Skip to main content

Dari Buku 'Apa Kabar Rindu'

Tidak ada yang lebih menyakitkan, daripada melihat seseorang yang begitu tepat untuk kita, yang genggamannya begitu sempurna merekat di sela jemari kita, namun kita tidak pernah tahu apakah dia milik kita atau bukan.

Jika ini yang sedang kamu rasakan, saya punya satu-dua kalimat yang semoga bisa menenangkan.

***

Tulisan yang akan saya bagi kali ini, terinspirasi dari seorang teman yang adalah seorang penulis. Beliau telah menghasilkan dua buku, dengan judul 'Cinta dan Kehilangan' dan 'Apa Kabar Rindu'. Teman saya ini menulis dengan nama anonim; Senyum Syukur.

Kedua buku itu seolah berbicara pada mereka yang tengah merundung duka, akibat cinta. Entah karena ia tengah kehilangan sosok yang dia cintai (ayah, ibu, saudara, kekasih, atau bahkan pasangan), atau karena tengah memendam rasa cinta yang tidak memiliki wajah untuk ditampakkan.

Tentang memendam rasa cinta pada seseorang, teman saya mengulas lebih dalam pada buku kedua, 'Apa Kabar Rindu'. Dan saya yakin, jika kalian bersedia membacanya, akan ada banyak bagian yang membuat kalian ber- ooh - pelan dan mengakui kebenarannya.

***

Memendam perasaan, menyembunyikan rasa senang saat bersapa, menyembunyikan malu saat duduk berdua, menolak untuk mengungkapkan perasaan, mengubur dalam-dalam kecewa ketika yang didamba menerima uluran tangan orang lain.. adalah perasaan yang mungkin hampir setiap orang pernah merasakan. Atau setidaknya, saat dia masih muda dan bodoh.

Akan sangat menyakitkan terlebih jika dia yang tengah didamba adalah orang yang benar-benar sesuai dengan apa yang kau impikan selama ini. Tentang sosok pendamping dan pelengkap hidup. Wajahnya, senyumnya, matanya, semua yang ditampilkannya secara fisik membuat hati mu bergetar setiap kali bertemu dengannya. Suaranya, cara berpikirnya, cara dia menceritakan tentang dirinya, membuatmu ingin menghabiskan pagi dan malam mendengarkan semua yang ada di pikirannya. Belum lagi jika dia menggenggam tanganmu erat, dan bagimu genggaman itulah yang paling pas untuk menjelajahi separuh isi dunia bersama.

Dan kamu tidak bisa ungkapkan itu.

Now listen.. 

Dia yang kamu pikir tepat itu.. Mungkin tidak akan se-tepat apa yang Dia telah rencanakan untukmu. Tuhan selalu tahu apa yang terbaik bagi hamba-Nya. Jika kamu mau sedikit bersabar, nanti juga kamu akan tahu apakah dia memang setepat itu untukmu. Kalau iya, maka tidak ada yang akan mengalahkan manisnya bahagia, mendapati dirimu bersama seseorang yang kamu idamkan selamanya. Tapi jika tidak, kelak kamu akan mengerti alasannya.

Semesta selalu punya rencana. Dan rencana-Nya adalah yang terbaik yang bisa kamu bayangkan.

Sibukkan dirimu, sembari menunggu cerita yang tengah Dia rancang untukmua. Dia - Tuhanmu - lebih tahu dari dirimu, kapan engkau siap menerima hadiah bertubi-tubi yang teramat membahagiakan nanti. Sabarmu bukan diam menunggu. Sabarmu adalah memperkaya dirimu sembari menunggu.

Memperkaya ilmu mu, agar kamu menjadi wanita cerdas yang membuat pasanganmu bangga. Memeprkaya kemampuanmu dalam mengurus rumah, agar kamu menjadi perempuan tangguh yang bisa diandalkan. Dan memperkaya pengalamanmu dengan bepergian sejauh yang kau bisa, agar anakmu kelak bisa mendengar cerita-cerita tentang dunia di luar sana, sebelum dia benar-benar siap melangkahkan kakinya sendiri.

