Skip to main content

The Woman

It is exhausting, isn't it? Being a woman?

You've gotta get sick every month - or three weeks - or two weeks - whatever your cycle is, and not to mention the pre period and post period. All physical and emotional roller coaster you should face. 

There's a woman crying to me, whining about his long lost boyfriend who she couldn't talk to anymore. He dumped her, without she know why. And when I tell her that everything will be alright, she asked me instead.. whether or not she should ask him if he missed her. I definitely said no. 

Listen, Woman..

It will never be easy to grow up as a woman. I still meet a forty something female, who is a girl, not a woman (yet) let alone,. a lady. Pew! 

I was once got stabbed from the back, from a forty-something female, who talk bad about me to the people around me. And know how did it end? Well.. doesn't good. But still, it was an amazing experience 2017 has taught me, got stabbed from behind, from someone I thought as my partner.. or worse.. Guru. 

Never mind. That's not what I'm gonna tell tonight. 

I'm telling you here, is for us -the twenty, thirty female- to grow up as a woman. A Woman, and A Lady. Leave all the illusions about being a cutie-girl-in-age. That's not cute. That's humiliating. 

Women are special. We are special. But I'm not into feminism. Instead, I stand against feminism. But I do believe women are special. Why?

It's the Quran that I put my faith on.. have its Surah made especially for women. Top Five.. (Surah Number Four, An-Nisa which means Women). And there are three following Surah; Maryam (Siti Maryam The Mother of Isa a.s), Al Mujadalah (The Women Who Filed the Accusation), and Al Mumtahanah (The Women Who Tested). All Four Surah only for Women in Quran. How could it be not special?

***

Saya mengerti karakter wanita paling sulit dipahami. Jangankan oleh laki-laki, oleh perempuan sendiri kadang sulit. Itulah kenapa jarang ada perempuan yang bisa bergaul dengan sesama perempuan, kebanyakan mereka lebih memilih untuk bergaul dengan laki-laki karena merasa lebih diperhatikan dan dipuja-puji. Perempuan senang dengan spotlight, dan secara naluriah akan berebut spotlight jika bertemu dengan perempuan lain.

Makanya, perempuan yang disenangi banyak perempuan lain, biasanya selalu istimewa. Coba saja perhatikan.

Saya sedih ketika seorang teman mengeluh, melalui telpon dia bertanya, kenapa sampai sekarang belum juga mendapat tambatan hati. Tidak ada yang datang mendekat, dan semua yang ia senangi malah pergi.

Am I not so pretty? 

Dia bertanya yang membuat saya semakin sedih.

Dear Sister, 
You've gotta finish with your self first, before the right one come down to you. Perempuan yang belum selesai dengan dirinya sendiri tapi sudah keburu dilamar, nantinya akan menjadi mamak-mamak egois yang tidak mau mengantri di posyandu, atau mudah marah ketika pesanan makanannya tidak kunjung datang. Please. 

Being a Woman, not every female will be a woman. An old 87 grandma could still be a girl if she can't shift her way of thinking from denying to accepting. Ever hear something called; grumpy old grandma? 

Perempuan, senangnya mengeluh, membanding-bandingkan, membesar-besarkan masalah kecil, jika boleh saya katakan, lebih banyak masalah timbulnya dari perempuan. Makanya Al-Quran berhati-hati sekali dalam mengatur ini.

Kita hanya tidak pernah diajarkan bagaimana cara mencintai diri sendiri. Sejak kecil, kita disuguhkan tontonan kartun, yang kebanyakan tokoh utamanya adalah laki-laki. Perempuan biasanya hanya pemanis yang membuat cerita jadi romantis, atau jadi lucu. Seperti Shizuka, yang menjadi penawar bosan ketika Nobita terus menerus merengek. Akibatnya, gadis-gadis kecil tertular berimajinasi untuk menjadi Shizuka, yang ditaksir oleh Nobita dan Dekisugi. Dalam benak mereka, perempuan itu cantik, pintar, tertawa sambil tutup mata. Jika seperti Jaiko, tamatlah sudah. Gendut, pendek, tidak disenangi.

Agak lebih berumur sedikit, kita dipertontonkan dengan kisah-kisah remaja. Semuanya diwakili oleh perempuan cantik dengan seragam rok selutut (atau di atas lutut), yang dikejar-kejar oleh kakak kelas/jagoan sekolah. Pun jika si tokoh utama perempuan itu jelek, in the end dia akan dipermak jadi cantik, dan yah... tetap ke fisik.

Akibatnya, self love baru kita ketahui ya ketika patah hati, menangis sendiri, lalu buka-buka internet demi mencari wahyu untuk penyembuh hati.

Fyuh.

Master the art of enjoying your self, will you? Please tell me you will. I'm sick of whining woman who cry about his rude boyfriend. Leave him! Leave the f*** of him. Leave the uncertain story. If you're looking for something serious, don't settle with the one who kept playing with your heart! You deserve soooo much more than him!

