Skip to main content

To Sit Quietly

You walk in the park and see children playing. You cry your heart and wonder, when will you have those? Then your heart starts to beat faster, wondering.. what if I never met the right guy? What if he's not who I want? What if I'm not happy with him?

Then you go to the house-mart to buy some stuff for your kitchen when you saw a couple - happy couple make fun of each other in between the plates and cups. You try to kept the distance, but they seem to following you to every aisle. And then you started overheard them say 'Oh Thank God I have you'.. You blush and walk away. You wanna act like you don't care, but deep inside you really - deeply envy them. You want that thing. You want someone to praise the Lord because of having you. Again, your heart start to whisper..

'What if I never be good enough for him? What if he never be proud of me? What if things aren't as good as I expect them to?'

Again.. You go to supermarket. You have fruits, yoghurt, vegetables in your basket. You're about to pick some ingredients when someone call your name out loud. And there he is.. Your ex boy friend. You bumped into your ex and he's with.. His girlfriend! And yes you smile, you're genuinely happy for them and happy to meet them. You start a small talk, you're so happy for their progress in life, and you say good bye.

As you walk into the cashier, again, your heart says 'look how happy they are. He already have someone better than me. Is this a sign that I must be have someone better than him too? I hope so. But look! That look is still the same,. Funny how I can feel nothing when I saw him again. Funny that I remember how stupid I was back when we were together. Funny how much life has transformed ne into myself  today. Funny... How.. I am not the same person as he knew before'

***

If you're a single, independent, smart and weird lady,. Please listen to me.. Don't ever let insecurity consume your world.

I know that single women tend to look smart, confidence, and brave. But deep down.. Somehow they still have this tiny little part of insecurity.

Insecurity is good, tho. It keeps you on track, and cute (in right amount). But don't. Don't ever think that you are single because you're not good enough to anyone. That is the dangerous level of insecurity.

***

Perempuan, sudah kodratnya mudah cemburu. They constantly jealous to other women. Kenapa? Karena mereka selalu merasa orang lain lebih hebat. Lebih keren, lebih cantik, lebih mandiri, dan itu membuat mereka merasa kecil hati. Anehnya, rasa kecil hati - minder - itu tidak ditampakkan dengan ekspresi malu atau menutup diri, alih-alih.. Membenci. Cemburu itulah.

Biasanya yang sering cemburu adalah perempuan berpasangan. terlebih jika pasangannya mulai melirik perempuan lain, entah dalam kesehariannya atau bahkan.. Bintang televisi.

Objek sasaran yang membuat mereka merasa insecure biasanya adalah para single women! Ya. Apalagi single women yang bisa bekerja, mandiri, cerdas, dan berpenampilan menarik. Mereka akan amat marah jika pasangannya berinteraksi dengan kriteria perempuan seperti itu.

So hey, Single Women! Don't be insecure about your self. Kemandirianmu itu adalah lambang tertinggi yang banyak di damba oleh banyak perempuan lain yang berpasangan. Jadi berhentilah membanding-bandingkan dirimu dengan mereka yang sudah 'laku' karena bukan itu sebab kamu belum ada yang 'menjemput'. Kamu cantik. Kita semua cantik. Tapi cantik saja tidak cukup. Pintar saja tidak cukup.

Oh ya, saya dan roommate kami pun single. Kami adalah dua perempuan bekerja yang telah lama tidak menjalin hubungan dengan siapapun. Niat kami sudah sama. Tidak punya waktu lagi untuk bermain-main dengan mereka yang hanya mampir sejenak. Dan ooh.. Tentu saja saya pernah jealous pada roommate saya ini. Jauh sebelum kami saling mengenal lebih dekat.

Saya iri melihat dia yang selalu bahagia (tampak dari media sosialnya). Saya iri dengan dia yang bisa jalan-jalan sampai ke Oslo sana, sendirian, menikmati salju, dan berinteraksi dengan banyak orang. Saya iri dengan kecerdasannya merangkai kata (lagi-lagi di media sosial), dan dengan caranya bertutur menggunakan bahasa asing. Saya tahu, saya masih jauh tertinggal di belakangnya.

