup dengan rasa datar, semesta menghadirkan beragam pilihan rasa lain melalui orang lain, yang turut dia rasakan. Itulah yang sedang saya rasakan.. seperti plain yoghurt (me) yang dicampur dengan semangka (fall in love friend) dan jeruk (heartbreak friend).

But when life gives you lemon, people will start giving you advice on how to make that lemon useful. 

Kebingungan itu yang membuat saya kembali membuka buku Cinta dan Kehilangan, tulisan teman saya yang menggunakan nama pena Senyum Syukur. Agar saya bisa menemukan kata-kata yang pas bagi mereka berdua, kalau sekiranya dibutuhkan.

Tapi sepertinya tidak perlu. Karena, orang yang paling sulit tuk diberi pengertian, adalah orang yang tengah dimabuk cinta, atau yang tengah dirundung duka. Jadi yah.. my best effort was, to read and stay, and keep my sanity alive. 

But there's one thing about love.. that then I realised.. 

The Unspoken.

Ketika jatuh cinta dilakukan diam-diam.. tanpa kata, tanpa bicara.. tanpa saling sapa, dan hanya memendam sambil memandang dari jauh.. tahukah kamu, bahwa itu adalah cara paling indah untuk jatuh cinta?

Indah.. karena.. cinta itu menjadi diinginkan. Sesuatu akan berlipat nilainya jika diinginkan. Harga sebuah lukisan dalam lelang, bisa naik berpuluh kali lipat jika banyak yang menawar. Es krim coklat yang dijual di pinggir jalan, akan jauh lebih lezat jika diidamkan. Dan cinta dalam diam.. akan menjadi jauh lebih membahagiakan jika akhirnya berwujud nyata (dibandingkan dengan cinta yang diobral).

***

Sahabat saya, ia jatuh cinta dalam diamnya. Tidak pernah memberi tanda, tidak juga memberi harap. Dia mencintai seseorang, yang dia harapkan juga mencintainya. Kini, semua seperti sedang berjalan di jalur yang ia harap-harap. Terbayang kan, bagaimana bahagianya perasaan sahabat saya itu?

Satu hal yang saya pelajari kemudian (dan juga dari buku Cinta dan Kehilangan), adalah tentang menitipkan cinta pada Sang Maha Pemilik Cinta. Mungkin itulah yang selama ini sahabat saya lakukan, ketika dalam masa penantiannya, ia memilih untuk menolak siapapun yang datang dan mencoba mendobrak keteguhan hatinya dalam menjaga diri. Maka ketika lelaki yang dicintainya itu pun perlahan membalas perasaannya, ia anggap itu sebagai jawaban dari segala doa yang dia panjatkan.

Ketika seseorang jatuh cinta dalam diam, sekuat tenaga dia akan menyingkirkan perasaannya itu. Dan tentu dia akan gagal. Cinta dalam diam, lalu kemudian tak berbalas, bisa membuat orang menjadi gila dan tidak karuan. Cinta dalam diam, lalu kemudian berbalas, bisa membuat orang bahagia dan lupa bahwa kematian bisa mengintai kapan saja. Cinta yang berbahagia, lalu menemui ajal, juga bisa membuat orang kehilangan kewarasan.

Sehingga saya ingin mencoba tuk menyimpulkan, bahwa cara terbaik tuk jatuh cinta, adalah dengan menitipkannya pada Sang Kuasa. Terlebih jika kamu adalah perempuan, yang hanya bisa menunggu dan mengharap kepastian. Meskipun memang benar, tidak selalu perempuan harus menunggu, bahkan Siti Khadijah pun mengungkapkan perasaannya pada Rasulullah dan membuatnya menjadi Sang Istri Pertama dan terhebat.

Tapi.. terkadang kita harus membandingkan juga, usia beliau saat bersama Rasul dan usia kita saat ini. Apalah arti usia dua puluhan dibandingkan mereka yang dua kali lebih dewasa, lebih berpengalaman, dan paham caranya mengendalikan perasaan. Ada pertaruhan diterima dan ditolak jika seseorang mengungkapkan perasaan, apakah sudah siap jika kenyataannya dia tidak memiliki perasaan yang sama? Siti Khadijah mungkin sudah bersiap dengan kemungkinan itu, beliau pun sudah berpengalaman dalam urusan hati, bukan pemain baru seperti kita-kita ini.

Percayalah, mempersiapkan hati tuk bisa berlapang saat ditolak, butuh latihan berkali-kali, bertahun-tahun, dan tidak cukup hanya dalam waktu dua puluh atau tiga puluh tahun. Kurang.