Seorang perempuan yang tengah menunggu, dalam sabar dan taat, kelak akan memperoleh hadiah yang pantas dia dapatkan. Asalkan dia mau menuruti setiap perintah, dan enggan tuk bermain hati.

Jika dia orang yang kamu tunggu, maka jangan kau harapkan dirinya untuk datang kepadamu. Harap hanya boleh kau gantung pada Tuhanmu. Dia yang mendengar bisikan mu di pagi dan malam hari. Dia yang mendengar setiap panjat harapmu, tanpa terlewati.

Kamu boleh mengharapkan ingin menghabiskan hidup bersama sang pujaan, tapi jangan tutup kemungkinan bagi Tuhan tuk hadirkan hati yang jauh lebih membahagiakan. Dengan begitu, tidak akan ada yang menyangka, kamu ini tengah mendikte Tuhanmu sendiri.

Pilihlah bahagia dalam menjalani setiap prosesnya. Mencoba menu-menu baru yang tak pernah kau masak sebelumnya, menyambangi tempat-tempat baru, mempelajari keahlian-keahlian baru.. lakukan apapun yang bisa mengalihkan pikiranmu dari hanya sekedar memikirkan tentangnya.

Dan jika dia datang, di suatu malam, dalam mimpi yang tak kau undang, anggaplah itu sebagai hadiah kecil dari Tuhan untukmu. Bukan untuk membuatmu semakin merindu dan semakin menginginkan tuk bertemu, tapi sekedar pengingat, bahwa kembang Tuhanmu tahu apa yang tengah berkecamuk dalam hatimu itu.

***

Bersabarlah sedikit lagi. Perempuan hanya akan jadi cantik jika berhiaskan sabar dan rahasia. Buat dirimu berarti. Biarkan orang lain mengenalmu sebagai dirimu sendiri, sebelum mereka mengenalmu sebagai Mrs Somebody.

Dia akan datang ketika kamu siap. Jangan dulu kau bilang kau siap sekarang, karna yang menilai bukanlah dirimu sendiri. Tahu kan bahtera rumah tangga tidak sedamai ombak di Pantai Selatan. Dia jauh lebih bergelombang, berangin, dan mematikan. Saat ini kau hanya sedang ditempa untuk menjadi kuat, mengendalikan nalar dan logika ketika menghadapi luapan emosi jiwa.

Agar kelak kau menjadi seseorang yang tetap tenang, menyejukkan, dan bisa dijadikan tempat bersandar. Kaulah perempuan.. kaulah rumah. Kaulah tiang, yang kelak keberadaanmu menjadi penentu arah.

Untuk bisa menjadi sedemikian sempurna, mungkin ini lah yang harus kau lewati dulu. Masa-masa dimana kau memanjakan lidahmu sendirian, dengan makanan-makanan lezat yang kau beli melalui jasa pengantaran. Masa dimana kau habiskan pagimu bermain permainan dalam gawai, sebelum benar-benar bangun dan bersiap memenuhi kewajiban. Masa dimana kau berteka-teki, merindukan dia yang tengah kau idamkan, berharap dia kan datang membawa kabar, atau sekedar mencari jejaknya di lini masa.

Mengharapkan seseorang - yang kau pikir begitu tepat - akan menyiksa, jika kau memilih untuk tersiksa. Tapi jika kau memilih untuk menyadari bahwa ternyata kamu mampu mencintai seseorang dalam diam dengan cinta yang sedemikian besar, maka kelak kamu pun akan mampu mencintai dia yang benar-benar datang dan diperuntukkan hanya untukmu. Kamu mampu mencintai, dan itulah yang terpenting.

Kini, simpan dulu harap dan cintamu itu. Simpan dan serahkan pada Dia Yang Maha Tahu. Yakin dan percaya bahwa jalan yang Dia berikan, tentu terbahagia untukmu. Dan ketika itu tiba, jangan ragukan dirimu dengan bertanya 'apakah aku pantas mendapatkan ini?'

