Skip to main content

Minimal Parent

Oh yeah someone told me that its easy for me to pursue minimalism while I'm single. Who am I to judge, she's right. Even people said that too to Josh The Minimalists.

Even when I'm single, I too craving for kids. Five four six, you name it. I really wanna have kids that I no longer care about a love story and the dream wedding. I just wanna have kids.

Minimalism does sound modern, but it doesn't mean the minimalist doesn't wanna have kids or getting married and double up the member of the house.

Is it possible for you to stay minimal while having five kids?

Yeah!

Look.. I've been watching The Stauffer family for months and I adore their family. Five kids in a luxury house, pretty mom, handsome pop, whoa..

And that makes me thinking.. Could they be any more minimal? Five kids, dude!

The answer is always yes. I read somewhere about being a minimal parent for three, and the struggle is lighter than any other parents with one kid.

Why?

Because they have more space with their children. I know baby needs more cloths than their parents, they changes a lot, they poop and vomit on their napkins, and the mother should take three or four cloths everytime they went out for a half day.

Don't worry, mom. This still count as minimal tho.

And what about the mess?

Clutter source of a baby is toys! Toys here toys there, toys everywhere. You have a room full of toys, and you take the kids to the store and they'll still cry for a new toys.

How to handle this?

Well, who am I to say, I don't have kids.

But all I know, from where I learn parenting (books, class, o yea I join the class of parenting and children psychology back in college), kids are the best imitator. They see, they observe, and they duplicate your behavior. So before blaming your kids for being too whiny and demanding, try to look at the mirror first.

Kids will copy their parents behavior on being minimalist. On being so picky and separating which one is the need, and which one is the want. When you're thinking wether to buy a stuff or not, try to mumble the words clear enough so the kids knows that you're in doubt and trying to decide something.

They notice you, mom. This is why I cry every night of longing for children. Because they are the most amazing creature that will look at us like we're the best thing in their world (or at least for the first few years before they knew someone better). Lol.

***

Minimalism is a matter of thinking. This is the new perspective of life, mess free, clutter free, and worry free. This is the way of living that could make you enjoy the minutes, seconds, and the moment.

Live with no excess in stuff, so you have time to excessively loving your partner.

Comments

Popular posts from this blog

Travel Through Time to Raijua

Menuju Raijua.. bahkan perjalanannya adalah petualangan tersendiri. Kamu harus terbang ke Kota Kupang (atau Waingapu), tapi saya memilih Kupang, lalu berlayar dengan kapal cepat selama 5-7 jam untuk menuju Pulau Sabu. Sebenarnya ada beberapa pilihan untuk ke Pulau Sabu dari Kupang, yaitu dengan naik pesawat Susi Air selama kurang lebih 55 menit dengan harga sekitar 1,3 juta, atau naik kapal Ferry lambat dengan waktu tempuh selama 12-13 jam seharga Rp 80 - 120rb per orang, atau naik kapal Ferry cepat yang berangkatnya malam dan sampai di Pulau Sabu pagi (jadi kurang lebih 8 jam juga). Kapal cepat harganya berkisar di 200rb-an, saya sendiri memilih naik kapal Cantika Express kelas VIP seharga Rp 262 ribu.



Sebetulnya pilihan saya itu bukan pilihan yang tepat, karena orang lokal akan lebih memilih untuk naik kapal Ferry Funka yang berangkat malam dari Kupang dan tiba di Pulau Sabu pagi. Karena kapal kecil yang akan mengantar dari Pulau Sabu ke Pulau Raijua adanya pukul sepuluh pagi. Kala…

Definisi orang baik, dari alm Sri Wahyuningsih Djangko

"Mims, ngana kita mo tarek jadi informasi wa.. (Mim, kamu aku rekrut jadi bagian informasi ya)" ujarnya suatu hari. Kalimat tersebut menjadi awal dari pengalaman kelas sebelas ku yang penuh dengan kesibukan non-akademis. Berorganisasi di OP (Organisasi Pelajar, atau OSIS) sambil berjibaku dengan lomba-lomba debat bersama klub debat.

Entah apa yang membuatnya menarikku sebagai anggotanya di Sekbid Informasi, tapi yang jelas ku bersyukur sekali bisa dipilih sebagai partnernya.

"Yuk, torang baku pangge apa e? Dorang bahasa so baku pangge 'aner' ... (Yuk, nama panggilan kita apa nih, anak sekbid bahasa sudah punya panggilan sendiri yaitu 'aner')" kataku di hari yang lain jauh setelah pelantikan. Dari situ tercetus lah nama Parti alias Partner-Informasi. Aku panggil dia dengan Parti, dia panggil ku pun dengan Parti. Panggilan itu bertahan hingga dua belas tahun kemudian, sampai akhir hayatnya.

***

Namanya Yayuk, orang kenalnya dengan nama Yayuk Djangko k…

Pagar Batu dan Rumah Orang Raijua

Pertama kali menjejakkan kaki di Raijua, saya diajak oleh Pak Jesri (Kepala Desa Bellu) untuk ikut mengantar semen naik truk kecamatan ke sisi lain Raijua. Mereka sedang dalam program pembangunan jalan yang didanai oleh pemerintah. Kata Basa (kawan yang setahun tinggal di Raijua untuk Indonesia Mengajar), jalan itu nantinya akan menghubungkan area penghasil rumput laut untuk memudahkan pengangkutan. Kalau di Raijua, mereka menyebut rumput laut sebagai 'agar'.

Saat berkeliling dengan truk itulah saya bisa melihat langsung separuh Raijua, yang didominasi perbukitan dan bebatuan. Saya jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap pagar-pagar batu yang ditumpuk rapi dan mengelilingi tanah-tanah masyarakat yang luas. Ada juga bukit-bukit yang ditengahnya terdapat pagar batu membuat garis lurus memanjang, seolah membagi bukit tersebut menjadi dua bagian. Jika ada terasering di bukit yang curam, maka setiap undakannya pasti disangga dengan batu-batu yang ditumpuk rapi. Rasanya seperti …