Cara terbaik bagi seorang perempuan ketika dia jatuh cinta adalah diam. Dan menitipkannya pada Sang Kuasa. Tuhan kita ini Pemilik Semesta. Dia juga yang menciptakan kamu dan pujaan hati mu. Mudah saja baginya untuk menyatukan kalian berdua, jika memang Dia berkehendak.

Jika seseorang menitipkan perasaannya pada Tuhannya, yakinlah bahwa Dia tidak akan mengecewakan seorang hamba yang berharap pada-Nya. Tidak akan.

Tuhan selalu punya cara untuk menjawab doa umat-Nya. Yang dipanjatkan dengan penuh harap, yang disertai permohonan ampun. Jika seseorang jatuh cinta dalam diam, dan menitipkan perasaan pada Tuhannya, maka itu adalah cara paling indah untuk berdekatan, kembali dengan Sang Maha Pemilik Seluruh Alam.

***

Usia saya delapan belas, ketika saya bertemu dengan seseorang yang saya pikir adalah cinta sejati saya. Sejak itu, saya hidup dalam ingkar, dan sulit sekali mendekatkan diri pada Tuhan. Karena sejatinya saya tengah melakukan apa yang agama saya larang. Berkali-kali ditegur, berkali-kali tertimpa musibah, tapi saya tetap bersikeras.

Hingga pada satu titik saya merasa.. hampa. Saya merasa seperti tengah memperjuangkan sesuatu yang sia-sia. Tidak ada bahagia di sana, apalagi ketenangan. Usia saya dua puluh tiga, saat pertama kali saya berdoa memohon ketenangan. Memohon cinta dari Sang Maha Cinta. Memohon agar menjadi seseorang yang diinginkan, dan dicintai selayaknya perempuan yang berharga.

Doa yang membuat saya secara resmi hidup sendirian, berlepas dari cengkraman perbuatan dosa, saat usia saya memasuki dua puluh empat. Padahal doa saya sederhana, saya ingin menjadi seseorang yang diinginkan, dan berguna bagi seseorang yang saya cintai dan mencintai saya. Saat itu rasanya sulit dimengerti apalagi dijalani, melihat fakta bahwa ternyata.. bukannya semakin didekatkan, kita justru dipisahkan.

Usia saya duapuluh enam, saat saya mengerti banyak hal jika menengok ke belakang. Mengerti mengapa pacaran dilarang oleh Agama Islam. Dan pengertian itu kini ingin saya bagi pada teman saya yang tengah patah hati, meskipun ia menganut keyakinan yang berbeda.

Islam mengagungkan perempuan dalam ajarannya. Membuatnya menjadi seseorang yang 'dipinta' atau dilamar, diberi mahar, diibaratkan sebagai perhiasan,. dan tidak ada bunga yang meminta tuk dipetik. Tidak ada keindahan, yang meminta tuk diperhatikan. Bukan berarti Khadijah tidak dicintai oleh Rasul karena mengungkapkan perasaannya duluan, tapi kita lihat juga perbedaan usia mereka.. jika ada seorang pemuda, mencintai seorang perempuan yang jauh lebih dewasa, lebih mapan, apakah mereka akan berani mengungkapkan duluan? Tapi jika pria idamanmu adalah seorang yang setara, umur kalian berdekatan, ah.. tidak usahlah terpikir tuk mengungkapkan duluan.

Mereka itu terlahir dengan insting mengejar. Mereka terlahir untuk menemukan apa yang mereka inginkan. Jika ternyata bukan kamu yang diinginkan, namun kamu bersikeras menawarkan diri, tahu apa yang terjadi? Dia tak kuasa menolak, dia menerimamu, tapi sebetulnya pikirannya memikirkan orang lain yang dia inginkan dan dia simpan dalam hati.

Jadi simpan sajalah cintamu itu, Tuhan lebih berhak menentukan siapa yang kelak akan jadi pendampingmu.

***

Tapi bagaimana kalau kita jadinya tidak bersama, aku gak bisa membayangkan akan berakhir dengan orang lain selain dia... 

Pertanyaan yang juga pernah saya tanyakan bodoh yang bisa terlontar dari seorang penuntut cinta. Tanda bahwa dia tidak yakin dengan hadiah yang Allah telah siapkan untuknya. Merasa jauh lebih pintar dalam merencanakan hidup, padahal Allah lah yang Maha Menentukan.

