Skip to main content

Little act of kindness

Dealing with depression, is not always expressed as being sad, gloomy and anxious. It can be happy, fearless, and cheerful attitude.

Yeah,. You never know what someone is going thru unless they told you. So be kind. Use only good word or remain silent. You will never know how a 'wow, you gain weight!' Comment can affect a lot to somebody. Try not to put some comment about physical body, beside its not important at all, and has no value worth to waste energy.

Maybe this guy you talk about his pain, his past, is not showing you his sadness. Otherwise, he tell you as if everything alright, he moved on, and he take the lesson. But really.. You never know, maybe in the middle of the talk, when there's a silent gap, he hold his tears so deep with a bright smile.

He can be a she too.

***

People remember little thing we take to them. As for today, I remember the feeling when baby sitting next to me in the plane was touching me, and smile. He hold my fingers with his tiny little hand. There's a warmth feeling and suddenly I missed being a mother. I change direction like the wind in the sea, I want this!

One touch and I was sure. This is what I want.

The little act of kindness from one pure human -kind has affect me a lot.

People only need to be reminded that their smallest act toward other people, also matter.

The words, the laugh, the appreciation, the gratitude, the apologies, and mostly doesn't involved money. No need to buy a huge fancy dress if one piece of chocolate snack can make you smile in the busy hours.

Minimal people are the people who appreciate value more than stuff.

***

I don't know about you but I do want to settle down. This is a real deal of life changing decision that we have to prepared. Scarry and challenging. But how will we know we're ready, because we'll never really ready?

What to prepare if nothing put together as a whole complete puzzle. Still scattered, undefined, confusing. How to prepare in between these uncertainty?

Its simple...

Have faith.

Have faith that everything will be worth it in the end. That you'll find happiness in so many ways, and in so many possibilities.

Keeping the anxiety inside will only lead to depression. You can lie to the world about how fine you are, but you can never lie to your eyes when the tear is falling in between laugh.

Release, let go, and have faith. Have faith that things are always get better. So you can noticed how blue the sky is and how close the clouds are.

***

Comments

Popular posts from this blog

Travel Through Time to Raijua

Menuju Raijua.. bahkan perjalanannya adalah petualangan tersendiri. Kamu harus terbang ke Kota Kupang (atau Waingapu), tapi saya memilih Kupang, lalu berlayar dengan kapal cepat selama 5-7 jam untuk menuju Pulau Sabu. Sebenarnya ada beberapa pilihan untuk ke Pulau Sabu dari Kupang, yaitu dengan naik pesawat Susi Air selama kurang lebih 55 menit dengan harga sekitar 1,3 juta, atau naik kapal Ferry lambat dengan waktu tempuh selama 12-13 jam seharga Rp 80 - 120rb per orang, atau naik kapal Ferry cepat yang berangkatnya malam dan sampai di Pulau Sabu pagi (jadi kurang lebih 8 jam juga). Kapal cepat harganya berkisar di 200rb-an, saya sendiri memilih naik kapal Cantika Express kelas VIP seharga Rp 262 ribu.



Sebetulnya pilihan saya itu bukan pilihan yang tepat, karena orang lokal akan lebih memilih untuk naik kapal Ferry Funka yang berangkat malam dari Kupang dan tiba di Pulau Sabu pagi. Karena kapal kecil yang akan mengantar dari Pulau Sabu ke Pulau Raijua adanya pukul sepuluh pagi. Kala…

Definisi orang baik, dari alm Sri Wahyuningsih Djangko

"Mims, ngana kita mo tarek jadi informasi wa.. (Mim, kamu aku rekrut jadi bagian informasi ya)" ujarnya suatu hari. Kalimat tersebut menjadi awal dari pengalaman kelas sebelas ku yang penuh dengan kesibukan non-akademis. Berorganisasi di OP (Organisasi Pelajar, atau OSIS) sambil berjibaku dengan lomba-lomba debat bersama klub debat.

Entah apa yang membuatnya menarikku sebagai anggotanya di Sekbid Informasi, tapi yang jelas ku bersyukur sekali bisa dipilih sebagai partnernya.

"Yuk, torang baku pangge apa e? Dorang bahasa so baku pangge 'aner' ... (Yuk, nama panggilan kita apa nih, anak sekbid bahasa sudah punya panggilan sendiri yaitu 'aner')" kataku di hari yang lain jauh setelah pelantikan. Dari situ tercetus lah nama Parti alias Partner-Informasi. Aku panggil dia dengan Parti, dia panggil ku pun dengan Parti. Panggilan itu bertahan hingga dua belas tahun kemudian, sampai akhir hayatnya.

***

Namanya Yayuk, orang kenalnya dengan nama Yayuk Djangko k…

Pagar Batu dan Rumah Orang Raijua

Pertama kali menjejakkan kaki di Raijua, saya diajak oleh Pak Jesri (Kepala Desa Bellu) untuk ikut mengantar semen naik truk kecamatan ke sisi lain Raijua. Mereka sedang dalam program pembangunan jalan yang didanai oleh pemerintah. Kata Basa (kawan yang setahun tinggal di Raijua untuk Indonesia Mengajar), jalan itu nantinya akan menghubungkan area penghasil rumput laut untuk memudahkan pengangkutan. Kalau di Raijua, mereka menyebut rumput laut sebagai 'agar'.

Saat berkeliling dengan truk itulah saya bisa melihat langsung separuh Raijua, yang didominasi perbukitan dan bebatuan. Saya jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap pagar-pagar batu yang ditumpuk rapi dan mengelilingi tanah-tanah masyarakat yang luas. Ada juga bukit-bukit yang ditengahnya terdapat pagar batu membuat garis lurus memanjang, seolah membagi bukit tersebut menjadi dua bagian. Jika ada terasering di bukit yang curam, maka setiap undakannya pasti disangga dengan batu-batu yang ditumpuk rapi. Rasanya seperti …