Skip to main content

Get A Job!

Between life and responsibility,.. You will need a.... Job!

***

Or at least that's what they're gonna say. You need a job to pay for the rent. You need a job to keep the food on the table. You need a job so you don't look like a broke.

People will running after their college graduation, to a news with tittle 'Job Vacancy' or 'We're Hiring', while.. as a matter of fact.. Most of the newly graders, are not ready for the company.

Yeah, you bet. I've work with plenty of millennials (and I am millennial my self), and I know how annoyingly lazy they are.

Whoops, no offense. Be proud if you're excluded. Somehow there's an exception for every general judgment. But face it. Millennials are lazy. Despite of what they say about saving energy, thinking and whatever. They are, fuckin lazy.

Why?

First, they were never know how it feels like to struggle for life. They have everything they need since pre-school. School until college, are a normal routine they just need to follow. No explanation, no creating new vacation, all for one : uniformity.

And  then college happened. Where they can be whoever they want, with a few rules they can always break.

Company, in the other hand, have all strict rules including when to dress up with ties and when to wear tshirts, and how to write an email even though maybe none ever tell them HOW to send a DECENT email.

***

So I watch this movie tonight, the title is captivating.. 'Get A Job'. Plain and simple, and help me laugh in this rough time.

You see, people don't hire because of skill. Or maybe they did, for the one or two exception. But we all know people with excellent skill and terrible attitude who left alone and forgotten in their business filled with money.

This is why they need an interview. Not to examine how well you answer the question, but how click you both will be as a coworker. Will you fit in or not, and how will you address solution to every trouble that absolutely will never end since the first day of contract assignment.

Phew.

I have to take a breathe at this point.

***

But what if..

What if the attitude that the company want is the kind of 'servant-attitude'? And you born with this 'creative-attitude'?

What if.. You actually don't need a job! All you need is to make money once or twice, and spend it at its normal rate before you go out and make money again! Just like the villagers.

What if.. We're all trapped in the fantasy of being an important people among the group, while people actually don't care about that?

'You get a job, you happy. You don't get a job, you dead'.

Maybe not.
Maybe instead of death, you may.. Rise! You alive after quitting. The heat burns you down and wake you up. What if that is the time that you need to value your most valuable possession; family, and friends.

***

Maybe you dont need a job, but to create a job.
Maybe you dont need to make money, because you dont desperately need it for the world. You have everything! Air, water, food, what else?

Comments

Popular posts from this blog

Travel Through Time to Raijua

Menuju Raijua.. bahkan perjalanannya adalah petualangan tersendiri. Kamu harus terbang ke Kota Kupang (atau Waingapu), tapi saya memilih Kupang, lalu berlayar dengan kapal cepat selama 5-7 jam untuk menuju Pulau Sabu. Sebenarnya ada beberapa pilihan untuk ke Pulau Sabu dari Kupang, yaitu dengan naik pesawat Susi Air selama kurang lebih 55 menit dengan harga sekitar 1,3 juta, atau naik kapal Ferry lambat dengan waktu tempuh selama 12-13 jam seharga Rp 80 - 120rb per orang, atau naik kapal Ferry cepat yang berangkatnya malam dan sampai di Pulau Sabu pagi (jadi kurang lebih 8 jam juga). Kapal cepat harganya berkisar di 200rb-an, saya sendiri memilih naik kapal Cantika Express kelas VIP seharga Rp 262 ribu.



Sebetulnya pilihan saya itu bukan pilihan yang tepat, karena orang lokal akan lebih memilih untuk naik kapal Ferry Funka yang berangkat malam dari Kupang dan tiba di Pulau Sabu pagi. Karena kapal kecil yang akan mengantar dari Pulau Sabu ke Pulau Raijua adanya pukul sepuluh pagi. Kala…

Definisi orang baik, dari alm Sri Wahyuningsih Djangko

"Mims, ngana kita mo tarek jadi informasi wa.. (Mim, kamu aku rekrut jadi bagian informasi ya)" ujarnya suatu hari. Kalimat tersebut menjadi awal dari pengalaman kelas sebelas ku yang penuh dengan kesibukan non-akademis. Berorganisasi di OP (Organisasi Pelajar, atau OSIS) sambil berjibaku dengan lomba-lomba debat bersama klub debat.

Entah apa yang membuatnya menarikku sebagai anggotanya di Sekbid Informasi, tapi yang jelas ku bersyukur sekali bisa dipilih sebagai partnernya.

"Yuk, torang baku pangge apa e? Dorang bahasa so baku pangge 'aner' ... (Yuk, nama panggilan kita apa nih, anak sekbid bahasa sudah punya panggilan sendiri yaitu 'aner')" kataku di hari yang lain jauh setelah pelantikan. Dari situ tercetus lah nama Parti alias Partner-Informasi. Aku panggil dia dengan Parti, dia panggil ku pun dengan Parti. Panggilan itu bertahan hingga dua belas tahun kemudian, sampai akhir hayatnya.

***

Namanya Yayuk, orang kenalnya dengan nama Yayuk Djangko k…

Pagar Batu dan Rumah Orang Raijua

Pertama kali menjejakkan kaki di Raijua, saya diajak oleh Pak Jesri (Kepala Desa Bellu) untuk ikut mengantar semen naik truk kecamatan ke sisi lain Raijua. Mereka sedang dalam program pembangunan jalan yang didanai oleh pemerintah. Kata Basa (kawan yang setahun tinggal di Raijua untuk Indonesia Mengajar), jalan itu nantinya akan menghubungkan area penghasil rumput laut untuk memudahkan pengangkutan. Kalau di Raijua, mereka menyebut rumput laut sebagai 'agar'.

Saat berkeliling dengan truk itulah saya bisa melihat langsung separuh Raijua, yang didominasi perbukitan dan bebatuan. Saya jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap pagar-pagar batu yang ditumpuk rapi dan mengelilingi tanah-tanah masyarakat yang luas. Ada juga bukit-bukit yang ditengahnya terdapat pagar batu membuat garis lurus memanjang, seolah membagi bukit tersebut menjadi dua bagian. Jika ada terasering di bukit yang curam, maka setiap undakannya pasti disangga dengan batu-batu yang ditumpuk rapi. Rasanya seperti …