Skip to main content

The Art of Let Go

The basic principle of minimalism is to let go.

Letting go of something that used to be part of our life is never easy. But what if that something doesn't add value anymore, and just weigh you down?

In everyday life we hold onto something that we expect to be last forever. New shoes. New clothes. New friends. Only time reveal what is truly we need and what is just.. A memory.

***

Sejak mengalami kegagalan dalam urusan hubungan - love life - saya belajar memahami dan merelakan sesuatu yang benar-benar saya cintai dan saya pertahankan. Tentu saja sulit. Melibatkan banyak pengalaman bodoh, kelakuan tolol - yang saya sesali kemudian - serta tidak terhitung berapa banyak phone call acak hanya untuk mengusir sepi.

Change is painful. Yang biasanya ada teman bicara, sekarang ponsel sunyi tak berdering. When there was always someone to turn to during the bad day, now that we have to deal it our self.

Tapi dari situ lah justru saya menemukan banyak pintu-pintu lain yang satu persatu mengarah pada kedewasaan.

Banyak hal yang saya pahami kemudian, yang hanya bisa saya notice ketika sedang sendirian. Spending time alone is good. And healthy. It helps us reflect on what we dont realize before.. And it reveals what has buried by the crowd.

***

Hari ini saya melepaskan satu perasaan yang saya simpan sejak Oktober tahun lalu. Meski belum genap satu tahun, tapi pertemuan dengan seseorang yang mengubah cara pandang terhadap hidup itu tidak bisa dianggap sepele.

Saya menyukai keberadaannya. Saya bisa tertawa lepas dan menjadi diri sendiri ketika menghabiskan waktu dengan nya. Meski itu jarang terjadi. Dan entah darimana, ada tebersit keyakinan bahwa.. This is it. This is the kind of person I wanna spend the rest of my life with.

Tapi perasaan itu hanya keinginan semata. Hanya Dia yang Maha Mengetahui apa yang menjadi kebutuhan, dan siapa yang semestinya ditakdirkan untuk saya.

And I read this quote.. "Karma said: you will fall in love with someone who doesn't love you, for not loving someone who did"

Meskipun terdengar tidak adil.. Tapi apa yang bisa kita atur dalam cara semesta bekerja.

Maka saya mencoba untuk berdamai dengan kemungkinan tersebut. Merelakan dan belajar untuk tidak lagi memiliki keinginan. Belajar untuk melepaskan unnecessary things yang hanya bisa memberatkan langkah dan tidak mengarah kemana-mana.

Termasuk memendam perasaan pada seseorang.

***

You won't believe how peaceful it is when I woke up this morning and feel nothing.

Melepaskan adalah bagian dari kemampuan yang harus kita kuasai. For we can't live forever in this world nor the people we love.

Mereka yang mampu melepaskan hal yang paling dicintai.. Akan merasakan kemerdekaan hakiki sepanjang hidupnya. Bagi yang muslim.. Bukankah benda terbaik untuk disedekahkan adalah benda yang paling kita sukai?

***

Learn to let go at least one thing that you really love each and every day, as a practice to become a minimalist. Write that down. Because stuff will go, feelings fade, but the memory stays forever in your journal.

Today, I chose to let go of a feeling, that makes me feel alive again since the most devastated time of my life.

Comments

Popular posts from this blog

Tipiss.. (Beda antara sepaham dan salah paham di dunia kerja)

Kamu akan kaget kalau tahu betapa tipis beda antara sepaham dan salah paham. Bahwa uluran tangan yang kamu maksudkan baik, boleh jadi dianggap menghina.
Misal.. Ada rencana yang sudah disusun rapi. Kamu tidak terlibat di dalamnya, tapi kamu punya akses tuk mewujudkannya. Beberapa minggu setelah dicetuskan, si penyusun rencana ini diam seribu bahasa. Tiba-tiba menghilang dari peredaran. Lalu dengan rendah hati kamu mencoba menawarkan bantuan, seperti ini: “Hey, bagaimana rencana yang sudah kau susun itu? Mau diteruskan? Kalau mau besok akan kuhubungi pihak-pihak yang akan bekerjasama”
Penerimaan si orang yang ditawarkan bantuan, bisa jadi dua; pertama, dia menyambut senang karena merasa diperhatikan. Bahwa orang yang tidak terlibat saja mau repot-repot menawarkan bantuan, dan itu menandakan adanya kepedulian. Jika dia berpikir begini, maka reaksinya tentu baik dan dengan setulus ikhlas menyambut uluran tangan itu. Atau..
Reaksi kedua, yaitu si penerima sebetulnya diam karena tengah menyusun…

Pagar Batu dan Rumah Orang Raijua

Pertama kali menjejakkan kaki di Raijua, saya diajak oleh Pak Jesri (Kepala Desa Bellu) untuk ikut mengantar semen naik truk kecamatan ke sisi lain Raijua. Mereka sedang dalam program pembangunan jalan yang didanai oleh pemerintah. Kata Basa (kawan yang setahun tinggal di Raijua untuk Indonesia Mengajar), jalan itu nantinya akan menghubungkan area penghasil rumput laut untuk memudahkan pengangkutan. Kalau di Raijua, mereka menyebut rumput laut sebagai 'agar'.

Saat berkeliling dengan truk itulah saya bisa melihat langsung separuh Raijua, yang didominasi perbukitan dan bebatuan. Saya jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap pagar-pagar batu yang ditumpuk rapi dan mengelilingi tanah-tanah masyarakat yang luas. Ada juga bukit-bukit yang ditengahnya terdapat pagar batu membuat garis lurus memanjang, seolah membagi bukit tersebut menjadi dua bagian. Jika ada terasering di bukit yang curam, maka setiap undakannya pasti disangga dengan batu-batu yang ditumpuk rapi. Rasanya seperti …

How to Love your Job in a Minimalist’s way:

Now that you’ve considered your self as a minimalist, we may need to move forward. To think beyond space. Not only that we need to mind the clutter and the possessions but also, we need to think about the way we live the day.
As you can see minimalists like to live their ‘now’. And how to live the ‘now’ if the current job you have is the one you least enjoyed.
I’ve googled some pages and talk videos with keywords: “how to love your job”. Got the answer I’ve already know. Not bad, because that’s the only answer ever exist. Be grateful, don’t compare, have positive energy, be enthusiastic. All the be’s came with a question: how.
Now that I have to dig deeper on what affected people in the office emotionally, I finally learned that mostly, its not the job that they hate. Its the people. Could be the boss, or the managers, or the coworkers. I know how frustrating it is to work with unprofessional people who made tons of excuses a day for their incomplete tasks, but their sigh of relieve once…