Don't let him mess with your heart. If you're willing to start letting go, something good will always find you in the corner. Things will get better in the end. Just have faith to whatever you have your faith on.. Is it God, Allah, Jesus, Universe, whatever bring calm in your heart. Don't f****n put your faith on him, that rude boyfriend, NO!

***

Because in order to conquer the heart of Sherlock Holmes (the observant, genius, cold hearted man), you should be Irene Adler. Not Molly Hooper! 

Be brave. Be confident. Be smart! Brainy is the new sexy, okay. All those qualities are only found if you have some time with your self. Bukan yang dikit-dikit manja-manja ke pacar lewat pesan-pesan gak penting semacam 'duh aku laper nih. tapi males makan. gimana dong?' ya itu wajar saja gak dibalas. Mau dibalas dengan apa, kan bingung juga.

Don't over complicate small thing. If he doesn't text you, fine! That's your answer. If he doesn't catch your code, fine! That's your code to decode. 

Perempuan memang kadang terlalu banyak bicara sehingga mereka luput untuk mengamati hal-hal detil dan penting yang mestinya teramati. Terlalu banyak bicara sehingga sulit untuk mendengar. Terlalu cepat bereaksi, sehingga semua hal dia beri respon, dan lupa untuk merespon hal-hal yang justru penting. feel obliged to give solution to every problem in the world. Lord Knows. 

Saya beruntung sahabat-sahabat perempuan saya semuanya tidak ada yang demikian. Semua cerdas, semua berkarir mapan, baik dalam perilaku, dan yah.. masih single walaupun kini satu persatu mulai menemukan tambatan terakhirnya. Tapi mereka single dalam arti yang amat baik. Sehingga nanti, ketika para lelaki beruntung ini melamar, mereka sudah selesai dengan dirinya sendiri. 

Only those kind of women, are ready to dedicate her life for her family. 

Knows the debate between stay at home mom and working mom? That's only happen between the moms who hasn't finish with them self, yet. Why? Because once they do, they don't give a damn with what people think. As long as her husband happy and ridha, that's what she chose. 

***

Setiap akhir hari, saya selalu membiasakan diri membaca sedikit bagian dari ayat suci. Tentu dengan bagian yang saya mengerti. Sudah nyaris tiga tahun ini saya memegang Kitab Suci yang disertai dengan nasihat-nasihat dari Nabi untuk perempuan. Yang itu saya jadikan pegangan, in the world full of uncertainty ini.

Sedikit saya kutip nasihat yang paling saya sukai;

"Laki-laki (suami) itu pelindung bagi perempuan (istri), karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah memberikan nafkah dari hartanya. Maka perempuan-perempuan yang saleh, adalah mereka yang taat (kepada Allah) dan menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada, karena Allah telah menjaga (mereka). Perempuan-perempuan yang kamu khawatirkan akan nusyuz (nusyuz yaitu meninggalkan kewajiban selaku istri, seperti meninggalkan rumah tanpa izin suaminya), hendaklah kamu beri nasihat kepada mereka, tinggalkanlah mereka di tempat tidur (pisah ranjang), dan (kalau perlu) pukullah mereka. Tetapi jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari alasan untuk menyusahkannya. Sungguh, Allah Mahatinggi, Mahabesar. QS An-Nisa 34.

dan tentang menjadi wanita terbaik,

Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW pernah ditanya, "Siapakah wanita yang paling baik itu?" Beliau menjawab, "Wanita yang paling baik ialah wanita yang membuat suaminya senang jika melihatnya, taat jika disuruh, dan tidak menyelisihinya dalam hal yang tidak disukainya dan dalam hal hartanya." (HR An-Nasa'i). 

***

Semua merujuk pada istri - perempuan yang sudah menikah - Jadi beruntunglah bagi yang sudah menikah, tidak usah lagi lirik-lirik kami-kami ini yang masih single meskipun kelihatannya mapan dan banyak uang, sering jalan-jalan dan foya-foya. Karena jauh di dalam hati kami, we're longing for some sacrificing, kita mau juga ada orang yang kita mintai izinnya, mintai pendapatnya, kita taati ketika dia bilang tidak, dilarang ketika kita hendak berbuat foya-foya.

Dan kalau masih pacaran, yaaa.. gak usah setia-setia amat lah. Toh dia juga masih saja main mata, laki-laki pasti anggapannya 'masih pacaran ini, boleh dong..' trus kita nya udah sangat setia to the bone and back. Duh siis...

***

We all want to be happy. Why staying at one torturing relationship? Why do you afraid to leave? Didn't you believe that God will save you? Do you think your boyfriend is the only one who will save you? 

Irene Adler didn't beg for Sherlock to save her. She let go, she said goodbye. Sherlock decode himself, and release her. Help her with his sword. 

And so the right man. He won't let you do this alone. Relationship is mutual act, mutual effort, mutual code you both send to each other. Don't get too caught up on fantasy that one day he will love you and will turn to you.. Oh darling, if he's bad now, in ten years, he's gonna be ten time worse. Will you face it? Sorry, ugly truth. But it's true. 