Go travel, take the trip, read books, listen to podcasts, ada banyak hal bermanfaat yang bisa kamu lakukan sebagai perempuan selagi menunggu. Dan tentu jauh lebih bermanfaat ketimbang mengungkapkan perasaanmu. Karena percuma.. kalau pun dia juga suka sama kamu, tapi dia belum siap tuk berumah tangga sedangkan kamu sudah menyiapkan segala detil persiapan pesta pernikahan kalian, dia tidak akan bisa menerimamu.

Percayalah menunggu cinta dalam diam, sambil tidak mengharapkan dia yang kamu cintai berbalas mencintaimu, adalah satu proses pembelajaran paling indah yang kelak akan kamu butuhkan ketika menghadapi anak-anakmu yang beranjak dewasa. Perempuan yang tidak melewati fase menunggu, mendamba, berbisik dengan Allah, harap-harap cemas berdua dengan Allah, kelak tidak akan bisa memberi nasehat tentang indahnya menjadi muslimah yang taat.

Selagi menunggu dan memperkaya diri, kamu akan menjadi perempuan mandiri dan percaya diri. Dan jika cintamu berbalas, kamu telah menjadi seorang yang percaya diri, tanpa perlu merasa kecil didepan sang pujaan hati. Insecurity bukanlah hal yang baik when it comes to relationship. Kebayang dong, menghabiskan sisa hidup dengan membanding-bandingkan diri sendiri dengan perempuan lain, dengan rekan kerjanya, kliennya, dengan setiap perempuan yang berdesakkan di kereta dengannya,. duh..

Jatuh cinta itu indah, namun akan jadi mimpi buruk jika disertai dengan ekspektasi. Kita pun tidak bisa mengontrol, kepada siapa hendak jatuh cinta. Karena hati seringkali berbuat sesukanya saja. Tapi kita masih bisa mengontrol, bagaimana hendak bermain logika. Dan butuh kekuatan serta kecerdasan luar biasa bagi seorang perempuan untuk bisa mengendalikan perasaan ketika hati sedang ingin bebas sebebas-bebasnya.

***

Ajak hatimu tuk belajar mencintai dirimu sendiri. And by loving your self, doesn't mean you have to be selfish. Tahu kan, kalau jatuh cinta maunya mengenal lebih dalam sang pujaan. Mencari tahu dari segala penjuru, stalking twitter, instagram, stalking sahabat-sahabatnya, pacarnya sahabatnya, sahabatnya pacar sahabatnya, terus sampai ke akar. Nah, kalau kamu jatuh cinta dengan dirimu sendiri, otomatis kamu akan lakukan hal yang sama.. except for the stalking, you'll learn to get to know your self.

Master the skills you never have before. Go to the places you've never been before. Spoil your mind with new experiences. Trust me, princess.. you won't regret a day of your life when you were single. 

Karena jodoh itu pasti adanya. Al-Quran tidak pernah berbohong, dan disana sudah tertulis bahwa setiap makhluk diciptakan berpasangan. Hanya masalah waktu kamu akan bertemu dengan dia yang telah diciptakan sepaket untukmu. Yaitu ketika kalian berada dalam level yang sama dan setara. Agar kalian bisa berjalan beriringan, tidak timpang sebelah. Agar kalian bisa saling bersandar, dan bukan saling menarik menepi.

***

Tahu apalagi yang pasti selain jodoh?

Mati.

Dia ada dan mengintai kapan dan dimana saja. Yang paling pasti justru yang paling tidak dinanti. Dan karena tidak dinanti, seringkali kita lupa membekali diri. Akan bawa apa setelah ini?

Kata orang perjalanan hidup seseorang amatlah panjang, bahkan setelah Alam Barzakh, ada beberapa alam-alam lain yang harus dilalui sebelum benar-benar sampai di surga dan neraka.. and here we are, confusing about love. 

Jadi ini selagi bulan Ramadhan.. saya ingin berbagi pada setiap yang rajin mengunjungi blog ini. yang judulnya minimalist tapi isinya gak selalu tentang minimalism.  Tamu Agung sedang disini, singkirkan isi kepala dengan dia yang tidak pasti. Tapi jangan bantah jika kamu memang sedang patah hati atau jatuh hati. Turuti saja kemauannya. Jadikan bahagiamu sumber bahan bakar tuk menggiatkan ibadah. Jadikan sedihmu juga sebagai sumber bahan bakar tuk mendekat pada Sang Pencipta.