Tapi itu tidak berlangsung lama. Saya tahu pada akhirnya saya harus berdamai dengan insecurity yang saya miliki. Meskipun kali pertama bertemu kami masih sangat canggung, tapi saya berusaha untuk menetralkan suasana. Mengajak bercanda, dan memuji sesekali.

Semakin lama, interaksi kami semakin sering. Saya akui itu tidak membuat dia menjadi seseorang yang biasa-biasa saja. Dia tetap seorang senior yang hebat, tapi saya lah yang akhirnya bisa mengakui itu tanpa merasa kecil hati. Tanpa merasa perlu membanding-bandingkan. Comparison is the thief of joy.

Saya kagum dengan tekadnya, maka saya contoh dari mana semangat itu dia kumpulkan. Saya kagum dengan banyaknya orang yang 'sayang' padanya, memperhatikannya, maka saya contoh bagaimana cara ia memperlakukan orang lain.

***

Perempuan memang mudah sekali merasa jealous terhadap satu sama lain. Insecurity yang dibalut dengan rasa tidak suka. Rasa minder yang dipelihara.

Padahal sebetulnya itu amat tidak perlu. Memang mudah mengatakan untuk bisa mengakui kekurangan sendiri, bangga dengan hal itu, dan mengakui kehebatan orang lain ketika untuk bisa tersenyum pada orang yang kita tidak suka saja sulitnya bukan main.

Kita, perempuan, semestinya tidak perlu memelihara rasa tidak suka. Apalagi pada orang yang satu-satunya kesalahan dia adalah karena lebih hebat dari kita. The world is already full of hatred, untuk apa menambah panas bumi yang sedang sakit ini?

We need to embrace our weakness, and admit other women's power. Be confident. Be real. Only confident women won't hate each other or get jealous to each other. Only brave and confident women will fix each other crown.

Seperti bintang yang milyaran kilometer disana, kalau cuma satu.. Tidak akan terlihat jelas. Tapi kalau banyak dan bersinar bersama, semua orang akan memandang ke atas, menahan napas.

***

There must be a reason why we're single.
There must be a reason why we're end up with the wrong person.
And there must be a reason why we have someone from our dream and everything works so perfect.

All the reason is in our self. Universe give what we deserve to get. Seperti hukum kekekalan energi. Energi yang dilepas, akan sema dengan energi yang diterima. If you don't believe in vibe, try to google something named: string theory.

Mungkin.. Karena kita yang belum berdamai dengan masa lalu.
Mungkin.. Karena kita yang belum berani mengubah hidup.
Mungkin.. Karena kita masih menginginkan orang yang salah.
Mungkin.. Karena kita belum bisa mengatasi kelemahan terbesar yang kita tahu pada akhirnya harus diatasi.

Atau mungkin.. Kita terlalu insecure, minder dan menganggap kita selalu kurang dalam segala sesuatu.

Declutter your mind from things that consume your inner peace. Kita tidak akan benar-benar bahagia dengan pasangan, kalau kita sendiri tidak bisa bahagia dengan diri sendiri.

Belajar untuk bisa menikmati hal-hal kecil. Enjoy small win, enjoy the small things, yang hanya bisa di rasakan ketika kita -instead of complaining each and every minute- menikmati momen dalam diam.

Ketika udara menjadi lebih panas dari biasanya, duduk dan diamlah. Buang jauh-jauh komentar yang tidak perlu. Diam, dan rasakan. Mungkin hari yang panas ini membuat kita jadi lebih menghargai ruang kerja bersuhu dua puluh lima derajat yang sering kita keluhkan panasnya. Mungkin matahari yang terik ini hanya bisa kita nikmati saat itu karena dalam seminggu kedepan hujan menggelayut.