All you need is to find somebody whose flaw you can tolerate with. Nobody's perfect. And so does your husband. You will see him sit in silence with swinging mood, and two years later, the rage getting worse. You gotta be the water when he become a fire. What else woman could have beside patience?

And if he doesn't text you.. don't bother chasing. Irene Adler If you've sent some efforts, then now stop. Irene Adler didn't text when Sherlock sends her a Happy New Year text. He's there, if he meant for you. Don't cry over one missing call. 

Sis..

You are so much worth than this. You deserve to be happy, if you are happy with yourself. Women are hard to understand, and sometimes we don't understand our self either. 

Know what you want. Most of the time, we don't know what we want and that's drives us crazy. 

***

Even though I'm writing this, as a confident brave woman I am, somehow deep in my mind I've been wishing.. that all these waiting will be worth it in the end. To have someone in simplicity, to spend time with simple happiness. To have one small, simple and sincere wedding in my grand mother house, and not with expensive gift as dowry, just one effort.. genuine effort that he made only for me. 

I'm saving my heart to that one wait. One wait, who will change everything. And in the mean time, I'm keeping my self busy. Not crying over a text, or instagram picture ever again. 

Comments

Popular posts from this blog

Travel Through Time to Raijua

Menuju Raijua.. bahkan perjalanannya adalah petualangan tersendiri. Kamu harus terbang ke Kota Kupang (atau Waingapu), tapi saya memilih Kupang, lalu berlayar dengan kapal cepat selama 5-7 jam untuk menuju Pulau Sabu. Sebenarnya ada beberapa pilihan untuk ke Pulau Sabu dari Kupang, yaitu dengan naik pesawat Susi Air selama kurang lebih 55 menit dengan harga sekitar 1,3 juta, atau naik kapal Ferry lambat dengan waktu tempuh selama 12-13 jam seharga Rp 80 - 120rb per orang, atau naik kapal Ferry cepat yang berangkatnya malam dan sampai di Pulau Sabu pagi (jadi kurang lebih 8 jam juga). Kapal cepat harganya berkisar di 200rb-an, saya sendiri memilih naik kapal Cantika Express kelas VIP seharga Rp 262 ribu.



Sebetulnya pilihan saya itu bukan pilihan yang tepat, karena orang lokal akan lebih memilih untuk naik kapal Ferry Funka yang berangkat malam dari Kupang dan tiba di Pulau Sabu pagi. Karena kapal kecil yang akan mengantar dari Pulau Sabu ke Pulau Raijua adanya pukul sepuluh pagi. Kala…

Definisi orang baik, dari alm Sri Wahyuningsih Djangko

"Mims, ngana kita mo tarek jadi informasi wa.. (Mim, kamu aku rekrut jadi bagian informasi ya)" ujarnya suatu hari. Kalimat tersebut menjadi awal dari pengalaman kelas sebelas ku yang penuh dengan kesibukan non-akademis. Berorganisasi di OP (Organisasi Pelajar, atau OSIS) sambil berjibaku dengan lomba-lomba debat bersama klub debat.

Entah apa yang membuatnya menarikku sebagai anggotanya di Sekbid Informasi, tapi yang jelas ku bersyukur sekali bisa dipilih sebagai partnernya.

"Yuk, torang baku pangge apa e? Dorang bahasa so baku pangge 'aner' ... (Yuk, nama panggilan kita apa nih, anak sekbid bahasa sudah punya panggilan sendiri yaitu 'aner')" kataku di hari yang lain jauh setelah pelantikan. Dari situ tercetus lah nama Parti alias Partner-Informasi. Aku panggil dia dengan Parti, dia panggil ku pun dengan Parti. Panggilan itu bertahan hingga dua belas tahun kemudian, sampai akhir hayatnya.

***

Namanya Yayuk, orang kenalnya dengan nama Yayuk Djangko k…

Pagar Batu dan Rumah Orang Raijua

Pertama kali menjejakkan kaki di Raijua, saya diajak oleh Pak Jesri (Kepala Desa Bellu) untuk ikut mengantar semen naik truk kecamatan ke sisi lain Raijua. Mereka sedang dalam program pembangunan jalan yang didanai oleh pemerintah. Kata Basa (kawan yang setahun tinggal di Raijua untuk Indonesia Mengajar), jalan itu nantinya akan menghubungkan area penghasil rumput laut untuk memudahkan pengangkutan. Kalau di Raijua, mereka menyebut rumput laut sebagai 'agar'.

Saat berkeliling dengan truk itulah saya bisa melihat langsung separuh Raijua, yang didominasi perbukitan dan bebatuan. Saya jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap pagar-pagar batu yang ditumpuk rapi dan mengelilingi tanah-tanah masyarakat yang luas. Ada juga bukit-bukit yang ditengahnya terdapat pagar batu membuat garis lurus memanjang, seolah membagi bukit tersebut menjadi dua bagian. Jika ada terasering di bukit yang curam, maka setiap undakannya pasti disangga dengan batu-batu yang ditumpuk rapi. Rasanya seperti …