Jika kamu sedang jatuh hati, maka lakukan dalam diam dan senang hati. Tanpa ekspektasi. Jika ternyata Tuhan berkehendak lain, dan dia berakhir dengan perempuan yang bukan dirimu, anggap saja dia telah membahagiakanmu untuk sesaat. Bahagia yang bisa kau gunakan tuk bahagiakan orang lain. Karena dengan membahagiakan orang lain, bahagia itu akan berbalik pada kita.

Setiap perempuan adalah berharga. Setiap perempuan patut berakhir dengan dia yang mencintai dirinya. Jangan pernah berpikir bahwa untuk bisa bahagia dan berakhir dengan dia yang sempurna, kau korbankan harga dirimu. Apalagi sampai merebut kebahagiaan perempuan lain. Karena sesuatu yang berharga, tidak akan sudi melakukan perbuatan kotor yang penuh dosa.

Be the Queen for your King. He's coming, right away. 

Comments

Popular posts from this blog

Travel Through Time to Raijua

Menuju Raijua.. bahkan perjalanannya adalah petualangan tersendiri. Kamu harus terbang ke Kota Kupang (atau Waingapu), tapi saya memilih Kupang, lalu berlayar dengan kapal cepat selama 5-7 jam untuk menuju Pulau Sabu. Sebenarnya ada beberapa pilihan untuk ke Pulau Sabu dari Kupang, yaitu dengan naik pesawat Susi Air selama kurang lebih 55 menit dengan harga sekitar 1,3 juta, atau naik kapal Ferry lambat dengan waktu tempuh selama 12-13 jam seharga Rp 80 - 120rb per orang, atau naik kapal Ferry cepat yang berangkatnya malam dan sampai di Pulau Sabu pagi (jadi kurang lebih 8 jam juga). Kapal cepat harganya berkisar di 200rb-an, saya sendiri memilih naik kapal Cantika Express kelas VIP seharga Rp 262 ribu. Di dalam kelas VIP Kapal Express Cantika, tapi jendelanya terlalu tinggi untuk bisa duduk lihat laut Tenang, ada jaket keselamatan. Tadinya saya mau bawa sendiri karena takut menyeberang selama tujuh jam. Tapi rupanya yang harus lebih dikhawatirkan itu menyeberang dua jam

Definisi orang baik, dari alm Sri Wahyuningsih Djangko

"Mims, ngana kita mo tarek jadi informasi wa.. ( Mim, kamu aku rekrut jadi bagian informasi ya)" ujarnya suatu hari. Kalimat tersebut menjadi awal dari pengalaman kelas sebelas ku yang penuh dengan kesibukan non-akademis. Berorganisasi di OP (Organisasi Pelajar, atau OSIS) sambil berjibaku dengan lomba-lomba debat bersama klub debat. Entah apa yang membuatnya menarikku sebagai anggotanya di Sekbid Informasi, tapi yang jelas ku bersyukur sekali bisa dipilih sebagai partnernya. "Yuk, torang baku pangge apa e? Dorang bahasa so baku pangge 'aner' ... ( Yuk, nama panggilan kita apa nih, anak sekbid bahasa sudah punya panggilan sendiri yaitu 'aner' )" kataku di hari yang lain jauh setelah pelantikan. Dari situ tercetus lah nama Parti alias Partner-Informasi. Aku panggil dia dengan Parti, dia panggil ku pun dengan Parti. Panggilan itu bertahan hingga dua belas tahun kemudian, sampai akhir hayatnya. *** Namanya Yayuk, orang kenalnya dengan nama Yayuk

Pagar Batu dan Rumah Orang Raijua

P ertama kali menjejakkan kaki di Raijua, saya diajak oleh Pak Jesri (Kepala Desa Bellu) untuk ikut mengantar semen naik truk kecamatan ke sisi lain Raijua. Mereka sedang dalam program pembangunan jalan yang didanai oleh pemerintah. Kata Basa (kawan yang setahun tinggal di Raijua untuk Indonesia Mengajar), jalan itu nantinya akan menghubungkan area penghasil rumput laut untuk memudahkan pengangkutan. Kalau di Raijua, mereka menyebut rumput laut sebagai 'agar'. Saat berkeliling dengan truk itulah saya bisa melihat langsung separuh Raijua, yang didominasi perbukitan dan bebatuan. Saya jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap pagar-pagar batu yang ditumpuk rapi dan mengelilingi tanah-tanah masyarakat yang luas. Ada juga bukit-bukit yang ditengahnya terdapat pagar batu membuat garis lurus memanjang, seolah membagi bukit tersebut menjadi dua bagian. Jika ada terasering di bukit yang curam, maka setiap undakannya pasti disangga dengan batu-batu yang ditumpuk rapi. Rasanya sepert