Karena., ya tentu saja. Kamu pantas. Dalam setiap detik yang kau gunakan untuk memohon dan mengharap, ada perhitungan Yang Maha Adil yang siap memberimu bahagia yang kau impikan.

***

Comments

Popular posts from this blog

Travel Through Time to Raijua

Menuju Raijua.. bahkan perjalanannya adalah petualangan tersendiri. Kamu harus terbang ke Kota Kupang (atau Waingapu), tapi saya memilih Kupang, lalu berlayar dengan kapal cepat selama 5-7 jam untuk menuju Pulau Sabu. Sebenarnya ada beberapa pilihan untuk ke Pulau Sabu dari Kupang, yaitu dengan naik pesawat Susi Air selama kurang lebih 55 menit dengan harga sekitar 1,3 juta, atau naik kapal Ferry lambat dengan waktu tempuh selama 12-13 jam seharga Rp 80 - 120rb per orang, atau naik kapal Ferry cepat yang berangkatnya malam dan sampai di Pulau Sabu pagi (jadi kurang lebih 8 jam juga). Kapal cepat harganya berkisar di 200rb-an, saya sendiri memilih naik kapal Cantika Express kelas VIP seharga Rp 262 ribu.



Sebetulnya pilihan saya itu bukan pilihan yang tepat, karena orang lokal akan lebih memilih untuk naik kapal Ferry Funka yang berangkat malam dari Kupang dan tiba di Pulau Sabu pagi. Karena kapal kecil yang akan mengantar dari Pulau Sabu ke Pulau Raijua adanya pukul sepuluh pagi. Kala…

Definisi orang baik, dari alm Sri Wahyuningsih Djangko

"Mims, ngana kita mo tarek jadi informasi wa.. (Mim, kamu aku rekrut jadi bagian informasi ya)" ujarnya suatu hari. Kalimat tersebut menjadi awal dari pengalaman kelas sebelas ku yang penuh dengan kesibukan non-akademis. Berorganisasi di OP (Organisasi Pelajar, atau OSIS) sambil berjibaku dengan lomba-lomba debat bersama klub debat.

Entah apa yang membuatnya menarikku sebagai anggotanya di Sekbid Informasi, tapi yang jelas ku bersyukur sekali bisa dipilih sebagai partnernya.

"Yuk, torang baku pangge apa e? Dorang bahasa so baku pangge 'aner' ... (Yuk, nama panggilan kita apa nih, anak sekbid bahasa sudah punya panggilan sendiri yaitu 'aner')" kataku di hari yang lain jauh setelah pelantikan. Dari situ tercetus lah nama Parti alias Partner-Informasi. Aku panggil dia dengan Parti, dia panggil ku pun dengan Parti. Panggilan itu bertahan hingga dua belas tahun kemudian, sampai akhir hayatnya.

***

Namanya Yayuk, orang kenalnya dengan nama Yayuk Djangko k…

Pagar Batu dan Rumah Orang Raijua

Pertama kali menjejakkan kaki di Raijua, saya diajak oleh Pak Jesri (Kepala Desa Bellu) untuk ikut mengantar semen naik truk kecamatan ke sisi lain Raijua. Mereka sedang dalam program pembangunan jalan yang didanai oleh pemerintah. Kata Basa (kawan yang setahun tinggal di Raijua untuk Indonesia Mengajar), jalan itu nantinya akan menghubungkan area penghasil rumput laut untuk memudahkan pengangkutan. Kalau di Raijua, mereka menyebut rumput laut sebagai 'agar'.

Saat berkeliling dengan truk itulah saya bisa melihat langsung separuh Raijua, yang didominasi perbukitan dan bebatuan. Saya jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap pagar-pagar batu yang ditumpuk rapi dan mengelilingi tanah-tanah masyarakat yang luas. Ada juga bukit-bukit yang ditengahnya terdapat pagar batu membuat garis lurus memanjang, seolah membagi bukit tersebut menjadi dua bagian. Jika ada terasering di bukit yang curam, maka setiap undakannya pasti disangga dengan batu-batu yang ditumpuk rapi. Rasanya seperti …