Skip to main content

You are the One

Ya..

You are the one.

I've sending messages.
I creates some codes.
I did whatever it takes..

To show you, that you are the one.

But you never listen. And yet, you're standing there cold-heartedly. In silence you make no move. Like a piece of you has fallen, to never return. You're the statue, I'm the pigeon.

I've sending messages, I flock and fly, and you never notice.

You should stay, or you should go. I no longer care. I've spent my youth waiting, and I'm not younger than yesterday everyday. Tick tock.. Time is ticking.

The better one always come by around the corner. Yet, I still looking for you. Ummm.... No sound! You weren't there! Here? No. You're not here. You're not wherever I'm looking for.

So.. I let you go. Walk away, and it starts raining. And I started to cry. But then I smile as the rainbow came in. Turns out.. I'm healed. The storm has pass.. Now that I'm a free pigeon.

Wait..

Is that you?

Yes.. That is you! Standing there again. Blocking my way to certainty. With that sweet smile I adore. With that simple joke I craved for. With that very not helpful hand, I missed for so long.

You said hi, and I said.. What do you want?

No answer.

You disturb me with that silent. Annoy me with that smile.

What do you want? I said in a squeezing voice. I can't breathe. I walk the storm just to cast your shadow, now you come like there was nothing.

Will you say something?
Or will you move out from the door? You're blocking the way, and I'm tired of keep on letting you go over again.

Again, you smile. You call me with your favorite nickname, as I call you your favorite nickname. And we both laugh for happiness. The one I wanna hold so dearly. A kind of happiness I only want to share with you.

I've told you, you are the one.

***

And all at once, you are the one I have been waiting for

Comments

Popular posts from this blog

Definisi orang baik, dari alm Sri Wahyuningsih Djangko

"Mims, ngana kita mo tarek jadi informasi wa.. ( Mim, kamu aku rekrut jadi bagian informasi ya)" ujarnya suatu hari. Kalimat tersebut menjadi awal dari pengalaman kelas sebelas ku yang penuh dengan kesibukan non-akademis. Berorganisasi di OP (Organisasi Pelajar, atau OSIS) sambil berjibaku dengan lomba-lomba debat bersama klub debat. Entah apa yang membuatnya menarikku sebagai anggotanya di Sekbid Informasi, tapi yang jelas ku bersyukur sekali bisa dipilih sebagai partnernya. "Yuk, torang baku pangge apa e? Dorang bahasa so baku pangge 'aner' ... ( Yuk, nama panggilan kita apa nih, anak sekbid bahasa sudah punya panggilan sendiri yaitu 'aner' )" kataku di hari yang lain jauh setelah pelantikan. Dari situ tercetus lah nama Parti alias Partner-Informasi. Aku panggil dia dengan Parti, dia panggil ku pun dengan Parti. Panggilan itu bertahan hingga dua belas tahun kemudian, sampai akhir hayatnya. *** Namanya Yayuk, orang kenalnya dengan nama Yayuk

Travel Through Time to Raijua

Menuju Raijua.. bahkan perjalanannya adalah petualangan tersendiri. Kamu harus terbang ke Kota Kupang (atau Waingapu), tapi saya memilih Kupang, lalu berlayar dengan kapal cepat selama 5-7 jam untuk menuju Pulau Sabu. Sebenarnya ada beberapa pilihan untuk ke Pulau Sabu dari Kupang, yaitu dengan naik pesawat Susi Air selama kurang lebih 55 menit dengan harga sekitar 1,3 juta, atau naik kapal Ferry lambat dengan waktu tempuh selama 12-13 jam seharga Rp 80 - 120rb per orang, atau naik kapal Ferry cepat yang berangkatnya malam dan sampai di Pulau Sabu pagi (jadi kurang lebih 8 jam juga). Kapal cepat harganya berkisar di 200rb-an, saya sendiri memilih naik kapal Cantika Express kelas VIP seharga Rp 262 ribu. Di dalam kelas VIP Kapal Express Cantika, tapi jendelanya terlalu tinggi untuk bisa duduk lihat laut Tenang, ada jaket keselamatan. Tadinya saya mau bawa sendiri karena takut menyeberang selama tujuh jam. Tapi rupanya yang harus lebih dikhawatirkan itu menyeberang dua jam

Camping, for some reason..

Camping is a pretty handful thing. You pack a bag filled with your life for a day or two, all these efforts, all these mess, just to sleep in a stranger's place, inconveniently, without any certainty if the weather will always be clear. Terus terang saya sebetulnya bukan tipe yang bersemangat kalau ada acara kantor yang melibatkan keluarga. Tapi kali ini justru berbeda, pertama kali ajakan camping ini datang, saya langsung iyakan tanpa berpikir terlalu panjang meskipun saya tahu ini melibatkan keluarga. Padahal saya sudah meninggalkan dunia per-camping-an sejak enam tahun lalu, sejak semua peralatan camping saya bagi-bagi ke orang terdekat.  Kami berangkat tanpa kendala yang signifikan, semua lancar, tenang, bahagia, bahkan saya bisa bilang 'I had one of the best sleeps during pandemic' di dalam tenda malam itu. Sebagai seorang single sejati, tentu saya bawa tenda single juga (minjem punya si Ale), which already filled with my bagage (literally). Rasanya familiar ketika mal