The earth has music, to those who listen -shakespeare-

***

Your relationship with your self, set the tone for every relationship you have.

Comments

Popular posts from this blog

Travel Through Time to Raijua

Menuju Raijua.. bahkan perjalanannya adalah petualangan tersendiri. Kamu harus terbang ke Kota Kupang (atau Waingapu), tapi saya memilih Kupang, lalu berlayar dengan kapal cepat selama 5-7 jam untuk menuju Pulau Sabu. Sebenarnya ada beberapa pilihan untuk ke Pulau Sabu dari Kupang, yaitu dengan naik pesawat Susi Air selama kurang lebih 55 menit dengan harga sekitar 1,3 juta, atau naik kapal Ferry lambat dengan waktu tempuh selama 12-13 jam seharga Rp 80 - 120rb per orang, atau naik kapal Ferry cepat yang berangkatnya malam dan sampai di Pulau Sabu pagi (jadi kurang lebih 8 jam juga). Kapal cepat harganya berkisar di 200rb-an, saya sendiri memilih naik kapal Cantika Express kelas VIP seharga Rp 262 ribu. Di dalam kelas VIP Kapal Express Cantika, tapi jendelanya terlalu tinggi untuk bisa duduk lihat laut Tenang, ada jaket keselamatan. Tadinya saya mau bawa sendiri karena takut menyeberang selama tujuh jam. Tapi rupanya yang harus lebih dikhawatirkan itu menyeberang dua jam

Definisi orang baik, dari alm Sri Wahyuningsih Djangko

"Mims, ngana kita mo tarek jadi informasi wa.. ( Mim, kamu aku rekrut jadi bagian informasi ya)" ujarnya suatu hari. Kalimat tersebut menjadi awal dari pengalaman kelas sebelas ku yang penuh dengan kesibukan non-akademis. Berorganisasi di OP (Organisasi Pelajar, atau OSIS) sambil berjibaku dengan lomba-lomba debat bersama klub debat. Entah apa yang membuatnya menarikku sebagai anggotanya di Sekbid Informasi, tapi yang jelas ku bersyukur sekali bisa dipilih sebagai partnernya. "Yuk, torang baku pangge apa e? Dorang bahasa so baku pangge 'aner' ... ( Yuk, nama panggilan kita apa nih, anak sekbid bahasa sudah punya panggilan sendiri yaitu 'aner' )" kataku di hari yang lain jauh setelah pelantikan. Dari situ tercetus lah nama Parti alias Partner-Informasi. Aku panggil dia dengan Parti, dia panggil ku pun dengan Parti. Panggilan itu bertahan hingga dua belas tahun kemudian, sampai akhir hayatnya. *** Namanya Yayuk, orang kenalnya dengan nama Yayuk

Pagar Batu dan Rumah Orang Raijua

P ertama kali menjejakkan kaki di Raijua, saya diajak oleh Pak Jesri (Kepala Desa Bellu) untuk ikut mengantar semen naik truk kecamatan ke sisi lain Raijua. Mereka sedang dalam program pembangunan jalan yang didanai oleh pemerintah. Kata Basa (kawan yang setahun tinggal di Raijua untuk Indonesia Mengajar), jalan itu nantinya akan menghubungkan area penghasil rumput laut untuk memudahkan pengangkutan. Kalau di Raijua, mereka menyebut rumput laut sebagai 'agar'. Saat berkeliling dengan truk itulah saya bisa melihat langsung separuh Raijua, yang didominasi perbukitan dan bebatuan. Saya jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap pagar-pagar batu yang ditumpuk rapi dan mengelilingi tanah-tanah masyarakat yang luas. Ada juga bukit-bukit yang ditengahnya terdapat pagar batu membuat garis lurus memanjang, seolah membagi bukit tersebut menjadi dua bagian. Jika ada terasering di bukit yang curam, maka setiap undakannya pasti disangga dengan batu-batu yang ditumpuk rapi. Rasanya sepert